<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757</id><updated>2011-04-22T07:49:17.093+07:00</updated><title type='text'>Cerita Pagi</title><subtitle type='html'>SEMUA BERMULA SAAT PAGI TIBA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-7011101018171092290</id><published>2008-01-18T21:43:00.000+07:00</published><updated>2008-01-18T21:46:22.409+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekarang sudah pindah ke www.orangmiskin.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-7011101018171092290?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://orangmiskin.wordpress.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/7011101018171092290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=7011101018171092290&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/7011101018171092290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/7011101018171092290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2008/01/sekarang-sudah-pindah-ke-www.html' title=''/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-115157671855840164</id><published>2007-12-30T17:20:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:35.793+07:00</updated><title type='text'>Manifesto Budaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rki5X393U9I/AAAAAAAAAAU/4ZD0SDc7R0E/s1600-h/jack-daws-two-towers.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rki5X393U9I/AAAAAAAAAAU/4ZD0SDc7R0E/s320/jack-daws-two-towers.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5064501600789681106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Assalamualiakum pembukaan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isinya mungkin tak seangker manifestonya, tapi itulah... saya sudah duluan bikin manifesto ini, daripada bikin blognya. Jadi dengan sedikt kepaksa, akhirnya harus dimasukin juga. Banyak kisah saat saya bikin itu manifesto. Tapi...kalau pembaca jeli, ada semangat yang sama dengan manifesto itu, saat saya menggores pena dan menekan tuts-tuts komputer saya berfikir dengan sebebas-bebasnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:comic sans;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamat datang kebebasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dunia menjadi seragam dan homogen, masih adakah pembeda kita? Ketika hari ini antara anda, saya dan kamu tidak ada beda lagi, masih adakah yang tersisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hari ini kita sama-sama makan di Mc Donald, nyantap KFC, bercinta gaya dogy seperti film blue yang mungkin sama-sama kita tonton yang mengalir lewat impuls-impuls listrik, memancar dari DVD Player kita, ketika hari ini Mall sudah menjadi dewa bagi kita, sudah seperti tempat ibadah, dimana kita datang dan pergi teratur, seperti sholat dan misa.&lt;br /&gt;Apa yang tersisa ? Ada.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kebebesan berfikir. Berfikir tanpa tendensi. Berikir tanpa intimidasi. Berfikir tanpa dituduh subversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dunia tempat kita, generasi muda, dipaksa mengembara, tapi tidak disediakan tempat untuk berteduh dan dihapus jejak jalan pulang kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dunia ketika materi menggerus nilai-nilai kemanusian kita.&lt;br /&gt;Inilah dunia ketika batas-batas wilayah, telah ditembus oleh brand, citra, produk, kulture kapitalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dunia, untuk kita kaum muda bangkit. Jadikan bumi ini Padang Karusetra, tempat pertempuran dasyat kita mulai. Inilah dunia tempat kita harus berani mengatakan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;tidak&lt;/span&gt; bagi setiap usaha penghapusan nila-nilai humanisme kita. Nilai-nilai yang pernah ada dalam diktum-diktum dan ribuan lembaran kitab suci atau petuah-petuah budaya kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dunia tempat kita, kaum muda, mengatakan, &lt;span  style="font-weight:bold;"&gt;wellcome liberty...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-115157671855840164?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/115157671855840164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=115157671855840164&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/115157671855840164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/115157671855840164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2006/06/freedom-of-think-sebuah-manifesto.html' title='Manifesto Budaya'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rki5X393U9I/AAAAAAAAAAU/4ZD0SDc7R0E/s72-c/jack-daws-two-towers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-5701619765508827557</id><published>2007-12-18T02:21:00.000+07:00</published><updated>2007-12-19T01:06:37.054+07:00</updated><title type='text'>Beasiswa dikantongi Baju  Dinas</title><content type='html'>Ungkapan orang miskin dilarang sekolah, mungkin terlalu ekstrim untuk kita sematkan pada kasus satu ini. Tapi setidaknya, peristiwa yang menghebohkan dunia pendidikan Kota Padang beberapa hari lalu ini, bisa menjadi cerminan kalau hak-hak orang miskin atas pendidikan bisa dipending. Atas nama program yang lebih mendesak, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang memotong (kalau bahasa Disdik : melakukan penyesuaian anggaran) beasiswa untuk siswa miskin dan mengalihkan anggarannya untuk membeli baju dinas.&lt;div class="fullpost"&gt;Ironis memang. Harapan siswa miskin untuk bisa menerima bantuan pendidikan yang "hanya" Rp 50 ribu perbulan ini, harus dikubur demi membayar kekurangan baju dinas guru dan seluruh PNS dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Padang. Jumlah ini mungkin kecil bagi sebagian orang, namun berarti bagi mereka. Kebijakan memotong bantuan pendidikan yang diberi nama beasiswa transisi sebesar Rp 194 juta ini, menyebabkan 1195 siswa hanya menerima setengah dari seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa transisi merupakan bantuan transportasi untuk siswa miskin kelas 3 SMP. Anggaran ini dimasukan dalam APBD Kota Padang 2007. Sesuai dengan protapnya, pencairan beasiswa ini dilakukan dua tahap atau per enam bulan. Artinya, selama 2007 setiap siswa berhak mendapatkan Rp Rp 600 ribu/tahun. Pencairan tahap pertama sebesar Rp 300 ribu sudah dilakukan pertengahan tahun ini, tanpa ada masalah yang mengganjal. Wajah sumbringah sudah pasti terpancar dari semua siswa kurang mampu ini. Pesoalan baru timbul pada pencairan tahap kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2007 ini, Dinas Pendidkan Kota Padang juga merencanakan pembelian baju dinas untuk semua PNS dan guru-guru di lingkungan dinas pendidikan. Sebelum tahun 2007 habis, semua baju dinas itu sudah diberikan kepada semua yang berhak. Namun celakanya, anggaran pembelian baju ini defisit sebesar Rp 194 juta dan mesti diajukan lagi dalam APBD-P 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat Disdik untuk menambah anggaran dalam APBD-P sudah ada. Namun seperti yang dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Drs Nur Amin MPd, saat penyusunan APBD-P 2007, ada kesalahan entry data pada pengadaan baju dinas itu. Akibatnya kekurangan anggaran pengadaan baju ini tidak tertampung dalam APBD-P yang sudah disahkan beberapa bulan silam. Setelah didiskusikan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Padang, kekurangan itu harus ditutupi dari satu rekening di Disdik Kota Padang yang masih tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada pengalihan anggaran. Yang ada hanya penyesuian anggaran. Kita tetap akan bayarkan Tapi jumlahnya memang tidak untuk enam bulan (rapelan semester II-red). Tapi setengahnya. Januari 2008 mendatang, beasiswa tersebut sudah dapat diterima seluruh siswa yang sudah terdata. Maka itu saya telah memerintahkan Kepala Sekolah, supaya jangan mengganti nama siswa yang akan menerima beasiswa transisi itu sampai mereka tamat," kata Nur Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa harus diambil dari beasiswa transisi untuk siswa miskin ini? Nur Amin menjelaskan, pihaknya terpaksa menyesuaikan anggaran dari beasiswa itu, karena satu-satunya yang belum tersalurkan adalah anggaran beasiswa miskin ini. Sedang anggaran di rekening lain, seperti pengadaan buku, rehab sekolah dan kegiatan lainnya, sudah jalan dan disalurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengadaan baju dinas ini sudah kontrak dengan pihak ketiga. Bahkan sudah dibagikan keseluruh PNS dan guru. Makanya harus kita bayarkan. Masalah ini sebenarnya sudah dikonsultasikan dengan TAPD. Dan TAPD menyarankan diambilkan dari rekening lain di dinas. Tapi syaratnya, tidak boleh dari tiga rekening, harus satu," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan main potong ini tentu saja mengejutkan banyak pihak dan menuai protes dari berbagai kalangan. Kepala Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Kota Padang Sastri Yunizarti Bakri mengaku kaget dengan hal itu. Walau diakuinya, pada saat pengesahan APBD-P 2007, anggaran pengadaan baju Dinas Pendidikan memang defisit, akibat terhapusnya mata anggaran itu akibat ketidakcermatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena APBD-P sudah disahkan, saya sarankan agar kekurangan anggaran itu ditutupi dengan melakukan efesiensi anggaran. Seperti contoh, mengefesiensikan penggunaan anggaran pengadaan ATK atau dapat menggunakan kelebihan dana tender. Namun saya tidak menyangka, kalau ternyata Dinas Pendidikan menutupinya dengan beasiswa miskin,” ujar Sastri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protes keras dilancarkan anggota DPRD Kota Padang. Hampir semua anggota dewa kaget dengan pemotongan ini. Lebih-lebih anggaran beasiswa transic ini telah dibahas dan disepakati DPRD.&lt;br /&gt;Ketua Komisi D yang membidangi pendidikan, Zulherman SPd MM, meminta Bawasda Kota Padang turut tangan untuk mengusut kasus ini. Karena, kejadian ini merupakan satu pelanggaran yang dilakukan Disdik. Pengalihan dana itu, kata Zulherman, tidak pernah dibahas dalam pembahasan APBD-P 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wali Kota Padang harus menanggapi persoalan ini sesegara mungkin dan jika perlu meluruskan persoalan tersebut. Sebab akan mempengaruhi evaluasi kinerja APBD 2007 oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)," kata Bendahara Fraksi Demokrat DPRD Kota Padang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Zulherman, Wakil Direktur Bidang Internal Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Jhoni Hendry Putra SH, menilai tindakan Disdik Kota Padang mengalihkan mata anggaran beasiswa transportasi siswa miskin itu, ke pengadaan baju PNS, sangat bertentangan dengan UU No 32 tahun 2004 tentang pemerintahan Daerah. Dalam Pasal 192 ayat 4 berbunyi Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, Pimpinan DPRD dan pejabat lainnya dilarang melakukan pengeluaran atas beban anggaran belanja daerah untuk tujuan lain dari yang telah ditetapkan di dalam APBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Nur Amin, baru-baru ini menegaskan pada Januari 2008 mendatang, beasiswa tersebut sudah dapat diterima seluruh siswa yang sudah terdata. Karena pembayarannya sudah tertampung dalam anggaran APBD Kota Padang 2008 yang baru saja disahkan DPRD Kota Padang. Menurutnya, sebenarnya tidak ada yang jadi masalah, hanya saja realisasi pembayarannya yang belum 100 persen. (**)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-5701619765508827557?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/5701619765508827557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=5701619765508827557&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/5701619765508827557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/5701619765508827557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/12/beasiswa-dikantongi-baju-dinas.html' title='Beasiswa dikantongi Baju  Dinas'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-5583290453363976772</id><published>2007-11-30T21:55:00.000+07:00</published><updated>2007-11-30T21:58:38.265+07:00</updated><title type='text'>Undangan Temu Blogger Padang</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.photobucket.com/albums/f143/maryulismax/undangan2.gif" align="bottom" border="0" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Info lengkap lihat&lt;a href="http://makanbasamo.wordpress.com"&gt; http://makanbasamo.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-5583290453363976772?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/5583290453363976772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=5583290453363976772&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/5583290453363976772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/5583290453363976772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/11/undangan-temu-blogger-padang.html' title='Undangan Temu Blogger Padang'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-8962704258229061774</id><published>2007-11-20T01:28:00.000+07:00</published><updated>2007-11-19T23:22:40.879+07:00</updated><title type='text'>Pram Muda itu Telah Lahir</title><content type='html'>Tiga tulisan diawal merupakan intreprestasi saya atas rekaman wawancara dengan ES Ito disuatu malam, seusai penulis muda ini bedah karyanya, Rahasia Meede. Berikut kutipan lengkapnya (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kenapa tertarik menulis fiksi sejarah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah Pram, novel sejarah seperti ruang kosong yang tidak terisi. Penulis-penulis Indonesia terlalu sibuk dengan trend kediriannya masing-masing. Mereka ingin menularkan pengalamannya yang pahit tentang pendidikan, kisah cinta yang terlalu dilebih-lebihkan, misalnya. Itu tidak memberikan pencerahan terhadap bangasa. Tapi kalau penulis ingin memberikan pencerahan, dia harus melihat ke belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah berada pada posisi berbeda. Waktu tidaklah linear. Waktu itu acak. Apa yang terjadi dimasa lampau bisa saja terjadi dimasa mendatang. Sejarah bukan sesuatu yang hilang ditelan begitu oleh waktu. Menulis sejarah berarti memprediksi masa depan. Dan tugas seorang penulis adalah menggariskan masa depan. Tugas ini belum banyak yang mengambilnya.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana dengan Pram?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pram terlalu sibuk dengan Jawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawa sentris?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Jawa sentris. Tapi dia tidak mencoba mengangkat bagian lain dari Indonesia untuk memberikan semangat perlawannan. Dia menafikan peran suku bangsa lain dalam mendirtikan republik ini. Pram dalam novelnya bicara tentang medan Priyayi, dan itu sangat Jawa. Tidak semua suku bangsa memiliki penulis. Tidak ada orang Papua, Bugis dan lainnya yang jadi penulis terkenal. Siapa yang akan mengangkat mereka. Bagaimana feel (perasaan) orang Papua terhadap republik ini, jika dia tidak menjadi bagian dari entitas budaya republik ini. Tidak ada yang bisa memastikan kalau Papua satu nasionalisme dengan kita, kalau tidak ada yang mengenalkan. Harus ada yang memulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ada kemiripan anda dan Pram dengan realisme sosialisnya, bagaimana tanggapan anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita menulis soal sekarang, mengambil kontek sosial dan politik sekarang. Itu memang harus realis. Tidak berarti, saya mengambil apa yang dilakukan Pram. Apapun yang kita gambarkan saat ini adalah realis. Politik kita, identitas demokrasi kita, semuanya penuh omong kosong. Keterwakilan seperti yang disinggung tokoh Kale dalam Rahasia Meede, hanya orang gila yang berdemokrasi. Siapaun yang menulis soal bangsa saat ini, pasti akan mirip dengan Pram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ada yang menyamakan anda dengan Pram muda, apa pendapat anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sah-sah saja. Tapi saya dan Pram jelas berbeda. Pram membangun kemegahannnya sendiri, saya juga sedang membangun kemegahan saya sendiri. Siapa yang berhasil kita lihat nantilah. Kalau Pram masih hidup saya bakal tukar tandatangan dengan beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ada juga yang mengatakan gaya anda mirip dengan Dan Brown?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya bercerita seperti itu bukan hanya milik Brown. Kenapa orang tidak menanyakan, bukannya Brown yang belajar ke Sidney Sheldon. Saya lebih dulu baca Sidney ketimbang Brown. Saya dengan Brown berbeda. Brown mengangkat isu-isu kuno soal agama. Dan menjadi menarik, karena brown menyentuh standar moral sesorang soal agama. Sedang saya mencipatan dunia baru, saya menciptakan peradaban baru. Saya memperkenalkan Indonesia pada dunia secara utuh. Bukan etnis dan agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brown tidak mempromosikan Eropa atau Amerika, tapi Brownm mempromosikan sesutu yang sudah terjadi dimasa lalu. Konflik agama. Itu lumrah. Sedang saya menampilkan kesatuan sebuah bangsa dalam satu entitas yang terbentuk sejak berpuluh-puluh abad silam. Dan itu hanya terjadi di Indonesia. Brown jelas tidak mungkin mengungkap Amerika seperti saya mengungkapkan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah Rahasia Meede sudah mengungkapakan Indonesia secara utuh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum dan harusnya memang belum. Harus ada penulis lain yang mengambil ini. Saat ini penulis terlalu sibuk dengan selera pembaca. Urusan saya menulis, kalau ada pembaca yang tidak suka, jangan baca. Urusan penulis menciptkan dunia baru, bukan mengikuti yang sudah ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dalam Rahasia Meede diungkap soal harta karun VOC, apakah ini sebuah fakta?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang ini, saya usulin pemerintah untuk membentuk tim saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buku anda kaya denan dokumen sejarah, bagaimana mendapatkannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melakukan studi di Gedung Arsip Nasional Jakarta untuk dokumen-dokumen KMB. Sedang untuk VOC, Batavia dan Pieter, saya melakukan wawancara dengan sejarahwan Alwi Sahap. Untuk Pulau Hondrus, Papua, Mentawai saya mendatanginnya. Intinya ada studi pustaka, wawancara, dan penelitian. Saya pikir untuk penulis zaman sekarang, studi dan penelitian itu harus dilakukan seberapa pun keterbatasan bujet kita. Kita harus menampakan potret asli rakyat. Kita tidak bisa lagi menyajikan mimpi-mimpi yang tidak mungkin terjadi. Novel-novel yang menampilkan mimpi, tidak lebih dari roman picisan. Tapi itu haknya penulis. Menurut saya harus ada penulis yang keluar dari itu.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jadi apa sebenarnya tugas seorang penulis?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugasnya adalah memberikan kesadaran baru kepada masyarakat, membengkokan peradaban. Itu yang dilakukan Gorki (Maxim Gorki) yang menginspirasi revolusi Bolsyevik tahun 1917 lewat Ibunda yang ditulisnya pada 1906. Itu juga yang dilakukan Pram dengan tetraloginya, walau kita tahu tidak memberikan dampak politik apa-apa bagi Indonesia, kecuali PRD. Itu juga yang dilakukan penulis Ceko yang menumbangkan Rezim Sosialis di Ceko. Kata-kata mereka jauh lebih kuat dari tank-tank Soviet yang ada di Ceko.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut saya, harus ada penulis yang mengambil posisi itu. Kita juga tidak bisa menutup mata kalau ada juga penulis yang menulis soal stensilan. Namun orang tidak harus menulis sesuai selera masyarakat. Saya menolak setiap upaya meminta saya menulis apa yang mereka inginkan. Saya hanya menulis apa yang saya inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artinya penulis adala pendobrak awal perubahan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Harusnya seperti itu. Kalau kita bicara konsep Nasionalisme Indonesia. Tidak ada satu pun kata-kata yang lebih menggemparkan ketimbang sebuah pamlet yang ditulis Raden Mas Soewardi Soerjaningrat “Ik eens Nederland Was” atau "Seandainya Saya Seorang Belanda". Dampak pamlet itu pengaruhnya jauh lebih masif ketimbang kongers SI (Syarikat Islam) yang dihadiri puluhan ribu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis itu memberikan kesadaran baru bagi masyarakat. Bahkan wartawan pun, pada banyak hal jauh lebih berguna dari novelis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah ini bentuk sikap anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap penulis harus membawa ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tapi untuk mencapai kesadaran seperti itu, pasti ada tahapan-tahapan sebelumnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran adalah himpunan dari pengalaman. Saya SMA di Taruna Nusantara, pedidikan militer. Kesadaran konyol tentang Indonesia ada disitu. Tapi cukup memberi wawasan tentang kesatuan Indonesia. Lalu saya kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, ikut demo juga, lalu jadi kordinator I BEM UI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pengalaman yang membentuk kesadaran. Saya pernah datang disebuah tempat minum didepan bundaran HI. Disana tempat terjadi tawar-menawar aksi demonstrasi. Proses-proses demokrasi seperti itu semuanya omong kosong. Kita hanya dimainkan wacana dan isu yang membuat otak ini semakin buntu. Hanya elit-elit yng bermain. Kesadaran yang dibangun media, TV pun, yang terus menerus berganti, membuat orang lupa pada esensi masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Indonesia harus seperti apa dan saat ini bagaiamana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah proses yang belum selesai. Di negara ini banyak ketidakadilan, begitu amburadulnya sistem. Harusnya dalam kondisi ini, Indonesia bisa melahirkan penulis-penulis hebat di dunia. Kita hanya melahirkan Pram. Para politisi kita ketika bicara soal rakyat, dia punya misi meraup suara. Begitu juga SBY saat bicara rakyat dia juga sambil menatap 2009. Harus ada yang memberikan kesadaran-kesadaran baru bagi rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buku adalah sebuah produk, ada nilai bisnis didalamnya. Apa anda tetap berkomitmen menulis buku sejenis, jika tidak lagi diminati secara bisnis?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, buku-buku seperti ini tidak pernah akan habis. Yang namanya realis tetap akan menjadi trend. Banyak muncul aliran-aliran baru realis, tapi  substansi tetap sama. Umberto Eco, Dan brown dan lainnya, bisa mewakili itu. Saya Insya Allah tidak akan beralih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana pandangan anda soal novel-novel Teenlit, Roman Picisan dan sebagainya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada hak saya untuk mengemontarinya. Orang cari duit. Tapi mereka bertanggung jawab membentuk bangsa ini menjadi instan. Sebenarnya yang lebih diwaspadai adalah teenlit yang dibungkus agama. Kalau yang sekuler bisa dihindarkan. Kita punya perangkat untuk itu. Tapi kalau dibungkus agama gimana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yakin bisa hidup sebagai penulis?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan hal yang sama pada presiden. Apa dia bisa hidup sebagai presiden. Presiden dan penulis tidak jauh berbeda. Presiden pasti akan memikirkan apakah pemilih masih mood dengan dia. Begitu juga penulis, apakah pembaca masih menyukai karyanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dalam novel anda sering dibawa identitas Minang, kenapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingin terlibat dalam percaturan global. Maka akarnya adalah tanah kelahiran kita. Ketika orang Itali di New York, mereka akan bangga sebagai orang Sisilia. Kita harus punya dedikatif hidup pada tanah kelahiran kita. Dan ini bukan etnosentris. Akar terdalam seseorang adalah, pertama ibunya, kedua tanah kelahirannya. Itulah kenapa saya memasukan daerah-daerah di sumbar. Untuk menjadi besar, orang tak boleh durhaka pada ibunya, pertama ibu kandung kedua tanah kelahirannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga tidak bisa lepas dari konteks historis, Orang Minang terlibat dalam pembentukan republik ini. Itu kutukan sejarah yang tidak bisa kita hindari. Yang terus membebani kita sangat besar, sehingga kita menjadi kerdil saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kenapa tentang diri anda sangat sedikit diulas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kan bukan penulis murahan. Kalau saya penulis murahan, saya tuliskan semuanya. Tapi ngapain saya menonjolkan apa yang telah berlalu. Pernah diburu 50-an pasukan berani mati, sedang kami hanya 13 orang. Hal seperti ini sudah berlalu dalam hidup saya, terlalu cengeng untuk saya tuliskan. Penggemar CV itu untuk lamar kerja bukan untuk penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa rencana anda setelah ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sekarang sedang memikirkan sebuah cerita yang substansinya sama. Konsepnya sama dengan sekarang, tetap mengangkat realistas yang ada. Tapi lebih tipis dan ringan. Obsesi terbesar saya adalah menulis soal Perang Kamang. Namun untuk membuat karya ini saya harus melakukan studi ke Belanda, karena disana data-datanya paling lengkap. Tradisi kaba di Minangkabau menyulitkan saya. Selain itu, saya juga mau menulis soal Rafles, Tan Malaka, tapi pada konteks yang lebih pelik, masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga mau menulis tentang PRRI. Masih banyak yang belum terungkap. Ini tantangan buat anak-anak Padang. Karena PRRI adalah model otonomi daerah yang diingkari  Jakarta. Sumbar tidak pernah melepaskan diri dari NKRI, yang ingin diganti adalah pemerintahnya. Penumpasan PRRI dikenal sebagai operasi Agustus. Sebagai orang minang, kita tidak boleh bangga dengan operasi itu. Karena membuat orang Minang mati secara kultur. Saya ingin tanyakan, apa yang diajarkan buku-buku sejarah pada kita soal ini. Pada 1958 itu, PRRI jauh lebih benar dari pada RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah anda akan menulis buku teks sejarah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya ngak, saya belum siap menggantikan Nugroho Notosusanto.. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(hahahaaa)(*)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-8962704258229061774?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/8962704258229061774/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=8962704258229061774&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/8962704258229061774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/8962704258229061774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/11/pram-muda-itu-telah-lahir.html' title='Pram Muda itu Telah Lahir'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-3922309202227191582</id><published>2007-11-19T09:44:00.000+07:00</published><updated>2007-11-19T22:51:45.382+07:00</updated><title type='text'>Mengenal Es Ito, Penulis Novel Rahasia Meede (3/habis)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"SAYA TAK AKAN BERALIH"&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghabiskan 2 jam dengan ES Ito, kita diajak pada kedalaman pemahamannya tentang banyak hal. Selama wawancara itu, sebatang rokok terus bermain disela-sela jari-jarinya. Pembicaraan pun melompat dari satu topik ke topik lainnya. Tentang identitasnya sebagai orang Minang misalnya, dan kenapa identitas ke-Minangannya itu selalu masuk dalam novelnya. ES Ito mengatakan, kalau ingin terlibat dalam percaturan global. Maka akar berpijak adalah tanah kelahiran. Demikian yang terjadi pada orang-orang Italia di New York. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang, katanya, harus punya dedikatif hidup pada tanah kelahirannya masing-masing. Karena akar terdalam seseorang adalah ibunya dan tanah kelahirannya. Untuk menjadi besar, lanjutnya, orang tak boleh durhaka pada ibunya, pertama ibu kandung kedua tanah kelahiran. Semua orang Minang, tambahnya, tidak bisa lepas dari konteks historis. Dalam artian, terkena kutukana sejarah terhadap bangsa ini, karena orang Minang terlibat dalam pembentukan republik ini.&lt;div class="fullpost"&gt;"Itu kutukan sejarah yang tidak bisa kita hindari dan terus membebani, sehingga menjadikan kita lebih kerdil sepeti saat ini," imbuh Ito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obsesi terbesarnya sebagai novelis adalah menuliskan Perang Kamang, Rafles, Tan Malaka. Selain itu ES Ito juga terobsesi menulis PRRI. Sejarah-sejarah itu belum banyak yang terungkap. PRRI misalnya, sejarah yang diajarkan sekolah selama ini membuat orang Minang mati secara kultur. Sumbar dituduh memberontak, padahal kenyataannya PRRI hanya ingin pergantian pemerintah, bukan keluar dari NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan terus beralih dari satu topik ke topik lainnya dengan sangat cepat. Tentang buku ES Ito yang kaya data sejarah misalnya. Ternyata tidaklah mudah menghasilkan karya seperti Rahasia Meede. Banyak studi pustaka, wawancara, penelitian dokumen dan bahkan studi lapangan yang dilakukannya. ES Ito melakukan studi di Gedung Arsip Nasional Jakarta untuk dokumen-dokumen KMB. Melakukan wawancara dengan sejarahwan Jakarta, Alwi Sahap, untuk menggali data tentang VOC, Batavia dan Pieter Erberveld. Dia juga mendatangi kepuluan Mentawai, Papua dan Pulau Hondrus, untuk &lt;br /&gt;mendeskripsikan secara langsung daerah itu dalam novelnya. Studi dan penelitian itu, katanya, harus dilakukan setiap penulis, seberapa pun terbatas bujetnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harus menampakan potret asli rakyat. Kita tidak bisa lagi menyajikan mimpi-mimpi yang tidak mungkin terjadi. Novel-novel yang menampilkan mimpi, tidak lebih dari roman picisan, menurut saya," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan terakhir yang diujung wawancara, cukup membuat dia berfikir sejenak. Sampai sejauhmana dia akan bertahan dengan gaya bercerita yang realisme seperti itu, dan tidak akan tergoda menulis bentuk lain yang lebih easy (mudah)? Buku, katanya, adalah sebuah produk dan ada nilai bisnis didalamnya. Tapi, dia yakin buku bertemakan realisme dengan pendekatan sejarah tidak akan habis. Yang berganti hanya cara penyampaiannya, sedang substansi tidak akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak akan beralih. Kalau ditanyakan apakah saya bisa hidup dari menulis? Tanyakan hal yang sama kepada presiden. Apa dia bisa hidup sebagai presiden. Presiden dan penulis tidak jauh berbeda. Presiden pasti memikirkan apakah pemilih masih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mood&lt;/span&gt; dengan dia. Begitu juga penulis, apakah pembaca masih menyukai karyanya," ujar ES Ito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia benar, hidup adalah sebuah pilihan. Dan setiap pilihan itu mengandung resiko yang berbeda. Dia telah memilih dan siap menganggung konsekuensi yang ditimbulkan atas pilihannya itu. (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-3922309202227191582?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/3922309202227191582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=3922309202227191582&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/3922309202227191582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/3922309202227191582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/11/mengenal-es-ito-penulis-novel-rahasia_6543.html' title='Mengenal Es Ito, Penulis Novel Rahasia Meede (3/habis)'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-456848157754714644</id><published>2007-11-19T09:39:00.001+07:00</published><updated>2007-11-19T23:00:12.301+07:00</updated><title type='text'>Mengenal Es Ito, Penulis Novel Rahasia Meede (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"PENULIS, PENCIPTA DUNIA BARU"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah menjadi saksi bagaimana kekuatan goresan pena dalam mengubah sejarah dan menghebohkan sebuah tatanan yang mapan. Dicontohkannya, dalam konsep Nasionalisme Indonesia, tidak ada satupun kata-kata yang lebih menggemparkan ketimbang sebuah pamflet yang ditulis Raden Mas Soewardi Soerjaningrat "Ik eens Nederland Was" atau "Seandainya Saya Seorang Belanda". Dampak pamflet itu, jauh lebih masif ketimbang kongres SI (Syarikat Islam) yang dihadiri puluhan ribu orang.&lt;div class="fullpost"&gt;Menurutnya, harus ada penulis yang mengambil posisi itu. Karena Indonesia adalah proses yang belum selesai. Di Indonesia banyak ketidakadilan, sistem  yang amburadul. Harusnya dalam kondisi ini, Indonesia bisa melahirkan penulis-penulis hebat di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kita hanya melahirkan Pram. Para politisi kita terlalu sibuk meraup suara. Harus ada yang memberikan kesadaran-kesadaran baru bagi rakyat. Saat ini penulis terlalu sibuk dengan selera pembaca. Urusan saya menulis, kalau ada pembaca yang tidak suka, jangan baca. Urusan penulis menciptakan dunia baru, bukan mengikuti yang sudah ada," lagi-lagi ketegasan sikapnya tampak dari setiap kata-katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menolak setiap upaya meminta saya menulis apa yang mereka inginkan. Saya hanya menulis apa yang saya inginkan," katanya seakan medekonstruksi komersialilasi yang menghinggapi penulis-penulis Indonesia hari ini. Yang dibuktikan dengan maraknya cerita-ceritan teenlit, roman picisan, yang tidak menggambarkan kondisi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam terus berlanjut. Jam sudah menunjukan pukul 21.00 WIB. ES Ito hadir di Padang dalam rangka menghadir undangan bedah bukunya, Rahasia Meede. Dengan sedikit "memaksa" kami akhirnya bisa mengajaknya bicara soal karya dan buah pikirannya. Meski awalnya mengaku agak kelelahan dan ingin segera mandi, tapi ketika bicara soal padangannya terlihat ada rasa lapar di matanya. Ada impian besar yang sedang dicoba dibangunnya. Bukan untuknya, bukan untuk siapa-siapa. Tapi, untuk Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara dengan Ito, kita diajak berdialog tentang banyak hal. Kata-katanya kadang melompat-lompat, namun denga alur pikiran yang tersistematis. Ini saya pikir sangatlah wajar, mengingat Ito memiliki latar belakang yang paradoks. Antara satu tahapan hidupnya dengan tahapan selanjutnya, cenderung bertolak belakang. Lahir dari keluarga petani tahun 1981 (seperti yang ditulis dalam profil singkatnya di Rahasia &lt;br /&gt;Meede), ES Ito menghabiskan masa Sekolah Dasarnya di Magek. Seusai menamatkan SMP, penulis dengan nama lengkap Eddri Sumitra ini memasuki lingkungan baru di sekolah kemiliteran SMA Taruna Nusantara.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan rekan-rekannya yang lain sesama lulusan angkatan ke-7, ES Ito memilih untuk tidak menjadi tentara. Entah apa alasanya, namun sebuah ucapan pendek sedikit banyak menggambarkan alasannya. "Di SMA Taruna Nusantara, saya mendapatkan kesadaran konyol tentang Indonesia. Tapi saya akui cukup memberi wawasan tentang kesatuan Indonesia," ungkapnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kesadaran merupakan himpunan dari pengalaman. Itulah yang diungkapannya, ketika ditanyakan proses pencarian seperti apa yang membuat dia sampai pada puncak kesadaran tentang Indonesia. Pengalaman membentuk kesadaran. Woow.. penuh mauatan filosofis. Diceritakannnya, seusai tamat dari SMA Taruna Nusantara, dia menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI). Kembali di kampus yang banyak &lt;br /&gt;melahirkan cendikiawan Indonesia ini, bibit intelektualnya tersemai. Berbagai kegiatan organisasi kampus diikutinya, dan bebarapa jabatan penting pernah disandangnya. Seperti kordinator I BEM UI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah di kampus yang dekat dengan pusat kekuasaan, tentu akan berbeda hasilnya dengan jebolan universitas pinggir. Ada nilai plus yang mereka nikmati. Mereka saban hari menyaksikan sebuah transaksi politik, demi mencapai sesuatu. Tawar menawar &lt;br /&gt;demonstran bayaran, misalnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pernah datang disebuah tempat minum di depan bundaran HI. Disana tempat terjadi tawar-menawar aksi demonstrasi. Proses-proses demokrasi seperti itu semuanya omong kosong. Kita hanya dimainkan wacana dan isu yang membuat otak ini semakin buntu. Hanya elit-elit yang bermain. Kesadaran yang dibangun media, TV pun, yang terus menerus berganti, membuat orang lupa pada esensi masalah yang sebenarnya," tambahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa dengan beragam pengalaman organisasi dan aktivitas sosial itu, ES Ito hanya menuliskan sepenggal kalimat tentang dirinya? "Saya bukan penulis murahan. Kalau saya penulis murahan, saya tuliskan semuanya. Tapi ngapain saya menonjolkan apa yang telah berlalu. Hal seperti itu sudah berlalu dalam hidup saya, terlalu cengeng untuk saya tuliskan. Penggemar CV itu untuk lamar kerja bukan untuk penulis," jawabannya  menyentak dan keluar dari mainstream penulis kebanyakan, yang hobi mengobral CV.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-456848157754714644?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/456848157754714644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=456848157754714644&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/456848157754714644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/456848157754714644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/11/mengenal-es-ito-penulis-novel-rahasia_3483.html' title='Mengenal Es Ito, Penulis Novel Rahasia Meede (2)'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-2812642065241228310</id><published>2007-11-19T09:33:00.000+07:00</published><updated>2007-12-02T13:52:30.395+07:00</updated><title type='text'>Mengenal Es Ito, Penulis Novel Rahasia Meede (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MEMPERKENALKAN INDONESIA SECARA UTUH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersemangat dan tidak jarang meledak-ledak. Mengkonstruksi disatu sisi tapi melakukan dekonstruksi di tempat lain. Memiliki pandangan jauh dalam membangun bangsa, khas kaum muda. Itulah ES Ito, penulis Novel Rahasia Meede. Berbicara dengan anak muda ini seperti berbicara dengan pemikir politik ketimbang seorang novelis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ES Ito, penulis muda kelahiran Sumbar. Pujian setinggi langit diberikan banyak pihak pada buah karyanya, Rahasia Meede. Tidak salah memang, membaca Rahasia Meede kita menemukan realitas Indonesia yang sebenarnya. Sangat bertolak belakang dengan apa yang digambarkan dalam cerita-cerita sinetron atau novel-novel picisan lainnya. Pram muda sudah lahir.&lt;div class="fullpost"&gt;"Pramudya Ananta Toer muda sudah lahir dengan kompleksitas penulis generasi abad 21 tetapi tetap gigih membela manusia dan merayakan kebebasan," kata essais dan penyair M Fadjroel Rachman dalam sepenggal pujiannya atas Rahasia Meede. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Fadjroel Rahman itu kemudian dibantahnya. Dalam sebuah wawancara di Padang, Kamis (14/11), ES Ito mengatakan antara dia dengan Pram jelas sangat berbeda. Pram membangun kemegahannnya sendiri, dan dia juga sedang membangun kemegahannya sendiri. Siapa yang berhasil, waktu yang akan  membuktikan. "Tapi penggambaran itu sah-sah saja. Karena siapapun yang menulis soal bangsa hari ini, pasti akan mirip dengan Pram," tandasnya pada malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah Pram, novel sejarah seperti ruang kosong yang tidak terisi. Penulis-penulis Indonesia terlalu sibuk dengan trend kediriannya masing-masing. Mereka ingin menularkan pengalamannya yang pahit tentang pendidikan, kisah cinta yang terlalu dilebih-lebihkan, misalnya. Itu tidak memberikan pencerahan terhadap bangsa. Tapi kalau penulis ingin memberikan pencerahan, dia harus melihat ke belakang," ungkap &lt;br /&gt;putra pasangan Suardi Katik Batuah dengan Rosnadiar ini menjelaskan alasan ketertarikannya menulis novel sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaanya dengan Pram, bukan cuma dalam membangun kemegahan. Banyak hal lainnya. Pram menurutnya terlalu sibuk dengan Jawa dan melupakan Indonesia yang lain. Sedang Es Ito, membangun Indonesia. Menampilkannya dalam kesatuan bangsa yang utuh dalam satu entitas yang terbentuk sejak berpuluh-puluh abad silam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pram, menurut ES Ito tidak mencoba mengangkat bagian lain dari Indonesia untuk memberikan semangat perlawannan. Dia menafikan peran suku bangsa lain dalam mendirikan republik ini. Pram dalam novelnya bicara tentang medan priyayi, dan itu sangat Jawa. Tidak semua suku bangsa memiliki penulis. Tidak ada orang Papua, Bugis dan lainnya yang jadi penulis terkenal. Siapa yang akan mengangkat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana feel (perasaan) orang Papua terhadap republik ini, jika dia tidak menjadi bagian dari entitas budaya republik ini. Tidak ada yang bisa memastikan kalau Papua satu nasionalisme dengan suku bangsa lainnya, seperti jawa yang digambarkan Pram. Harus ada yang memulai. Karena, sejarah berada pada posisi berbeda. Waktu tidaklah linear. Waktu itu acak. Apa yang terjadi dimasa lampau bisa saja terjadi dimasa &lt;br /&gt;mendatang. Sejarah bukan sesuatu yang hilang ditelan begitu oleh waktu. Menulis sejarah berarti memprediksi masa depan. Dan tugas seorang penulis adalah menggariskan masa depan. Tugas ini belum banyak yang mengambilnya," kata ES Ito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menolak disamakan dengan Dan Brown, penulis novel fenomenal Da Vinci Code. Meski diakuinya memiliki gaya penceriataan yang sama, namun dia menolak mengekor Brown. Dikatakan ES Ito perbedaan mendasarnya dengan Brown adalah, Brown mengangkat isu-isu kuno soal agama. Novelnya menjadi menarik karena menyentuh standar moral seseorang soal agama. Sedang dia, mencipatan dunia baru, membuat  peradaban baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya memperkenalkan Indonesia pada dunia secara utuh. Brown tidak. Dia hanya mempromosikan sesuatu yang sudah terjadi dimasa lalu. Konflik agama. Itu lumrah," ujarnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa tugas seorang penulis sebenarnya? Penulis, kata Ito, harus memberikan kesadaran baru kepada masyarakat, membengkokan peradaban. Itulah yang dilakukan Maxim Gorki yang menginspirasi revolusi Bolsyevik tahun 1917 lewat Novel Ibunda yang ditulisnya pada 1906. Itu juga yang dilakukan Pram dengan tetraloginya, walau semua tahu, itu tidak memberikan dampak politik apa-apa bagi Indonesia, kecuali Partai Rakyat Demokratik (PRD). Itu juga yang dilakukan penulis Ceko yang menumbangkan Rezim Sosialis di Ceko. Kata-kata mereka jauh lebih kuat dari tank-tank Soviet yang ada di Ceko.(&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;nto&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-2812642065241228310?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/2812642065241228310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=2812642065241228310&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2812642065241228310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2812642065241228310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/11/mengenal-es-ito-penulis-novel-rahasia.html' title='Mengenal Es Ito, Penulis Novel Rahasia Meede (1)'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-6891799495754098236</id><published>2007-11-12T21:47:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:36.131+07:00</updated><title type='text'>Arena Book Fair III   : Boyong Toko Sampai Bursa Buku Murah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06yR-5VYdI/AAAAAAAAAH8/FyTvuALbwPY/s1600-h/bookfair+copy.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06yR-5VYdI/AAAAAAAAAH8/FyTvuALbwPY/s320/bookfair+copy.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138240246887309778" /&gt;&lt;/a&gt;Di hari kedua pelaksanaannya, ratusan pengunjung memadati arena Book Fair III di Gedung Bagindo Aziz. Janji akan adanya diskon seperti yang dikatakan panitia memang benar adanya. Semua stand yang mengisi arena memberikan diskon yang berbeda. Bahkan ada yang memajang tulisan "bursa buku murah Rp 10.000".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari puluhan stand yang ada, kehadiran toko buku Gramedia tentu saja menarik perhatian. Selain satu-satunya toko buku terbesar di Sumbar, Garmadia juga memboyong semua jenis koleksinya ke arena ini. Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya 5000 eksemplar dari 30 group/jenis koleksi buku didatangkan ke Bagindo Aziz Chan. Demikian juga dari segi tempat, separuh bagian tengah Gedung Bagindo Aziz Chan ini jadi miliknya Gramedia.&lt;div class="fullpost"&gt;" Gramedia boyong tokonya," itulah komentar Naini (40), ibu rumah tangga ketika diminta komentarnya soal stand Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Naini yang datang bersama putranya ini tentu saja tidak salah. Selain lokasi yang lebih besar, susunan dan konfigurasi koleksi buku Gramedia memang dibuat sebagaimana biasa kita saksikan di tokonya. Semua koleksi dipajang di rak-rak buku yang diisi pada kedua belah sisinya. Begitu juga buku-buku baru, disusun rapi di atas meja sembari ada kalimat buku baru diatasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan pelayanannya, tidak ada perbedaan. Semuanya dilakukan ala Gramedia. "Semuanya memang ciri khasnya Gramedia. Mulai dari susunan buku, pelayanan dan semunya sama," kata Penanggungjawab stand Gramedia, Waluyo, yang diwawancarai disela-sela kesibukannya melayani penggungjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan boyong toko. Pada mulanya kami dapat tempat separuh dari besar yang sekarang. Tetapi panita menawarkan yang separuhnya lagi, kebetulan waktu itu masih kosong. Jadilah kami dapat yang lebih luas," terang Waluyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua hari berpameran, buku yang paling laris diburu pembeli adalah Tetralogi Laskar Pelangi karangan Andrea Hiraka. Selama dua hari itu, buku yang menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;best seller&lt;/span&gt; nasional ini habis terjual 200 eksemplar. Pernyatan Waluyo soal laskar Pelangi, terbukti. Hanya dalam beberapa saat saja, saya sudah melihat beberapa perempuan mengapit buku itu. Salah satu diantaranya mengatakan dia tertarik membaca novel ini karena diangkat dari kisah nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketertarikannya untuk membeli buku Laksar Pelangi bertambah ketika acara Talk Show Kick Andys di Metro TV mengulas kisah ini dalam salah satu episodenya. "Kisah Laskar Pelangi sangat menggugah. Saya belum memang belum baca bukunya, tapi sudah tahu kisahnya. Beberapa teman rekomendasikan juga, di Kick Andy juga pernah diulas," kata Rina (22) mahasiswi UNP. Sesaat setelah ditinggalkan, Rina masih menimang-nimang buku ber&lt;span style="font-style:italic;"&gt;cover&lt;/span&gt; merah dan dibungkus plastik ini. Dia mengaku masih ragu apakah mengambil buku pertama dari Laskar Pelangi, atau buku ketiganya, Edensor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waluyo menambahkan semua buku yang dipajang di arena tersebut diberi diskon beragam, meski tidak tertulis kata-kata diskon diatasnya. "Rugi mas kalau tidak beli  sekarang, kalau di toko tidak ada diskon lagi. Hanya khusus disini, itu pun sampai 18 November saja," Waluyo menggelitik keinginan saya untuk membeli buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kali diberi sugesti, membuat saya takluk dan merogoh saku. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya putuskan mengambil dua buku (awalnya tidak berniat mau beli), yaitu buku ke tiga Andrea Hiraka, "Edensor" dan buku ES Ito, "Rahasia Meede". Siapapun orangnya, jika dia penggila buku, pasti akan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngiler&lt;/span&gt; melihat buku-buku bagus yang dipajang di arena ini. Apalagi ada buku yang dijual nyaris dalam bentuk kiloan, hanya Rp 10.000/buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah toko buku Al Fitrah yang menempuh cara itu. Disetiap tumpukan bukunya, penjual memasang kata-kata "harga murah hanya Rp 10 ribu". Itu pun belum semunya, beberapa buku juga diberi diskon sampai 50 %. Bahkan ada buku yang di stand ini didiskon, tapi di stand lainnya dijual dengan harga normal. "Gila diskonnya nyampe 50%," ungkap Nita (21), sembari memperlihatkan buku Becoming Star karya Teguh Winarno kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bursa buku murah dan diskon besar-besarn bukan hanya milik satu stand. Hampir semua stand yang ada, mencoba menggaet pembeli lewat cara itu. "Jarang-jarang ada buku murah. Mumpung sedang ada Book Fair, puas-puasin aja," ujar Feri (29), salah seorang pengunjung. Ditangan pria yang datang bersama istri ini sudah mengantongi sedikitnya empat buku dengan judul yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Book Fair III ini digelar dari 10-18 November 2007 di Gedung Bagindo Aziz Chan. Selain pameran buku, panitia juga mengagendakan hadirnya dua penulis yang tengah naik daun di jagad perbukuan Indonesia. Yaitu Habiburrahman El Shirazy (penulis ayat-ayat cinta) dan ES Ito (penulis Rahasia Meede). Selain itu juga akan ada  acara lainnya yaitu lomba celoteh anak, lomba presenter menuju Detak Sumbar oleh Padang TV, lomba baca puisi, lomba dongeng guru TK, lomba mewarnai antartaman kanak-kanak (TK), serta lomba ceramah soal membaca dan buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan beragam suguhan acara ini, rugi rasanya kalau anda tidak berkunjung ke arena pameran buku terbesar di Sumbar ini. Tertarik? datangin aja langsung.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-6891799495754098236?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/6891799495754098236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=6891799495754098236&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/6891799495754098236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/6891799495754098236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/11/arena-book-fair-iii-boyong-toko-sampai.html' title='Arena Book Fair III   : Boyong Toko Sampai Bursa Buku Murah'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06yR-5VYdI/AAAAAAAAAH8/FyTvuALbwPY/s72-c/bookfair+copy.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-1587740760803021912</id><published>2007-11-10T19:45:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:36.293+07:00</updated><title type='text'>Memainkan Si Bubuk Hitam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06viu5VYcI/AAAAAAAAAH0/Gw8ZIuI20iU/s1600-h/GRAFIS-BOM-MELEDAK-05-11.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06viu5VYcI/AAAAAAAAAH0/Gw8ZIuI20iU/s320/GRAFIS-BOM-MELEDAK-05-11.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138237236115235266" /&gt;&lt;/a&gt;Sore itu, Syafrigun (33) warga Rt III/VI Teluk Nibuang Kelurahan Gates Kecamatan Lubuk Begalung Padang, sedang asyik-asyiknya mengaduk campuran bahan kimia, potasium, belereng, timah putih dan sedikit gula. Satu demi satu adonan itu dimasukan ke dalam potongan paralon yang sudah disediakan sebelumnya. Semilir angin laut sore itu menelusup masuk lewat jeruji jendela kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba sebuah percikan api memicu terjadinya ledakan. Adonan yang tadi diracik seketika berubah menjadi senjata pembunuh. Syafrigun kaget, tapi sudah sangat terlambat sekali. Ledakan hebat menguncang dan kemudian mengoyak-ngoyak tubuh laki-laki ini. Dia yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan terlempar beberapa meter, dan menghembuskan nafas terakhirnya. Bom ikan (bubuk hitam/black powder) yang saat itu dirakitnya meledak pukul 4 sore.&lt;div class="fullpost"&gt;Peristiwa naas ini tidak akan pernah dilupakan warga sekitar, terutama keluarga dan istri korban, Martaliza (27). Begitu mengetahui peristiwa tersebut, ibu dengan tiga anak ini langsung bertolak dari rumahnya di Jorong Biteh Kenagarian Kacang Singkarak Kecamatan Sapuluah Koto Dibawah Kabupaten Solok. Namun tidak banyak yang bisa dikorek dari ibu Dana (3), Adep (9) dan Icha (8) ini soal aktifitas suaminya. Selama yang diketahuinya, Sayfrigun hanya seorang nelayan biasa. Dia bahkan tak menyangka kalau laki-laki yang telah memberinya tiga putra ini bisa merakit bom ikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Yang wak tahu, abang hanyo nelayan sajo. Sadang untuak marakik bom apolai mambom lauik yo dak tahu awak do,"&lt;/span&gt; ucapnya lirih. Saat itu dia tengah mendampingi putra bungsunya, Dana yang tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasyatnya ledakan yang menewaskan Syafrigun ini setidaknya tergambar dari ucapan tetangga korban, Ida (45). Saat ditemui beberapa saat terjadinya ledakan, Ida masih terlihat shock. Ini wajar, mengingat ledakan hebat tersebut menyebabkan dinding kamar mandi dan dapur rumahnya nyaris jebol. Saat suara dentuman terjadi, Ida sedang memasak di dapur. Dia tidak menyangka kalau itu berasal dari bom. Sebelumnya dia berfikir kalau ada pesawat jatuh menimpa atap rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitu terdengar suara itu, saya langsung berlari keluar rumah. Kemudian baru  menuju kearah suara tersebut. Saya melihat kamar yang ditempati Syafrigun sudah rubuh. Ada asap hitam yang mengepul," kata Ida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Ida itu dibenarkan tetangga lainnya, Ir (30). "Saya sedang di luar rumah, tiba-tiba terdengar ledakan, lalu saya berlari ke belakang. Saya melihat ada asap keluar dari tempat itu," ujar Ir (30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Rt III/VI, Indra Sakti dilokasi kejadian mengatakan, ledakan itu bahkan bisa didengarnya dari jarak 500 meter. "Rumah saya berjarak 500 meter dari tempat ini. Saat terjadi ledakan saya sedang dirumah, suaranya keras terdengar," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti lain yang menggambarkan hebatnya ledakan itu juga bisa dilihat dari kondisi rumah korban. Atap, dinding dan beberapa perabotan yang ada didalam kamar tempat dia meracik bom ikan itu nyaris hancur. Bahkan salah satu bagian dinding rumah tetangga korban juga mengalami keretakan dan satu jendela kacanya pecah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aparat kepolisian yang meluncur ke TKP sesat setelah ledakan menemukan beberapa barang bukti. Dikamar tempat Syafrigun merakit bom ikan itu, didapatkan dua potong paralon, satu kompresor, beberapa bongkahan belerang dan satu bungkus rokok. Juga ditemukan satu ember plastik, satu tabung cat ukuran kecil, KTP, jam tangan dan dompetnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang korban sendiri baru ditemukan setelah aparat membongkar reruntuhan kamarnya. Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan. Wajahnya nyaris tidak berbentuk. Hidung, mulut, mata dan bagian wajah lainnya hancur. Ledakan tersebut juga menyebabkan tangan dan jari-jarinya terpotong. Aparat kepolisian dilokasi kejadian, bahkan menemukan sepotong tulang yang diduga bagian dari tubuhnya. Disemua sudut kamar, dipenuhi ceceran darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Langgar Aturan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian bahan peledak dalam menagkap ikan, jelas tidak dibolehkan. Selain merusak lingkungan dan ekosistem laut, pemakaian bahan peledak juga melanggar aturan. Kecuali untuk beberapa hal, itu pun harus ada izin langsung dari Departemen Perindustrian Perdagangan dan diawasi langsung Menteri Pertahanan dan Keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian bahan peledak untuk industri atau komersial selain memiliki persyaratan khusus, juga sesuai kebutuhan perusahaan. Contohnya untuk pertambangan, bahan peledak biasanya digunakan untuk meledakkan bahan tambang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Perindag Sumbar DR Busharmaidi MS, menyebutkan hingga saat ini belum ada satu pun perusahaan, distributor maupun agen yang mengurus izin untuk mendatangkan bahan peledak maupun bahan kimia berbahaya ke Sumbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan bahan peledak diatur dalam keputusan presiden (Keppres) No 125 Tahun 1999 tentang bahan peledak. Pada pasal 1 aya 1, bahan peledak adalah bahan atau zat yang berbentuk padat, cair, gas, atau campurannya, yang apabila dikenai suatu aksi berupa panas, benturan atau gesekan akan berubah secara kimiawi menjadi zat-zat lain yang sebagian besar atau seluruhnya berbentuk gas, dan perubahan tersebut berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, disertai efek dan tekanan yang sangat tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pasal 1 ayat 3 bahan peledak untuk kepentingan militer dan kepentingan industri (komersial) ditetapkan Menteri Pertahanan Keamanan, dengan memperhatikan pertimbangan menteri yang bertanggung jawab di bidang perindustrian, perdagangan, dan kesehatan. Dan pada pasal 3, Menteri Pertahanan Keamanan menetapkan persyaratan badan usaha setelah mendapat pertimbangan dari menteri yang bertanggung jawab di bidang keuangan, perindustrian, perdagangan dan kesehatan serta Kepala Kepolisian Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan adanya Keppres ini, sudah jelas penggunaan dan perizinan bahan peledak sangat ketat. Kalau ada nelayan yang bisa mendapatkan bahan itu, kemudian meraciknya untuk dijadikan bom ikan, hal ini pantas untuk dipertanyakan. Bagaimana bisa mereka mendapatkannya," tandas Busharmaidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi masuknya bahan-bahan kimia itu, pihaknya telah mengirimkan tim dari bidang perdagangan dalam negeri, untuk mencek apakah ada distributor Jakarta yang mendistribiskannya ke Sumbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dilakukan Sweaping&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengantisipasi peredaran bahan kimia pembuat bom ikan, Kapoltabes Padang Kombes Pol Drs Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan pihaknya telah melakukan sweaping (penyisiran) di toko-toko yang diduga menjadi pemasok bahan baku bom. Beberapa toko yang dicurigai menjadi mata rantai pasokan bahan kimia itu sudah digeledah, namun belum ditemukan hal-hal yang mencurigakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dugaan sementara kata Tri Agus Heru Prasetyo, bahan baku bom yang menewaskan Syafrigun itu berasal dari Singkarak Kabupaten Solok. Ini dikuatkan dengan ditemukannya dua buah bom ikan di sebuah rumah di nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok, beberapa waktu lalu. Namun sayang, "B" (50) yang diduga kuat sebagai pemilik bahan peledak itu tersebut keburu kabur dan menjadi buronan polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya toko yang disweaping. Aparat juga akan menyisir toko-toko obat dan apotik yang kemungkinan besar memiliki dan menjual bahan-bahan dasar bom ikan itu. Kedepan, aparat, kata Tri Agus, akan lebih memperketat masuknya bahan berbahaya tersebut ke Kota Padang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun kepada masyarakat kita minta untuk tidak lagi melakukan pengeboman ikan. Selain melanggar undang-udang, juga membahayakan diri sendiri dan orang lain," tandas Tri Agus.(**)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-1587740760803021912?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/1587740760803021912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=1587740760803021912&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/1587740760803021912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/1587740760803021912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/11/sore-itu-syafrigun-33-warga-rt-iiivi.html' title='Memainkan Si Bubuk Hitam'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06viu5VYcI/AAAAAAAAAH0/Gw8ZIuI20iU/s72-c/GRAFIS-BOM-MELEDAK-05-11.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-2498063043869059306</id><published>2007-11-08T18:53:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:36.525+07:00</updated><title type='text'>Tsunami 5 Meter ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06s--5VYaI/AAAAAAAAAHk/bv4HurmVvzQ/s1600-h/tsunami.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06s--5VYaI/AAAAAAAAAHk/bv4HurmVvzQ/s320/tsunami.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138234422911656354" /&gt;&lt;/a&gt;Padang memang berpotensi terjadinya gempa dan Tsunami. Namun kabar menyejukan datang dari Ahli geologi dari Pusat Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Danny Hilman Natawidjaja. Rang sumando minang ini mengatakan kalaupun terjadi tsunami di Kota bingkuang, skenario paling buruk hanya setinggi 5 meter saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyatan ahli gempa yang sudah meneliti perkembangan gempa Mentawai sejak 15 tahun silam ini sekaligus bantahan prediksi ahli Jerman (sebagimana yang pernah di ekspos Walikota Padang sebelumnya) yang mengatakan Tsunami di Kota Padang bisa mencapai tinggi 20 meter.&lt;div class="fullpost"&gt;"Kondisi paling buruk hanya setinggi 5 meter saja. Itupun secara ilmiah sangat tidak mungkin tercapai. Kondisi paling moderat hanya 4 meter saja. Gelombang Tsunami 5 meter itu terjadi jika pergerakan gempa sejauh 20 meter," kata Danny Hilman Natawidjaja dalam silaturahmi bersama wakil walikota Padang, Drs Yusman Kasim, dirumah dinas wakil walikota, Rabu malam (7/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan rang sumando Minang ini pergerakan lempeng Australia yang berada di belakang pulau Mentawai terhadap lempeng eurasia yang ada diantara Padang dan &lt;br /&gt;Mentawai hanya 5 cm/tahun. Dalam rentang 200 tahun ini, artinya pergerakan lempeng itu hanya 10 meter saja. Dengan asumsi seperti itu, artinya secara ilmiah sangat tidak memungkinkan tinggi gelombang 5 meter, karena untuk menghasilkan gelombang 5 meter dibutuhkan ayunan lempeng sejauh 20 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danny mengatakan dari kajian ilmiah pihaknya, gempa raksasa yang "bertapa" sejak terakhir bangun di tahun 1797 dan 1833 ternyata belum sepenuhnya terusik. Hal ini terlihat dari hasil plotting dari gempa-gempa yang sudah terjadi, dan tampaknya baru melepaskan akumulasi energi yang terkumpul di bagian pinggiran saja. Gempa yang bermula dari kakinya di ujung selatan (Bengkulu-red), sekarang ini terlihat menyebar dan mengepung bagian badan dan kepala "sang raksasa", yakni di bawah Pulau Siberut, Sipora dan Pagai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berdasarkan prediksi saya kondisi Padang cukup mengkawatirkan dengan probabilitas terjadinya gempa dan tsunami 60 %. Potensi gempa akan terjadi Pulau Siberut, Sipora dan Pagai utara (didepan Kota Padang-red). Namun ibarat hujan, tidak seorang pun yang bisa memprediksinya. Bisa saja besok, sebulan lagi, bisa jadi setahun atau tiga puluh tahun lagi seeprti jarak gempa 1797 dengan 1833 lalu" tandas Danny yang saat itu didampingi koordinator Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar, Ir Ade Edward.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak gempa berkekuatan 7,9 SR mengguncang Sumbar 13 September silam, sudah ribuan kali terjadi gempa susulan. Disebutkannya, gempa susulan itu akan terus terjadi dengan kekuatan yang terus menurun, bahkan sampai setahun setelahnya.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana sebuah gempa disebut gempa susulan? Dijelaskannya, pada saat terjadinya gempa berskala magnitudo 8,4 di Bengkulu beberapa waktu silam, diperkirakan meluluhlantakkan zona batas lempeng di bawah wilayah antara Pulau Enggano dan Pagai seluas lebih kurang 300 x 100 km2 dan menggerakkan bumi di atasnya beberapa meter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah gempa yang terjadi disekitar area 300 x 100 km2 itu adalah gempa susulan. Namun jika suatu waktu ada gempa yang lebih kuat dari itu, artinya gempa yang kecil-kecil ini adalah gempa pendahuluan. Kalau terjadi gempa yang lebih besar, kekuatannya diprediksi hanya 8,5-8,9 SR saja," imbuh bapak dengan satu anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa yang harus dilakukan masyarakat? Danny menilai kejadian gempa yang sudah berulang kali mengguncang kota ini setidaknya telah mendidik masyarakat untuk bertindak. Masyarakat sudah bisa mengambil keputusan begitu merasakan kekuatan gempa yang lebih besar dari gempa 13 September silam. "Masyarakat Padang pantas bersyukur. Soalnya dari segi kematangan, lebih matang Mentawai. Namun kenyataannya pasca Aceh yang terjadi duluan justru Nias, karena dekat dengan Aceh," tambahnya.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-2498063043869059306?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/2498063043869059306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=2498063043869059306&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2498063043869059306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2498063043869059306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/11/tsunami-5-meter.html' title='Tsunami 5 Meter ?'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06s--5VYaI/AAAAAAAAAHk/bv4HurmVvzQ/s72-c/tsunami.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-3994128695272887560</id><published>2007-11-08T18:49:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:36.627+07:00</updated><title type='text'>Kisruh Camat Luki : Mendadak Hero</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06o1O5VYZI/AAAAAAAAAHc/40V3ZobzMM8/s1600-h/camat+luki+mau+ke+kantor+balaikota+menemui+sekda+firdaus+k+(1)+copy.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06o1O5VYZI/AAAAAAAAAHc/40V3ZobzMM8/s320/camat+luki+mau+ke+kantor+balaikota+menemui+sekda+firdaus+k+(1)+copy.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138229857361420690" /&gt;&lt;/a&gt;Ini mungkin yang pertama kalinya terjadi di Kota Padang. Ratusan warga "menyandera" camatnya. Mereka tidak rela sang camat dipindah dan digantikan dengan camat baru. Warga beralasan masih banyak tugas rumah yang belum diselesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah camat yang dalam satu minggu terakhir ini menjadi pemberitaan media massa terbitan Padang? Dialah H Murlis Muhammad MHum. Camat Lubuk Kilangan ini diberhentikan secara "mendadak" oleh walikota Padang. Lewat SK Walikota Padang dengan nomor 821.21/495/SB-BKD/2007 tanggal 1 November 2007 ini, Murlis masuk dalam salah satu pejabat yang dimutasi. Camat yang mendadak menjadi hero ini beralih jabatan menjadi Kabid Pengendalian pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Padang.&lt;div class="fullpost"&gt;Pada upacara serah terima jabatan di Balaikota Padang, Senin (5/11) silam, Murlis Muhammad tidak hadir. Setelah ditelisik lebih jauh, ternyata camat yang dikenal nyentrik ini disandera warga dikantornya di Lubuk kilangan. Saat dikunjungi, warga telah menutup pintu keluar kantornya. Hampir semua dinding kantor juga ditempeli warga dengan spanduk dan pamflet yang menyatakan penolakan pergantian camat. Bahkan ada warga yang segaja mendirikan tenda, untuk mengamankan "markas". Intinya mereka tidak rela Murlis dipindahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekdako Padang Firdaus K yang dihubungi kemudian, menyatakan maklum dengan kekecewaan warga itu. Namun disebutkannya, penagkatan pejabat adalah kewenangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat (Baperjakat) Pemko Padang. Jauh sebelumnya, Murlis Muhammad memang sudah masuk pejabat yang akan dipindahkan. Setelah  dilakukan &lt;br /&gt;evalusi, ternyata baperjakat menilai Murlis lebih cocok ditempatkan di Kabid Pengendalian BKD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaiaman semua ini bermula? Blunder pergantian Mulis Muhammad ini berawal dari aksi pemblokiran tambang PT Semen Padang oleh warga Luki, Senin (24/9) silam. Aksi yang kemudian berlanjut dengan saling lapor antara PTSP dengan Murlis Muhammad ini, merayap juga ke balaikota. Pada Jumat (28/9), Walikota Padang Drs H Fauzi Bahar MSi secara langsung memanggil Murlis ke balaikota. Sinyalemen yang berkembang akan adanya mutasi, akhirnya memang terbukti. Pada Senin (5/11) silam, Murlis resmi menempati posisi barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kisruh dan drama penyanderaan dalam prosesi pelantikan itu. Namun pada akhirnya, Murlis Muhammad "bebas" setelah  mambana kepada warganya dan menjelaskan posisinya sebagai PNS. Camat yang sudah bertugas selama satu tahun tiga Bulan di Luki itu, akhirnya memang "dilepaskan" warganya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-3994128695272887560?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/3994128695272887560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=3994128695272887560&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/3994128695272887560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/3994128695272887560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/11/kisruh-camat-luki-mendadak-hero.html' title='Kisruh Camat Luki : Mendadak Hero'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06o1O5VYZI/AAAAAAAAAHc/40V3ZobzMM8/s72-c/camat+luki+mau+ke+kantor+balaikota+menemui+sekda+firdaus+k+(1)+copy.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-4733277639665991997</id><published>2007-11-03T18:20:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:36.999+07:00</updated><title type='text'>Kematian Sebuah Kreasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06nt-5VYYI/AAAAAAAAAHU/psFU309kgeQ/s1600-h/2300-2016~The-Creation-of-Adam-c-1510-detail-Posters+copy.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06nt-5VYYI/AAAAAAAAAHU/psFU309kgeQ/s320/2300-2016~The-Creation-of-Adam-c-1510-detail-Posters+copy.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138228633295741314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kematian adalah sebuah creation. Kita tidak bisa menebak datangnya. Tidak dapat mengelaknya, namun kalau kita pahami polanya, kita bisa mengatasinya. (final Destination I)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah demikian? sepertinya tidak semunya salah. Memang tidak seorang pun yang bisa menolak kedatangannya, namun kita bisa pahami polanya. Tanggal 30 Oktober 2006, papaku Abdul Gani, kecelakaan dan meninggal dunia esok harinya 31 Oktober 2006. Pas satu minggu kemudian pada hari yang sama, kakaknya Ir Syamsuddin Analido, yang sudah terbaring selama 9 tahun akibat stroke, juga harus menghadap penciptanya.&lt;div class="fullpost"&gt;Kalau papaku anak bungsu dari delapan saudara, Syamsuddin Analido adalah anak ke empat. Dalam keluarga besar kami, nama Syamsuddin Analido cukup dikenal, meski kami jarang bersua. Sejak usia belia, dia sudah merantau ke jakarta dan menamatkan SMP disana. Keaktifan dia dalam bidang politik mengantarkan namanya sebagai ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) cabang jakarta di era 1940-an. Kecerdasan dan jiwa leadershipnya menjadi parameter ketika pemerintah Indonesia mengirimkannya ke jepang melanjutkan studi S1 di bidang Teknik Metalurgi (peleburan logam).  Di negara para samurai itu, Syamsuddin Analido sempat bekerja dan memiliki istri orang Jepang (Kemudian berpisah saat dia pulang ke Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, tahun 1995, stroke menyerangnya. Pria yang tadinya kuat ini, menjadi lemah. Selama bertahun-tahun dia hanya terkapar ditempat tidur. Tidak bisa menggerakan badan, tidak dapat berbicara, hanya mampu menggerakan mata dan sedikit mengerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata Mak Tuo (kakak tertua papa), kepergian papa dianggapnya sebagai pelopor bagi yang lainnya. Kenapa tidak, sejak beliau dipanggil setahun yang silam, sudah 7 orang keluarga besar kami yang mengikuti beliau. Yang terakhir keponakannya, Faizal, yang tanggal meninggalnya pas dengan papa. Kalau papa berpulang 30 Oktober 2006, dia 30 Oktober 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian sebuah kraesi dan prosesnya memiliki pola. Ibaratnya belum kering air mata keluarga yang satu, kematian kembali mendatangi keluarga kami. Seminggu setelah Syamsuddin, secara berturut-turut dengan waktu yang acak, tetapi hanya berselang paling lama dua bulan, kembali yang lain menyusul. Penyebabnya pun macam-macam, namun umumnya oleh stroke dan kecelakaan. Dari tujuh kematian, dua orang mengalami kecelakaan, lima disebabkan stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa dibaca dari cerita itu. Susah memang. Aku pribadi, jangankan mengetahui, menebak pola dan maksudnya saja tidak bisa. Namun aku yakin, ada sebuah jaring penghubung yang tidak kebetulan dalam kisah itu. Ada sebuah kreasi dari yang kuasa. Dalam kematian tidak ada kebetulan. Kalau kita percaya pada takdir, semua langkah, hidup, mati, jodoh kita sudah diatur. Kita hanya bisa menjalani (walau soal ini aku masih bingung, apakah kita hidup seperti boneka kayu atau kehendak bebas seperti debu di Padang Pasir).(**)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-4733277639665991997?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/4733277639665991997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=4733277639665991997&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/4733277639665991997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/4733277639665991997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/11/kematian-adalah-sebuah-creation.html' title='Kematian Sebuah Kreasi'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/R06nt-5VYYI/AAAAAAAAAHU/psFU309kgeQ/s72-c/2300-2016~The-Creation-of-Adam-c-1510-detail-Posters+copy.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-2322772698385991313</id><published>2007-10-29T22:03:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:37.333+07:00</updated><title type='text'>Longsor Batu di Bukit Turki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RyX454r612I/AAAAAAAAAGs/_9oD4-dvkB0/s1600-h/batu+longsor+2.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RyX454r612I/AAAAAAAAAGs/_9oD4-dvkB0/s320/batu+longsor+2.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126777424184006498" /&gt;&lt;/a&gt;Malam itu, Surnawati dan keluarga sedang menonton TV, ketika terdengar bunyi gemuruh dari belakang rumahnya. Dia dan anak-anaknya segera bangkit dan berlari keluar rumah. Suara gemuruh itu sudah dikenalnya. Selama 24 tahun berdiam disana, sudah tiga kali gemuruh yang sama datang.&lt;div class="fullpost"&gt;"Longsor..., longsor...," teriaknya berkali-kali dan keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama setelah keluarga ini keluar rumah, bunyi braaak terdengar keras. Ternyata sebongkah batu yang tadinya bergemuruh telah menghantam dinding batako rumah keluarga ini. Dia terdiam sesaat. Belum berani masuk. Takut kalau-kalau batu yang lain kembali jatuh. "Nyawa sangat berharga," pikirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, Senin 22 Oktober 2007, sekitar pukul 19.30 WIB. Keluarga itu kalut, takut dan was-was. Longsor batu yang terjadi malam itu membuat mereka waspada. Seusai beberapa jam diguyur hujan, batu-batu bukit dibelakang rumahnya, tiba-tiba saja  jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merasa aman, perempuan berusia 45 tahun ini, mulai bergerak ke dalam rumah. Batu seukuran meja telah menjebol dinding yang sebagian terbuat dari papan itu. TV-nya rusak. Ternyata setelah menghantam dinding, batu berwarna gelap ini terlontar ke atas tempat tidur dan kemudian menimpa tv berwarna 14 inci, satu-satunya miliki keluarga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lah 24 tahun ibuk disiko, lah tigo kali nan sarupo ko tajadi. Untung se kami sekeluarga ndak baa-baa," kata Surnawati ketika saya berkunjung ke rumahnya, Rabu (24/10), di kaki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukit Kuburan Turki Rw 01 Kelurahan Mato Aie Kecamatan Padang Selatan.&lt;br /&gt;Rumah perempuan dengan lima orang anak ini cukup sederhana. Lantainya memang terbuat dari semen, tetapi sebagian dinding rumah itu terbuat dari kayu. Atapnya pun sudah mulai menghitam dimakan usia. Di ruang depan hanya ada seperangkat kursi tamu. Dibelakangnya kursi inilah, ada dinding yang sengaja ditambal, bekas jebol dihantam longsoran batu saat gempa 13 September silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya memasuki rumah ini, batu besar tersebut sudah dikeping. Serpihannya dikumpulkan di sudut ruangan. Disana sebelumnya, kata Surnawati, ada dipan tempat anaknya tidur. Sesaat sebelum musibah itu terjadi, salah seorang anaknya sedang tidur-tiduran. Entah firasat apa, tiba-tiba saja sang anak bangkit dan pergi membeli mie instan ke warung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ndak pasti inyo lah kanai pulo," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surnawati tidak sendiri, sedikit keatas rumah Surnawati, musibah longsor batu juga menimpa rumah keluarga Liana, 50 tahun. Dinding kamar anaknya, di bagian paling belakang, jebol dihantam batu. Memang tidak ada korban jiwa, karena saat itu mereka semua juga sedang menonton tv. "Untuang hari masih sanjo, anak-anak alun tidua. Kalau tajadinyo malam, antah apo yang akan tajadi," kata Liana dengan mata berkaca-kaca saat saya temui, didampingi anak keduanya, Desmita ( 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar itu berukuran 3x4 meter. Ada lubang besar dibagian kanan dinding yang terbuat dari holowbrik tanpa plester. Batu memang tidak masuk ke dalam kamar, karena ada jarak antara dinding dengan tebing bukit. Puing-puing dinding berserakan di dalam kamar minim perabotan ini. Satu unit kipas angin kecil di sudut ruangan sepertinya rusak ditimpa puing dinding. Pecahan dinding juga menimpa kasur anaknya,--saat saya berkunjung sudah dipindahkan--.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Surnawati, keluarga Liana dengan juga keluarga miskin. Rumah yang didiaminya selama 20 tahun ini sudah tua dimakan umur. Atapnya pun buram. Di dalam rumah hanya terlihat satu unit tv hitam putih keluaran lama. Ruang tamu tanpa hiasan, hanya seperangkat kursi tamu berwarna merah. Dipintu rumah ini tertempel rumah keluarga miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apak anak-anak karajonyo di swasta," kata Liana dengan senyum getir, kata saya tanyakan pekerjaan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RyX4uIr611I/AAAAAAAAAGk/GdBr0W0kkjE/s1600-h/batu+longsor.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RyX4uIr611I/AAAAAAAAAGk/GdBr0W0kkjE/s320/batu+longsor.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126777222320543570" /&gt;&lt;/a&gt;Kejadian malam itu nyaris merenggut nyawa tiga keluarga (satu lagi keluarga Jasmon-red) di Rw 01 Kelurahan Mato Aie Kecamatan Padang Selatan ini. Bukit berbatu dibelakang rumah mereka, tegak dengan kemiringan nyaris 90 derajat. Sulit mendaki ke atas, jika kita tidak terbiasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma bukitnya yang terjal. Jalan menuju lokasi itu pun juga tidak mudah. Dari pinggir jalan raya, kita harus melewati ratusan anak tangga yang tersusun dari batu-batu gunung. Sepertinya tangga batu ini sudah lama  disusun. Warnanya sudah menghitam dan licin jika terguyur hujan. Susunanya pun tidak terlalu beraturan, seperti laiknya sebuah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendaki puluhan anak tangga yang sempit, membuat nafas kita yang tidak biasa, ngos-ngosan. Bukan cuma licin saat hujan, untuk mencapai tiga rumah itu, beberapa kali belokan tangga harus dilalui. "Awak lah biaso om, ndak payah bagai do," ucap Karim (7) anak Jasmon, salah satu korban longsor batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Oktober sampai Desember dikenal sebagai bulan hujan. Hampir setiap hari hujan mengguyur kota ini. Sebanyak 44 Kepala keluarga yang mendiami Rw 01 sekitaran pinggang bukit itu was-was dan takut. Untuk jangka panjang mereka berharap relokasi, namun saat ini warga inginkan tenda untuk berteduh jika hujan turun atau gempa menguncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak kondusif lagi disana. Mereka harus segera dipindahkan ke lokasi yang aman. Sementara waktu pemerintah harus membangun tenda untuk mereka. Kalau ada tenda, jika hujan turun mereka bisa berteduh disana," kata Wakil Ketua DPRD Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, kepada saya seusai meninjau dan berdialog dengan warga.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-2322772698385991313?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/2322772698385991313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=2322772698385991313&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2322772698385991313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2322772698385991313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/10/longsor-batu-di-bukit-turki.html' title='Longsor Batu di Bukit Turki'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RyX454r612I/AAAAAAAAAGs/_9oD4-dvkB0/s72-c/batu+longsor+2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-2895481298027156607</id><published>2007-10-06T19:34:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:38.114+07:00</updated><title type='text'>Sesat Telusupi Umat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RyxTWYr613I/AAAAAAAAAG0/682xcQfnNuY/s1600-h/demo+sesat+di+gubernur.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RyxTWYr613I/AAAAAAAAAG0/682xcQfnNuY/s320/demo+sesat+di+gubernur.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128565719717042034" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi baru saja dimulai. Kawasan Jalan Dr Sutomo Padang yang biasanya tenang dipagi hari, mendadak buncah. Ratusan orang berkumpul di halaman sebuah ruko berlantai dua di jalan itu. Mereka laki-laki dan perempuan, membawa poster bernada protes.&lt;div class="fullpost"&gt;Hari itu, Selasa (2/10) pagi. Sejak pukul 7.00 wib, massa sudah menyemuti halaman gedung itu. Jumlahnya pun terus bertambah. Mereka datang mengunakan sepeda motor dan mobil. Masa yang berkumpul segera menggelar orasi dan mengacungkan tangan. Puncaknya, massa yang terdiri dari ormas Islam, pemuda dan mahasiswa ini mendobrak pintu depan ruko yang terkunci rapat. Braakkk. Mereka masuk dan kemudian menyegel gedung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 12 penghuninya kaget. Aparat keamanan yang datang, langsung mengevakuasi mereka ke Mapoltabes Kota Padang. Upaya itu dilakukan untuk menghindari, kalau-kalau saja emosi masa terpancing dan menghakimi mereka. Lantas apa sebenarnya yang terjadi di pagi hari itu. Ternyata ratusan warga dan ormas Islam ini menggerebek markas sebuah aliran yang menamakan diri Al Qiyadah Al Islamiyah. Aliran ini telah difatwa sesat dan menyesatkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan nomor fatwa 1/Kpt.F/MUI-SB/IX/2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat angin, kabar keberadaan aliran sesat Al Qiyadah Al Islamiyah itu langsung menyebar ke tanah air. Di belahan Indonesia lainnya, keberdaan ajaran ini juga menguak. Adalah Ahmad Moshaddeq yang menjadi pemimpin ajaran ini. Kepada pengikutnya pria ini mengaku sebagai nabi dan telah menerima wahyu setelah bertapa selama 40 hari 40 malam dan memproklamirkan diri sebagai rasul menggantikan Nabi Muhammad SAW pada 23 Juli 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana ajaran ini bisa masuk ke Ranah Minang ini? Menurut bocoran dari dua calon pengikutnya, Tasmawardi dan Guspardi yang urung bergabung begitu mengetahui kesesatan ajaran itu, mengatakan ajaran ini masuk ke Padang dibawa Eri Mulyadi pada 2004. Awalnya mereka hanya menggelar pengajian biasa layaknya sebuah wirid rutin yang kerap dilakukan suatu majelis taklim di sebuah perusahaan di Kota Padang. Ajaran yang dibawa Eri Mulyadi yang merupakan kakak dari Dedi Priyadi (pemimpin Al Qiyadah di Kota Padang) ini, dalam "memperkenalkan" diri mulanya masih berpijak pada syariat Islam. Hingga beberapa bulan kemudian, barulah terungkap kejanggalan-kejanggalan ajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya, mereka menganggap shalat tidak wajib dilakukan lima waktu. Menurut ajaran ini kondisi ini sama dengan kondisi Makkiyah (atau era sebelum nabi Muhammad hijrah ke Madinah). Sehingga shalat tidak begitu diwajibkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajian yang belum punya nama ini, pada 23 Juli 2006 barulah mendeklarasikan diri dengan nama Al Qiyadah Al Islamiyah, yang mempunyai syahadat sendiri dan menjadikan Ahmad Mushaddeq sebagai nabi dengan penyebutan Al Masih Al Maud. Sejak itu dimulailah perioderisasi penyebaran ajaran yanag didasarkan fase-fase yang mereka ciptakan sendiri.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpIB5fNpeI/AAAAAAAAAF4/fKgnwspe7c4/s1600-h/ajaran+sesat+didemo+copy.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpIB5fNpeI/AAAAAAAAAF4/fKgnwspe7c4/s320/ajaran+sesat+didemo+copy.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118983123908797922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fase pertama adalah fase sembunyi-sembunyi. Mereka menyebarkan ajarannya dari rumah ke rumah. Setelah pengikut mulai banyak, masuk ke fase jahran (membuka diri). Di fase ini mereka terang-terangan menyebarkan ajarannya, termasuk melalui surat elektronik (email). Lalu ada fase hijrah (pindah), kemudian fase perang untuk memerangi semua umat beragama lainnya yang bagi mereka adalah sesat. Setelah itu ada fase kemenangan dan berakhir dengan fase membentuk pemerintahan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saat ini, bisa disimpulkan mereka masih berada pada fase membuka diri, hingga akhirnya kesesatan mereka terungkap dan menjadi pemberitaan di mana-mana. Dalam fase membuka diri, penyebaran ajaran yang mereka lakukan di Padang, dilaksanakan dengan mewajibkan para pengikutnya untuk mendapatkan satu pengikut baru tiap bulannya. Ditaksir, saat ini ada sekitar 2000-an pengikut Al Qiyadah yang tersebar di berbagai daerah yang ada di Sumbar. Aliran ini telah "mengembangkan sayap" ke Pesisir Selatan, Pasaman, Pariaman meliputi Kayu Tanam dan Lubuak Aluang, Solok dan Kota Padang. Bahkan pengikut yang ada di Padang menebar jaringan pula ke Muaro Bungo, Jambi dan Palembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan pengikut baru ini, tak jarang mereka memaksa orang tua atau keluarganya untuk bergabung. Maka jangan heran bila ada anak yang melawan orang tuanya karena "ogah" bergabung dengan "kebenaran" versi mereka itu. Bagi anak yang hidup mapan, orang tua yang tinggal bersamanya akan diusir. Atau bila dia masih tinggal dengan orang tua, maka pilihannya adalah kabur dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana orang-orang bisa begitu mudah mempercayai ajaran ini? Menurut Tasmawardi, itu disebabkan kurangnya pemahaman yang bersangkutan atas Islam yang telah dianutnya. Selain itu pengaruh pergaulan dan lingkungan tempat kerja serta keinginan untuk mencari kebenaran agama juga tidak bisa dinafikan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alasan untuk mencari kebenaran ini setidaknya terungkap dari mulut Mardimin (43), yang menyatakan tobat dan kembali mengucapkan syahadat, Kamis (1/11) lalu. Warga Blob B Perumahan Ulu Gadut Padang ini, awalnya dikenal warga sebagai imam masjid di kompleknya. Beberapa warga yang sempat ditemui disela-sela prosesi pensyahadatan di Masjid Darul Ulum Blok B Perumahan Ulu Gadut mengatakan sebelum mengikuti ajaran tersebut, Mardimin adalah alim dalam arti yang sebenarnya. Selain menjadi imam sholat berjamaah di masjid, pria yang sehari-harinya menjadi PNS di Universitas Andalas ini juga seorang mubaliq. Kerap kali dia memberikan wejangan agama kepada masyarakat.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RyxVAYr614I/AAAAAAAAAG8/QVmY7lQvqE8/s1600-h/tobat+sesat.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RyxVAYr614I/AAAAAAAAAG8/QVmY7lQvqE8/s320/tobat+sesat.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128567540783175554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun 10 bulan yang lalu, sikap Mardimin mulai berubah. Dia yang biasanya menjadi imam, mulai tidak lagi melakukan sholat jamaah. Bahkan datang ke masjid pun sudah mulai jarang. Begitu juga dengan sholat subuh bersama. Nyaris sejak menjadi pengikut ajaran itu, Mardimin memisahkan diri dari kegiatan agama warga. Puncaknya, pertengahan ramadhan 1428 H yang lalu, Mardimin dan keluarganya mengadakan pengajian dengan sesama pengkut Al Qiyadah Al Islamiyah lainnya di kediaman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa warga di Masjid Darul Ulum menduga perkenalan Mardimin dengan ajaran sesat itu dimulai di lingkungan tempat dia bekerja. Ketika ditanyakan warga, Mardimin mengatakan dia hanya ingin mendalami agama dan mencari kebenaran. Hanya itu. "Sejak sikap dia mulai berubah, kami mulai curiga. Suatu waktu seusai sholat subuh, kami mengajak dia lari pagi. Saat itulah kami tanyakan, bahkan sempat terjadi perdebatan dengan warga waktu itu. Dia mengatakan, hanya ingin mencari kebenaran dan mendalami agama," kata Ketua RW 1 Blok B Ulu Gadut Padang, Drs Suhandal Muktar MM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pendekatan persuasif dilakukan warga. Walaupun meyakini ajaran yang diduga sesat, warga kata Suhandal tidak pernah mengucilkan Mardimin. Pergaulan sehari-hari dilakukan seperti biasanya, hanya saja disela-sela kehidupan sehari-hari itu, mereka tetap berusaha memberikan masukan dan mencoba menarik Mardimin kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya keras ini pun kemudian membuahkan hasil. Pada Kamis, 11 November 2007 silam, Mardimin berserta Istrinya Yurniati (40), anak sulungnya Ari (15) dan satu orang pembantunya, Sarah (13), melafazkan syahadatin kembali. Disaksikan ratusan warga yang memadati masjid itu, Mardimin sekeluarga dipandu oleh ketua bidang fatwa MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, untuk mengucapkan syahadat kembali. Disaksikan warga, Mardimin menyatakan tidak mengakui lagi seluruh ajaran Ahmad Mushaddeq ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini satu hal yang luar biasa bagi saya dan keluarga, ini peritiwa yang sakral bagi kami. Saya sudah terlalu jauh berjalan mencari kebenaran. Dan sekarang saya kembali lagi ke jamaah dimana saya pernah bersama mereka. Saya akan berusaha menarik teman-teman saya yang lain untuk kembali ke jalan Islam," kata Mardimin didepan para jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak media massa gencar memberitakan tentang ajaran ini, satu demi satu pengikut Al Qiyadah Al lslamiyah di Kota Padang meyatakan tobat dan keluar dari ajaran ini. Sebelum Mardimin sekeluarga, pengucapan syahadat kembali juga dilakukan Rinto Widjaya, Ayu, Dasril Darwin, Rustam E dan pengikut lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua bidang Fatwa MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar mengatakan dengan pengucapakn kembali kalimat syahdat itu, mereka kembali menjadi muslim. Dosen IAIN Imam Bonjol Padang ini meminta setiap umat muslim menerima mereka kembali sebagaimana biasanya. "Maka itu bagi mereka yang sudah mengucapkan syahadat kembali, dan menemui keraguan-keraguan yang sulit dicari jawabannya, MUI selalu membuka diri," kata Gusrizal Gazahar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua, kita sebagai umat muslim tetap harus waspada. Karena aliran sesat dan menyesatkan ini bukan hanya Al Qiyadah Al Islamiyah. Kalau boleh dikatakan ajaran sesat sekarang sedang menjadi tren. Belum selesai yang satu, sudah muncul yang lainnya. Setidaknya, ada beberapa ajaran yang sudah di fatwa MUI sesat seperti Ahmadiyah, Darul Arqom, Islam Jamaah/Darul Hadits, LDII, NII Al Zaytun, Baha'i, Lembaga Kerasulan, Mahesa Kurung, Isa Bugis, Kerajaan Tuhan, Al Qur'an Suci dan banyak lagi, termasuk Jamiyatul Islamiyah yang sempat bikin heboh Kota Padang pada Oktober 2006 silam. (****)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesesatan Al Qiyadah Al Islamiyah&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan fatwa MUI No 1/Kpt.F/MUI-SB/IX/2007, terdapat sembilan ajarannya yang bertentangan dengan ajaran Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RyxVcIr615I/AAAAAAAAAHE/I6YnAdrogJU/s1600-h/buku+aliran+sasek.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RyxVcIr615I/AAAAAAAAAHE/I6YnAdrogJU/s320/buku+aliran+sasek.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128568017524545426" /&gt;&lt;/a&gt;1. Al Qiyadah Islamiyah mengubah syahadatain dari yang seharusnya “asyhadu alla ilha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah menjadi Asyhadu alla ilaha illallah wa asyahadu anna masihal mau’udar Rasulullah”, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aliran ini  mengingkari kewajiban lima waktu, bagi mereka shalat yang wajib hanya qiyamulail saja (sholat malam), &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menyakini adanya rasul setelah Rasulullah Muhammad SAW yaitu al-masih al-mau’ud (al masih yang dijanjikan), yang mengiklankan diri pada tanggal 23 Juli 2006 di Gunung Bunder Bogor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Al-Qiyadah al-Islamiyah memandang umat lain yang tidak masuk anggotanya sebagai orang musyrik dan najis, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Aliran ini mengingkari Sunah Rasul atau hadist Nabi Muhammad secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menyakini bahwa peran kerasulan Muhammad SAW sudah berakhir dengan kematiannya, dan digantikan dengan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Rasul al Masih al Mau-ud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mereka juga melakukan penafsiran Alquran menurut hawa nafsu tidak mengikuti kaidah-kaidah bahasa Arab dan kaidah ilmu tafsir seperti surat Al –A’raf ayat 185 digunakan sebagai alasan menolak hadist atau sunnah nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Aliran ini dalam ajarannya telah mencampur adukan antara Islam dan Injil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Aliran ini menyebarkan gerakkan yang berpotensi memecah belah umat karena dalam ajarannya mereka terdapat lima fase gerakan perjuangannya salah satunya ada fase qital (memerangi orang yang tidak masuk dalam kelompok mereka).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-2895481298027156607?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/2895481298027156607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=2895481298027156607&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2895481298027156607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2895481298027156607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/10/ditelusup-ajaran-sesat.html' title='Sesat Telusupi Umat'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RyxTWYr613I/AAAAAAAAAG0/682xcQfnNuY/s72-c/demo+sesat+di+gubernur.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-8237720616109361816</id><published>2007-09-29T14:14:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:38.299+07:00</updated><title type='text'>Data Gempa yang Terus Bergetar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpIo5fNpfI/AAAAAAAAAGA/RIrZbrGaLsY/s1600-h/kecamatan+linggo+sari+baganti+gempa+(25).gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpIo5fNpfI/AAAAAAAAAGA/RIrZbrGaLsY/s320/kecamatan+linggo+sari+baganti+gempa+(25).gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118983793923696114" /&gt;&lt;/a&gt;Bumi tiba-tiba berguncang. Bangunan dan pepohonan terhuyun-huyun. Warga yang sedang menikmati pagi hari itu, sontak panik. Mereka tiba-tiba berhamburan keluar ruangan. Pengendara yang sedang melaju, segera meminggirkan kendaraannya. Teriak takbir "Allah Huakbar...Allah Huakbar, terdengar mendesis dari mulut setiap orang. Sumbar sedang diguncang gempa. Saat itu, Kamis (13/9), umat muslim sedang berada dalam suasana ramadhan hari pertama. Ujian datang tanpa mengenal waktu.&lt;div class="fullpost"&gt;Jalanan yang tadinya sepi, mendadak dipenuhi kendaraan. Dengan berkain sarung dan muka yang tidak sempat di cuci, warga berlarian meninggalkan rumahnya masing-masing. Beberapa orang tampak terguncang. Wajar, karena beberapa jam sebelumnya, mereka "terpaksa" harus bangun lebih pagi untuk sahur pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa dengan kekuatan diatas 7 SR ini, menyebabkan kerusakan di berbagai bangunan diberbagai kabupaten di Sumbar. Menurut catatan Satkorlak Sumbra, Peisisir Selatan dan Mentawai menjadi kabupaten terparah terkena bencana ini. Duka kembali menghampiri Ranah Minang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa telah usai? lantas sekarang apa? Beberapa hari pasca gempa kamis pagi itu, Satkorlak Sumbar mulai merilis data. Gempa dengan kekuatan 7,9 SR itu menyebakan 13.966 rumah rusak di Pessel, 4.789 di Kepulauan Mentawai, 2.334 di Padang Pariaman dan 3.318 di kota Padang atau total kerusakannya 24,825 rumah di seluruh Sumbar. Jika dikonversikan dengan uang, bencana kali ini mengakibatkan kerugian mencapai Rp 1,452 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal data, kita bicara soal bantuan. Karena kevalidan data menjadi acuan besarnya bantuan yang akan dikucurkan. Dalam kunjungannya ke Pessel, kemarin, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, memberi perhatian lebih soal data. Menurutnya, kucuran bantuan yang akan diberikan tergantung dengan kebutuhan daerah masing-masing. Secara tidak langsung, SBY mengintruksikan pemerintah daerah untuk melansir data yang valid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin belum lepas dari ingatan kita, bagaimana gempa hebat juga melanda propinsi ini, 6 Maret 2007 silam. Kondisi yang sama kembali terulang. Warga mengungsi, rumah-rumah hancur dan kepanikan di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada yang membuat kita miris. Ternyata masih ada korban gempa 6 Maret itu yang masih tidur ditenda. Mereka mengaku masih belum mendapatkan bantuan seperti yang dijanjikan. Bahkan informasi di lapangan ada bantuan yang salah sasaran. Warga yang semestinya tidak berhak mendapatkan, namun menerima juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini akan terulang pada bencana kali ini? Jawabannya bisa ya, jika pola penanganan bencana tidak komprehensif. Dalam artian, bantuan yang diberikan tidak berdasarkan kondisi dilapangan. Untuki jangka panjang, tim verifikasi independen yang terdiri dari kalangan akedemisi dan praktisi mesti dilibatkan dalam melakukan verifikasi data. Tujuannya hanya satu, dengan tim yang sama maka data yang akan didapatkan juga akan sama. Akan ada standar penilaian yang sama, apakah sebuah bangunan masuk kategori rusak parah, rusak sedang atau ringan. Besar harapannya, bantuan yang akan diberikan akan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi kerusakan yang ada.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-8237720616109361816?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/8237720616109361816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=8237720616109361816&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/8237720616109361816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/8237720616109361816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/data-gempa-yang-terus-bergetar.html' title='Data Gempa yang Terus Bergetar'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpIo5fNpfI/AAAAAAAAAGA/RIrZbrGaLsY/s72-c/kecamatan+linggo+sari+baganti+gempa+(25).gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-3045780441464210992</id><published>2007-08-29T22:25:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:38.527+07:00</updated><title type='text'>Lewat Job Fair, Gaet Masa Depan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpJlZfNpgI/AAAAAAAAAGI/bzuCmVGLY2U/s1600-h/job+fair+copy.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpJlZfNpgI/AAAAAAAAAGI/bzuCmVGLY2U/s320/job+fair+copy.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118984833305781762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"awak caliak-caliak se dulu da. Kalau cocok, baru wak masukan lamaran. Tapi dari tadi, lun adoh yang cocok lai. Ndak adoh yang sasuai dengan jurusan awak do,"&lt;/span&gt;.Kalimat itu terlontar dari mulut Rika (22), salah seorang pengunjung Job Far V di halaman kantor Gubernur Sumbar, Rabu (29/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rika adalah satu dari ribuan pencari kerja (pencaker) yang sejak pagi telah memadati sayap kanan lapangan kantor gubernur Sumbar. Alumnus jurusan kimia Universitas Andalas tahun 2007 ini tidak sendiri. Dia bersama pencaker lainnya memperebutkan 3000-an lowongan kerja yang disediakan 30 perusahaan peserta Job Fair.&lt;div class="fullpost"&gt;Sedikit kekecewaan tergurat jelas diwajahnya. Dia bersungut-sungut, karena perusahaan yang diincarnya tidak ikut dalam Job Fair tersebut. Sebagai alumnus Kimia, Rika mengimpikan bekerja di PT Semen Padang (PTSP). Soalnya, pabrik semen tertua di Indonesia ini, selain perusahaan terbesar di Sumbar juga menyediakan bidang kerja yang sesuai dengan background pendidikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Lah wak caliak lowongan-lowongan disiko, tapi ndak adoh yang untuk anak kimia. Kalau ndak adoh juo, ndak jadi wak masukan lamaran. Wak tunggu se tes PNS Oktober,"&lt;/span&gt; kata Rika yang mengampit map plastik berisi amplop berwarna kuning. Sepertinya dalam amplop itu terhimpun semua berkas yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan seperti ijazah, pas photo, kartu pencaker dan bahan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan menemukan pekerjaan yang sesuai dengan background pendidikan di arena Job fair ini, juga diimpikan Adi (24). Lulusan pertanian Unand ini, celingak-celinguk memperhatikan semua persyaratan yang diminta perusahaan. Namun lagi-lagi, pria asal Bukitinggi ini agak kecewa. Dia tidak menemukan lowongan pekerjaan yang diingininya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lebih banyak lowongan jadi TKI ke luar negeri. Kenapa perusahan perkebunan sawit yang ada di Sumbar tidak ikut serta dalam ajang ini," kata pria yang menamatkan SMA di salah satu sekolah negeri di Jakarta ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kendati tidak ada lowongan yang sesuai dengan jurusannya, Adi mengatakan dirinya akan tetap mengajukan lamaran sebagai tenaga administrasi. Ini semata-mata dilakukannya, asalkan ada pekerjaan. Sejak menamatkan studi dari Unand satu tahun lalu, dia sudah jenuh menjadu pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan keduanya yang tetap mengingikan pekerjaan sesuai jurusan awal, Esi Rahmayanti (23) yang juga lulusan pertanian Unand, justru pasrah dengan susahnya lapangan kerja saat ini. Kepada koran ini, wanita berjilbab ini siap bekerja dimana saja. Dia sadar, dengan memilih-milih pekerjaan, dia harus siap menjadi pengangguran dalam waktu lama. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Yang diatas sudah mengatur hidup kita, bagaiman nasib saya nantinya. Saya hanya tinggal jalani saja," tukas Esa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun dari sekian ribu pengunjung Job fair, tidak semuanya yang langsung membawa berkas lamaran. Irham misalnya, lulusan sejarah Unand ini datang tanpa membawa apa-apa. Kedatangnnya ke arena Job fair hanya sekedar melihat-lihat saja. Jika ada lowongan yang cocok, baru hari selanjutnya dia membawa berkas lamaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pengangguran di Sumbar terus saja meningkat. Menurut Gubernur Sumbar, Ganawan Fauzi, setiap tahun sedikitnya 16 ribu sarjana baru dihasilkan perguruan tinggi. Mereka harus bersaing dengan 264 ribu pengangguran lainnya, memperebutkan lowongan pekerjaan yang tidak seberapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data dari Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Sumbar, dari 1,981 juta orang angkatan kerja di Sumbar, sampai Juni 2007 pencaker yang tercatat mencari pekerjaan sebanyak 118,879 ribu. Ratusan ribu pencaker tersebut didominasi lulusan SMA (60,2) dan lulusan S1 (21 %). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan itu tergambar jelas dengan membludaknya pengunjung Job Fair V dihari pertama ini. Mereka rela antri sambil berpanas ria, menenteng map dan saling berdesakan, demi pekerjaan yang sering kali tidak sesuai dengan keinginan mereka.(**)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-3045780441464210992?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/3045780441464210992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=3045780441464210992&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/3045780441464210992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/3045780441464210992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/future.html' title='Lewat Job Fair, Gaet Masa Depan'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpJlZfNpgI/AAAAAAAAAGI/bzuCmVGLY2U/s72-c/job+fair+copy.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-2123937432341718024</id><published>2007-08-28T22:28:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:38.643+07:00</updated><title type='text'>Gaya Mediterania di Komplek Taman Bunga Residence</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpKIJfNphI/AAAAAAAAAGQ/4xdvkFRSA6Y/s1600-h/house2RumahYangMenjadikanku1a+copy.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpKIJfNphI/AAAAAAAAAGQ/4xdvkFRSA6Y/s320/house2RumahYangMenjadikanku1a+copy.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118985430306235922" /&gt;&lt;/a&gt;Menenemukan rumah idaman yang mewah dengan beragam fasilitas tidaklah sulit. Banyak pengembang menawarkan hal seperti itu. Tetapi apakah kemewahan saja sudah cukup. Bagaimana dengan kemanannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat maraknya kasus kejahatan di komplek perumahan, faktor keamanan justru menjadi yang utama. Setiap konsumen harus benar-benar menelisik bagaimana sistem security dikomplek itu. Sebelum membeli, harus diperhatikan benar apakah komplek itu memiliki tenaga pengaman (satpam), berapa jalur masuk dan keluar komplek. Semakin banyak jalan masuk atau keluar, biasanya makin rawan kejahatan, karena makin tidak terpantau siapa-siapa saja "tamu" yang berkunjung.&lt;div class="fullpost"&gt;Intinya, selain fasilitas atau akses, kemanan juga mesti menjadi pertimbangan utama sebelum anda membeli rumah. Apa jadinya, saat penghuni kembali dari berpergian keluar kota misalnya, menemukan rumah dan isinya diacak-acak orang tak dikenal. Syukur-syukur tidak ada barang berharga yang hilang. Stres dan menyesal, sudah pasti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memberikan kemanan dan kenyaman penghuni, itulah prioritas utama yang diusung PT Bunga Mas Mandiri, dalam membangun Komplek Perumahan Taman Bunga Residence di JaLan Adinegoro Tabing. Dalam menjamin kemanan penghuni komplek, pengembang sengaja menyatukan gerbang masuk dan keluar dalam satu pintu namun dua jalur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain gerbang satu pintu dua jalur ini, komplek Taman Bunga Residence juga dilengkapi tenaga kemanan (security) yang menjamin kemanan penghuni 24 jam nonstop/Sistem Security Terpadu. Untuk makin membuat penghuni aman, PT Bunga Mas Mandiri sebagai pengembang juga melingkupi komplek perumahan ini dengan pagar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Bunga Residence bukan saja unggul dari segi keamanannya, namun juga didukung berbagai sarana dan fasilitas. Yang tak kalah penting, begitu terima kunci pemilik sudah bisa langsung menempatinya. Karena telah dialiri air dari PDAM dan listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasinya yang tepat berada ditepi JaLan Adinegoro Tabing Padang ini, sangat dekat dengan sarana pendidikan dan mudah diakses darimana saja. Dengan dukungan sarana tranportasi 24 jam penuh, kosumen tidak akan rugi memiliki hunian di Taman Bunga Residence. Pasalnya, dengan perkembangan Kota Padang yang makin pesat, rumah di Taman Bunga Residence bisa menjadi investasi jangka panjang yang menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bergaya Mediterania&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplek perumahan yang mulai dibangun sejak tahun 2005 ini terdiri atas 160 kapling dengan tipe rumah yang beragam. Mulai tipe 36-120, sampai tipe bebas. Masing-masing tipe memiliki spesifikasi minimalis dengan nuasa yang berbeda. Untuk tipe 36 atau century berkonsep Rumah Ideal Eksklusif. Sedangkan tipe 54,70 dan 100 mengadopsi nuasa rumah-rumah bergaya Mediterania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita memang sengaja membangun lebih banyak rumah bergaya Mediterania, karena model-model seperti itu sedang digandrungi saat ini. Ya, tentu saja dengan harga yang terjangkau," kata Direktur Utama PT Bunga Mas Mandiri, Roni Setiawan yang ditemui koran ini di ruangannya, Sabtu (26/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langgam arsitektur Mediterania, pernah digandrungi konsumen pada tahun 1980. Konsep minimalis ini kembali "dilirik" dan dikombinasikan dengan interior modern. Ciri khas gaya mediterania seperti bentuk melengkung, tekstur dinding yang kasar sampai besi tempa sebagai ornamen dekoratif diaplikasikan dalam desain sebuah hunian. Penghuninya serasa berada dalam vila di tepi pantai Laut Karibia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu pada prinsip desain gaya mediterania, tiga tipe rumah di Komplek Taman Bunga ini, memiliki atap berbentuk pelana dengan kemiringan rendah (flat roof) dan teritis yang pendek. Desain rumah ini lebih menonjolkan sosok blok massa hunian yang dirancang berbentuk huruf U dan ditutup oleh satu atap utama. Bagian tertentu dari bangunan seperti area pintu masuk utama dan paviliun untuk tamu, ditutup oleh susunan portico sedangkan setiap jendela dinaungi oleh kanopi sehingga hunian tampil lebih dinamis. Penerapan prinsip mediterania pada desain rumah ini juga terlihat pada deretan kolom dan balok berbentuk melengkung (arches).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain tipe diatas, kita juga menawarkan tipe bebas. Pada tipe ini pembeli diberikan kebebasan memilih model dan denah rumah sesuai dengan keinginannya. Gambar dan arsitekturnya disediakan oleh developer dan harga jualnya disepakati bersama," tukas lulusan Fakultas Ekonomi salah satu PTS di Kota Padang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan Roni, setiap perumahan di Komplek Taman Bunga Residence memiliki spesifikasi teknik, seperti pondasi dengan pasangan batu kali plat beton bertulang (untuk lantai dua), kemudian lantai, Wc/kamar mandi dan plat dapur dari keramik, atap menggunakan genteng metal/beton. Selanjunya, dinding terbuat dari batu bata yang diplester dan aci, kunsen dari kayu meranti/timbalun/borneo, Plafond dari triplek. Sementara itu, saluran drainase dibuat dengan cor beton diplester, demikian juga halnya jalan komplek.(**)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-2123937432341718024?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/2123937432341718024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=2123937432341718024&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2123937432341718024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2123937432341718024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/komplek-taman-bunga-residence.html' title='Gaya Mediterania di Komplek Taman Bunga Residence'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpKIJfNphI/AAAAAAAAAGQ/4xdvkFRSA6Y/s72-c/house2RumahYangMenjadikanku1a+copy.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-1737118213656478400</id><published>2007-07-15T22:34:00.000+07:00</published><updated>2007-10-06T21:00:57.128+07:00</updated><title type='text'>Beringin Tua Tabaka</title><content type='html'>Tanpa hujan tanpa angin, tiba-tiba saja beringin besar didepan Ajen Pantai Padang, Minggu (15/7) sekitar pukul 12.00 wib, terbakar. Api menjilati beringin tua tersebut sehingga yang tersisa hanya puing-puingnya. Bahkan, beringin yang awalnya berdiri kokoh itu, ambruk ke tanah.&lt;div class="fullpost"&gt;Kejadian langka itu terjadi tepat pada pukul 12.00 Wib. Ratusan warga yang memadati Pantai Padang terkejut melihat peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya itu. Tak pelak lagi pohon beringin yang selama ini dikenal angker itu, langsung menarik perhatian warga. Bahkan ratusan sempat menghentika aktifitasnya. Mereka berkumpul menyaksikan detik demi detik proses kebakaran itu dan baru menjauh ketika api sudah mulai membesar. Bisik-bisik adanya kekuatan gaib, seketika merebak diantara pengunjung Pantai Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan dilokasi kejadian, api pertama kali terlihat menjilati bagaian bawah batang beringin yang sudah lapuk. Tanpa terkendali, api langsung membesar dan menjalar sampai pada bagian atas pokok beringin itu. Bahkan bagian atas pohon yang masih hidup, juga tidak luput dari amukan si jago merah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 40 menit, api dengan leluasa menghanguskan semua bagian pohon. Api baru bisa dijinakan 30 menit kemudian setelah 3 unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kesejahteraan Sosial, Penanggulangan Banjir dan Bencana (DKS-PBB), diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa warga dan pedagang Pantai padang mengaku tidak melihat asal api. Mereka baru mengetahui ketika aapi nsudah mulai membesar. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ambo taunya pas api lah gadang se. Urang-urang lah balarian mancaliek, ambo ikuik lo lari,"&lt;/span&gt;kata Masril (43) warga Lubuk Begalung yang sedang liburan di panati Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga dikatakan salah seorang pedagang Pantai Padang, Ir (40). Wanita paruh baya ini juga menyebutkan dirinya baru mengetahui saat api membesar. Padahal lokasi beringin tua itu, tepat berada didepan warungnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Iyo indak nampak dek ambo do, lah gadang se,"&lt;/span&gt;kata Ir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari keterangan beberapa warga yang berada disekitaran tempat kejadian, mengungkapkan api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang warga. Kota Padang yang dalam beberapa hari terakhir ini tidak diguyur hujan, memberi andil cepatnya api menjalar. Api bahkan sempat menjilati tiga pohon beringin yang berada disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hantu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fenomena aneh menyertai terbakarnya pohon beringin berusia ratusan tahun didepan Ajen Pantai Padang Jalan Samudera, Minggu (15/7). Sedikitnya 5 kali asap putih berputar laiknya angin puting beliung keluar dari pohon tua tersebut. Angin berputar beberapa meter sebelum akhirnya menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengamatan koran ini di lokasi kejadian, asap putih yang membentuk pusaran angin itu mulai keluar 5 menit setelah api mulai membakar. Pusaran angin bergerak beberapa meter kearah tiga pohon beringin lainnya yang berada disekitar, dan akhirnya menghilang ke udara. Fenomena itu bukan hanya terjadi satu kali. Selang beberapa menit kemudian, kembali pusaran angin yang sama terjadi, bahkan bergerak hingga kearah dalam perkarangan kantor TNI yang berada tepat di depan Beringin ratusan tahun itu. Teramati sedikitnya 5 kali fenomena yang sama terjadi. dan baru terhenti ketika tim pemadam kebakaran mulai menyemprotkan air.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa warga yang menyaksikannya, langsung teringat akan keangkeran pohon yang ditanam sejak zaman Belanda itu. Apalagi sejak lama, tidak ada warga yang berani menebang pohon tersebut. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sajak ambo iduik, baru sakali ko tajadi. Batang beringin ko angker sahingga indak adaoh yang barani manabang,"&lt;/span&gt;kata salah seorang warga Elal (43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan warga Asrama TNI jalan Samudera ini, sepengetahuannya sejak puluhan tahun silam, beringin itu telah berdiri kokoh. Keangkeran dan cerita mistik dibaliknya, telah menjadi rahasia umum dikalangan pedagang yang serting berjulan di sekitaran Pantai Padang. Setiap malam kala melewati pohon beringin tua itu, ibu rumah tangga selalu membunyikan klakson motornya untuk minta izin lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dulu pernah tim Silet datang kasiko, urang ko mangatoan kalau di batang tu banyak yang tingga. Ada ula sakti, anak gadih barambuik panjang dan panunggu lainnya&lt;/span&gt;," kata Elal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga disampaikan Ir (40). Pedagang makanan dipanati Padang ini menyebutkan, kendati tidak pernah melihat langsung fenomena aneh di pohon beringin besar itu, tapi dari cerita mulut kemulut, keangkeran pohon beringin yang ditanam sejak jaman Belanda itu, sudah diketahui. (**)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-1737118213656478400?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/1737118213656478400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=1737118213656478400&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/1737118213656478400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/1737118213656478400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/beringin.html' title='Beringin Tua Tabaka'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-4577132327097248734</id><published>2007-07-02T22:30:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:38.767+07:00</updated><title type='text'>Kebetulan atau KekuasaanMu?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpMcJfNpiI/AAAAAAAAAGY/eOgHJRURa5U/s1600-h/allah.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpMcJfNpiI/AAAAAAAAAGY/eOgHJRURa5U/s320/allah.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118987972926875170" /&gt;&lt;/a&gt;Kelurahan Alang Laweng yang biasanya mulai sepi pada pukul 10.30 Wib, mendadak ramai, Senin (2/7). Ratusan warga menyemuti lapangan parkir Depot air mineral Fresco di Kelurahan Alang laweh I No 20A RT 1/2. Apa pasal?. Mereka ternyata mengerumuni sebentuk tulisan kaligrafi Allah di lantai semen halaman depot milik Wirza (65) warga Jati V Padang itu.&lt;div class="fullpost"&gt;Tulisan Allah yang memaksa ratusan warga memadati lokasi itu, pertama kali ditemukan Doni Buarta (17), anak pegawai depot air minum tersebut. Siswa SMKN 1 Sawahlunto itu menyebutkan, dirinya menemukan tulisan Allah itu sekitar pukul 18.30 wib, seusai sholat Magrib. Saat itu, seusai menyelenggarakan sholat di dalam depot, Doni bermaksud keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah sholat, saya ngambil sandal di halaman. Masya Allah, ada tulisan Allah dilantai. Melihat hal itu, langsung saya beritahu bapak. Awalnya bapak saya tidak percaya, namun setelah diperhatikan secara cermat, ternyata memang benasr itu tulisan Allah," ujar Doni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa kerja praktek di PT Pusri Cabang Padang ini menyebutkan, pada malam sebelum kejadian, di lokasi tulisan Allah itu tertera, sekelompok pemuda setempat membakar tempurung kelapa untuk menghangatkan badan. Dan biasanya pada pagi harinya, mereka selalu menyiram lantai kembali lanti itu sampai bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi tidak mungkin itu goresan arang orang iseng. Soalnya, tulisan itu tidak mau hilang, kendati sudah disiram dan dihapus," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian unik tersebut bukan saja menarik perhatian warga Alang Laweh. Kabar penemuan tulisan Allah itu menyebar cepat lewat mulut kemulut. Beberapa warga terandam dan sekitarnya juga ditemui dilokasi tersebut. Mereka berbaur dengan warga lainnya, menyaksikan kejadian yang mungkin sekali seumur hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sajak hiduang ditambuah angok baru kali kini ambo maliek nan bantuak ko. Lah 45 tahun pulo ambo tingga di Alan Laweh. Iyo kekuasaan Alah bana mah," ujar salah seorang warga, Rasat (65). (**)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-4577132327097248734?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/4577132327097248734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=4577132327097248734&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/4577132327097248734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/4577132327097248734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/keajaiban.html' title='Kebetulan atau KekuasaanMu?'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpMcJfNpiI/AAAAAAAAAGY/eOgHJRURa5U/s72-c/allah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-8347474752352296647</id><published>2007-06-25T22:45:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:38.997+07:00</updated><title type='text'>No Karcis, Prit.. Prit... Jalan Terus</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv5T_Zfja0I/AAAAAAAAAEg/olJiPqkhDrM/s1600-h/larangan+parkir.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv5T_Zfja0I/AAAAAAAAAEg/olJiPqkhDrM/s320/larangan+parkir.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115618575379557186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bukan rahasia, banyak tukang parkir di kota ini yang tidak memiliki ID Card sebagai prasyarat juru parkir legal. Seringkali tarif parkir dipungut diatas harga resmi sebagaimana yang diatur dalam Perda No 07/2005 tentang tarif parkir. Pengguna jasa sadar dirugikan, namun dengan berbagai alasan mereka terpaksa ikhlas.&lt;div class="fullpost"&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tapaso dikhlas-ikhlaskan. Kalau dibayie Rp 500 untuk parkir motor, tukang parkir tu caliak buruak se. Dari pado bamasalah, rancak diagiah,"&lt;/span&gt;ujar Jufrika (23), pemakai jasa parkir, Senin (25/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kota Padang ini, menjelaskan, seringkali dirinya merasa kesal dengan ulah tukang parkir. Dia mencontohkan, suatu waktu bersama rekannya, dia bermaksud makan malam disalah satu warung tenda di Jalan M Yamin, tepatnya sekitaran Masjid Taqwa. Sewaktu mau parkir motor, tidak ada tukang parkir yang membantu memarkirkan kendaraannya pada tempat yang tepat. Namun, begitu mereka selesai makan malam dan bermaksud meninggalkan lokasi, tiba-tiba saja ada tukang parkir yang menagih tarif parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unand ini telah mengendarai sepeda motor sejak lama. Dari pengalamannya menggunakan jasa parkir, dia menyebutkan hanya tarif parkir di Rumah Sakit M Jamil yang lebih tertib. Karena dari beberapa kali parkir di RS tersebut, dirinya tidak pernah membayar lebih dari Rp 500 untuk parkir motor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kayaknya hanya di RS M Jamil yang tertib. Dikasih Rp 500, juru parkirnya ngak marah. Walau kalau kita kasih Rp 1000, kembaliannya juga ngak dibalikan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat senada juga disampaikan Irvan (24). Warga Jati ini, membenarkan persoalan utama perparkiran di Kota Padang adalah masalah tarif. Kendati mengetahui bahwa tarif parkir motor Rp 500, namun dengan alasan tidak mau timbul masalah, wiraswata muda ini terpaksa memberikan Rp 1000 setiap kali parkir. Dia menyebutkan, hampir disemua tempat parkir dia membayar tarif 100 % lebih mahal dari tarif normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari berberapa tempat yang saya pernah parkir, hampir semuanya saya bayar Rp 1000. Pernah juga sih coa-coba kasih Rp 500, eh tukang parkirnya minta tambah," tutur Irvan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Main "pakuak" dalam hal tarif parkir, ternyata juga dialami Ade (28) yang juga warga Jati. Dia menyebutkan, hampir disemua lokasi parkir dia harus bayar Rp 1000 untuk parkir motor. Bahkan untuk beberapa tempat tertentu dia harus membayar lebih lagi. Seperti dilokasi-lokasi objek wisata yang mencapai Rp 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah "tarif parkir" Rp 1000 yang dibayarkan itu memberatkan pengguna jasa?. Ternyata tidak. Baik Jufrika, Irvan maupun Ade, menyebutkan "tarif" Rp 1000 itu tidak terlalu mereka pusingkan. Asalkan kendaran mereka aman di tempat parkir.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Yang penting kendaraan kita aman. Kita pastinya tidak ingin motor kita raib di tempat parkir. Karena selama ini banyak kasus pencurian sepeda motor justru terjadi ditempat parkir. Nah kalau itu terjadi bagaimana tanggung jawab petugas parkirnya?," ujar Ade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Demi Kemanusian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tidak semua pengguna jasa parkir merasa dirugikan akibat ulah tukang parkir itu. Beberapa warga justru dengan iklas memberikan tarif lebih dari ketentuan. Umumnya beralasan karena rasa kemanusian. "Berapa sih harganya duit Rp 500 itu, hanya bisa buat beli permen kan. Kenapa harus pake perhitungan segala, itung-itung beramal. Toh kita ngak akan kaya dengan duit segitu," ujar Erit (24) warga Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai perusahaan swasta ini menyebutkan, banyak tukang parkir yang hidup dalam keprihatinan. Mereka terpaksa melakoni aktifitas itu, karena tidak ada alternatif pekerjaan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan yang sama juga dikemukakan Sigit (23). Dia memang sengaja memberikan tarif parkir Rp 1000 untuk motor. Pasalnya, seringkali ketika mau membayar tarif parkir, dia tidak memiliki uang pas. "Sering ngak punya uang 500-an. Tapi kadang, kalau minta kembalian, tukang parkirnya melotot. Atau bilang tarifnya memang seribu. Jadi daripada bermasalah, iklaskan aja sekalian. Buat amal," ujar Sigit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai alasan yang dikemukanan masyarakat, terkait tarif parkir tersebut sebagai bukti ada yang salah dalam pengelolaan parkir. Pembenahan  harus segera dibenahi. Bukan saja dari segi tarifnya, namun juga dari keamanan kendaraan warga yang diparkir. Karena beberapakali kasus pencurian kendaraan terutama jenis roda dua, terjadi di arena parkir. Bukan itu saja, sebelumnya daerah juga dirugikan ratusan juta rupiah akibat tunggakan perparkiran oleh pihak ketiga yang mengelola area parkir di Kota Padang.(**)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-8347474752352296647?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/8347474752352296647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=8347474752352296647&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/8347474752352296647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/8347474752352296647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/bukan-rahasia-banyak-tukang-parkir-di.html' title='No Karcis, Prit.. Prit... Jalan Terus'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv5T_Zfja0I/AAAAAAAAAEg/olJiPqkhDrM/s72-c/larangan+parkir.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-2966162014297798119</id><published>2007-06-21T22:42:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:39.232+07:00</updated><title type='text'>NPD "Gigit Jari"</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv5WsJfja2I/AAAAAAAAAEw/8ttzr0g5W8g/s1600-h/haripahlawan02.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv5WsJfja2I/AAAAAAAAAEw/8ttzr0g5W8g/s320/haripahlawan02.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115621543201958754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Disaat belasan ribu PNS di lingkungan Pemko Padang bergembira menerima gaji ke-13, pegawai NPD (nomor pokok derah/pegawai non PNS) hanya gigit jari. Padahal dalam SK pengangkatan pegawai NPD tertulis hak dan gaji mereka disamakan dengan PNS.&lt;div class="fullpost"&gt;Salah seorang pegawai NPD dilingkungan Pemko Padang, Arif (bukan nama sebenarnya-red) mengaku, selama menjadi pegawai NPD dia belum pernah satu kalipun menerima gaji ke-13 atau apapun namannya. Padahal dalam SK pengangkatan dirinya sebagai pegawai NPD, tertulis kalau dia memiliki hak dan gaji yang disamakan dengan PNS. Bahkan walikota (masa itu Zuiyen Rais-red), pernah berjanji akan memberikan jabatan bagi pegawai NPD yang berprestasi dan mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi nyatanya janji tinggal janji," ujarnya Kamis (21/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu saja, disaat PNS mengalami kenaikan gaji beberapa kali, dirinya dan pegawai NPD lainnya, tetap tidak mendapatkan kenaikan gaji. "Kami merasa dianaktirikan. Bahkan untuk kunjungan-kunjungan dinas ke luar daerah pegawai NPD tidak pernah dibawa," lanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif juga merasa kecewa dengan anggota DPRD Kota Padang. Soalnya dulu pernah dijanjikan kalau DPRD Kota Padang akan membantu penganggaran dana untuk gaji ke-13 NPD atau apapun namannya, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2007. Nyatanya janji itu juga tidak terbukti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua panitia anggaran (panggar) DPRD Kota Padang penyusunan APBD Kota Padang 2007, Afrizal, menjelaskan dewan memang pernah merencanakan memberikan semacam gaji ke-13 untuk pegawai NPD. Namun sampai pada akhir penyusunan APBD, data jumlah NPD yang diminta DPRD Kota Padang, tidak pernah diberikan secara lengkap oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersangkutan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 52 SKPD yang ada, kata Afrizal, hanya 7 SKPD yang memberikan data pegawai NPD nya. Makanya jika hanya diberikan untuk pegawai 7 SKPD itu maka akan memicu kecemburuan yang lainnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin akan kita masukan dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) pada APBD-P. Kabag Keuangan sudah mengitung, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 1,2 M," kata Afrizal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPRD akan mengkaji lebih mendalam pegawai daerah yang mana yang akan diberikan gaji ke-13 tesrebut. Di Kota Padang ada pegawai derah yang berstatus kontrak, harian dan lepas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita akan kaji sesuai dengan perundang-undangan pegawai daerah yang mana yang akan kita berikan. Kita berkomitmen, pada Oktober nanti saat APBD-Perubahan mereka akan mendapatkan haknya. Kalau dana tidak cukup, kapan perlu biaya perjalanan dinas DPRD yang kita potong," ujar Afrizal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu anggota komisi A DPRD Kota Padang, Yasnida Syamsuddin menyatakan gaji ke-13 memang hanya diberikan kepada PNS saja. Pasalnya NPD digaji dari APBD daerah bersangkutan. Makanya NPD hanya bisa diberikan tunjangan daerah (tunjada), itupun jika memungkinkan dan tersedia anggaran untuk itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang terpenting sekarang adalah bagaimana pemerintah daerah tidak sembarangan mengangkat pegawai honorer atau NPD. Pegawai sudah banyak, kalau ada SKPD yang butuh pegawai minta saja saja pada BKD. Kita harap gaji ke-13 yang diterima PNS, tidak memicu kecemburuan NPD. Tunggu saja sampai 2009, NPD juga akan diangkat," ujar Yasnida. (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-2966162014297798119?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/2966162014297798119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=2966162014297798119&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2966162014297798119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2966162014297798119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/meretas-nasib.html' title='NPD &quot;Gigit Jari&quot;'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv5WsJfja2I/AAAAAAAAAEw/8ttzr0g5W8g/s72-c/haripahlawan02.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-1770128004936462404</id><published>2007-06-14T22:58:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:39.497+07:00</updated><title type='text'>Alienasi dari Masa Lalu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtlckfhxTwI/AAAAAAAAACU/8F08u2YB9tw/s1600-h/poly2_1024.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtlckfhxTwI/AAAAAAAAACU/8F08u2YB9tw/s320/poly2_1024.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105213434609356546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang filsuf besar abad renainsans, sorang nabi bagi kaum komunis dunia, Karl Marx. Ekonom, sosiolog pengkritik utama kapitalisme ini, pernah secara detail membahas alienasi. Sebuah keterasingan kaum buruh dari produk yang dihasilkannya. Buruh dalam sistim kapitalisme, menurutnya tidak lagi mengenal kreasi. Pasca finishing, mereka tidak lagi melihat hasil akhir produk.&lt;div class="fullpost"&gt;Namun dalam kasus ini, saya tidak akan bicara tentang Alienasinya Marx. Tetapi saya hanya meminjam istilah ini untuk keperluan pribadi, mudahan Mbah Jenggot ini setuju.&lt;br /&gt;Hari ini saya baru saja mengunjungi kafe kimia FMIPA Unand. Tempat saya biasa menghabiskan sebagian umur di masa-masa indahnya menjadi mahasiswa. Selama kuliah ada rasa enjoy berada di kafe ini. Tetapi ketika pasca mahasiswa, ada alienasi (keasingan). Kita seolah tidak lagi mengenal kafe ini, manusianya, gelak candanya dan semua kenangan yang pernah melekati lubuk paling dalam hati, lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ketika terlalu lama meninggalkan sesuatu dan ketika kita kembali. Ada keasingan dalam diri kita semua. Apakah ini normal? atau ketika kita mengingat tempat yang punya kenangan ini, yang ada hanya senyuman. Tetapi asing kalau kita kunjungi. Mungkin karena manusianya yang sudah berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga, ada keasingan yang menjalari tubuh ini, ketika begitu lama melupakan yang DIATAS. Ada rasa malu yang sangat besar menghimpit pundak ini. Tetapi disaat keterasingan ini menjalari tubuh, ada rasa ekstase yang teramat nikmat. Mungkin seperti kita baru saja nembak cewek, ada rasa asing pada awalnya. Namun kemudian perlahan, hilang....hilang dan terus hilang. Yang ada hanya rutinitas dan kebiasaan.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-1770128004936462404?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/1770128004936462404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=1770128004936462404&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/1770128004936462404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/1770128004936462404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/05/alienasi.html' title='Alienasi dari Masa Lalu'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtlckfhxTwI/AAAAAAAAACU/8F08u2YB9tw/s72-c/poly2_1024.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-2058035053033077105</id><published>2007-05-29T22:53:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:39.645+07:00</updated><title type='text'>Terasing di Tengah Kota</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwT1spfja7I/AAAAAAAAAFY/6svyq5guxMQ/s1600-h/jembatan+kayu.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwT1spfja7I/AAAAAAAAAFY/6svyq5guxMQ/s320/jembatan+kayu.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117485224000973746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kontradiksi. Proses pemerataan pembangunan di Kota Padang seolah timpang. Antara pusat kota dengan daerah pinggiran ibarat dua sisi dunia yang saling bertentangan. Di pusat, pembangunan fisik berlari saling mendahului. Namun di pinggiran, prosesnya merayap laiknya siput.&lt;div class="fullpost"&gt;Guo Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji Kota Padang, menjadi wakil pernyataan diatas. Selama 15 tahun lebih warga harus tabah menunggu perbaikan jembatan kayu yang menghubungkan dusun tersebut dengan wilayah tetangganya. Selama bertahun-tahun, jembatan itu menjadi satu-satu jalur terdekat dan andalan warga untuk mengangkut hasil pertaniannya, dari seberang sungai Batang Kuranji Guo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemercik air disela daun bambu yang menjulai ke sungai itu, seolah menyambut kita ketika berkunjung, Senin (14/5). Sungai selebar kurang lebih 10 meter itu, membelah kampung Guo yang bersahaja dengan Kampung Anau Pasa Lalang. Waktu itu, siang sekitar pukul 14.00 wib, matahari mulai condong ke barat. Teriknya mentari di bulan Mei ini, seolah menghilang di atas jembatan kayu, yang lebih dikenal warga dengan sebuatan jembatan kayu Ba Atok Guo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ditumbuhi rimbun pohon kelapa, di sepanjang aliran Batang Guo Kuranji banyak tumbuh semak-semak yang di selingi dengan pokok bambu. Itulah agaknya, kenapa diatas jembatan kayu itu kita menemukan kesejukan dalam arti yang sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya jembatan itu berbeda dengan lainnya. Sepertinya si-Ba Atok Guo sengaja  diberi atap yang terbuat dari seng. Alasanya, menurut tokoh pemuda yang juga sekretaris forum anak nagari pauh XI Dasman Boy Rajo Kasumbo, pemasangan atap dilakukan untuk menghindari pelapukan lantai kayu jembatan dari guyuran hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau tidak di beri atap, hujan akan melapukan kayu jembatan ini. Dengan diberi pelindung seperti ini, setidaknya jembatan ini akan lebih berumur lama," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, pemasangan atap yang melingkupi jembatan itu, memberi fungsi ganda bagi warga sekitar. Di satu sisi berguna untuk melindungi material jembatan, disisi lainnya menjadi tempat paling nyaman untuk beristirahat. Ini terbukti, ketika saya melintas diatasnya, beberapa siswa berpakaian seragam SMP, tampak sedang "ngadem" sembari membolak-balik catatan pelajarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya lagi nunggu teman. Mau berangkat bareng. Daripada kepanasan, mending saya tunggu aja disini. Kan sejuk," ungkap Ayu (15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya apakah warga puas dengan kondisi jembatan itu ?. Jawabannya belum. Dituturkan Sarbaini (50) warga Guo, kondisi jembatan kayu itu, makin lama makin memprihatinkan. Sebagaian kayunya sudah melapuk dimakan usia. Padahal jembatan tersebut dilintasi puluhan warga setiap harinya. Baik dengan berjalan kaki maupun dengan sepeda motor, karena mobil memang tidak diizinkan masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 15 tahun warga tabah menantikan pembagian kue pembanguan untuk mengubah jembatan Ba Atok Guo. Warga menginginka jembatan itu segera diperbaiki dan dibangun permanen. Usulan dari bawah sudah sering mereka lakukan, bukan saja secara langsung ke pemerintah, namun, dalam Msuyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2008 kemarin, warga Guo sepakat mengusulkan perbaikannya di Musrenbang kelurahan. Bahkan di Musrenbang tingkat kecamatan, perbaikan jembatan Ba Atok Guo masih masuk prioritas. Namun apa nyana, dalam Musrenbang tingak Kota Padang, rencana perbaikan jembatan itu, luluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Informasi yang saya terima, dalam Musrenbang tingkat Kota Padang, kemarin ini, rencana perbaikan jembatan itu tidak lolos," ungkap Lurah Kuranji Suardi M, yang ditemui di lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat gagalnya rekonstruksi jembatan Ba Atok Guo di Musrenbang Kota, warga terpaksa gigit jari dan harus menunggu satu tahun kemudian. Tetapi, gagal dalam Musrenbang, bukan berarti sudah tertutup rencana perbaikan jembatan yang menjadi tumpuan pemasaran hasil pertanian warga Guo. Anggota DPRD Kota Padang daerah pemilihan Pauh Kuranji, Zulfahmi Hr St Sati, mendesak Pemko Padang lewat Dinas Kimpraswil untuk mengambil alih perbaikan jembatan kayu tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jembatan tersebut merupakan satu-satunya penghubung Jorong Guo dengan daerah tetangganya. Disaat pembanguan berlari di pusat kota, Guo seperti terlupakan. Makin hari kondisi fisik jembatan ini makin memprihatinkan. Kita minta segera dipermanenkan. Untuk mengangkut hasil pertanian, warga sangat bergantung pada jembatan ini," ungkap Zulfahmi. (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-2058035053033077105?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/2058035053033077105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=2058035053033077105&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2058035053033077105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2058035053033077105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/sebuah-kontradiksi.html' title='Terasing di Tengah Kota'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwT1spfja7I/AAAAAAAAAFY/6svyq5guxMQ/s72-c/jembatan+kayu.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-3316337733148977053</id><published>2007-05-29T22:38:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:39.765+07:00</updated><title type='text'>Keceriaan Terancam Batu Besar</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv4CMJfjaxI/AAAAAAAAAEE/RXiL0k2x9Do/s1600-h/sekolah.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv4CMJfjaxI/AAAAAAAAAEE/RXiL0k2x9Do/s320/sekolah.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115528634469411602" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak ada yang berbeda dengan sekolah dasar (SD) ini. Semuanya sama, baik proses belajar mengajarnya atau kurikulum yang dipakai. Hanya saja, disaat siswa sekolah lain belajar dengan tenang, mereka sebanyak 242 siswa SDN 26 Pampangan justru harus beraktifitas dan bergaul dengan rasa cemas setiap harinya. Sebuah batu besar bertengger di punggung bukit di belakang sekolah mereka, menunggu jatuh.&lt;div class="fullpost"&gt;Waktu itu Rabu (29/5), sekitar pukul 13.00 wib. Ratusan siswa yang biasanya bermain dan belajar di SDN 26 Pampangan Kecamatan Lubuk Begalung Padang, sudah tidak ada lagi. Jam segitu memang waktunya mereka pulang. Usai sudah semua mata pelajaran di hari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencapai sekolah yang berada di RT IV/08 kelurahan Pampangan ini, kita melewati jalan tanah runtuh sepanjang 425 meter. Saat itu, puluhan warga sedang melakukan aksi manunggal di jalan yang dulu dikenal warga dengan sebutan jalan Nippon Tensu. Beberapa siswa dan gurunya berjalan kaki menuju pertigaan tanah runtuh, naik angkot dan pulang ke rumah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang disampaikan kepala sekolah SDN 26 Padang, Eriani SPd, menyebutkan sejak pertama kali di bangun didasar bukit itu, batu sebesar dangau tersebut telah bertengger kokoh. Hanya saja, sejak gempa Selasa, 6 Maret lalu, batu yang awalnya satu kesatuan utuh, terbelah menjadi dua. Kendati sama-sama masih bertenger, dikwatirkan salah satu atau kedua bagiannya akan jatuh. Dan menghantam bangunan sekolah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap hari siswa diliputi kecemasan. Apalagi kalau hujan mengguyur deras. Kalau demikian, siswa dan para guru terpaksa harus kami pulangkan lebih cepat. Terlalu berbahaya," ujar Eriani yang diamini majelis guru lainnya, Yuni Asmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak dinding sekolah dengan batu yang bertengger setinggi 10-an meter itu, hanya sekitar satu meter saja. Akibatnya, jika jatuh, batu itu akan menggelinding kebawah setelah sebelumnya membobol dinding ruangan kelas. Bisa dibayangkan jika itu terjadi saat siswa sedang melangsungkan aktifitas bekajar-mengajar. Menurut Eriani, pihaknya telah pernah mengajukan proposal untuk memecahkan batu itu ke dinas pendidikan. Namun belum terealisaikan. Pihaknya berharap batu sebesar dangau itu, bisa segera dipecah dan dijatuhkan dari bukit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lurah Pampangan, Zuriwan BE, juga menyatakan hal yang sama. Sejak lama siswa dan guru sekolah SDN 26 pampangan mendambakan ketenangan, jauh dari bayang-bayang ancaman batu yang setiap hari bisa saja jatuh. Demikian juga, ketua LPM Pampangan Sanjaya, berharap pemerintah Kota Padang bisa mengambil alih upaya pemecahan batu itu. Sanjaya yang didampingi Ketua Komite SDN 26 pampangan Syafruddin, berpendapat "tagaingnya" batu itu pasca gempa, ibarat bom waktu yang setiap saat bisa mengancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita tentu saja tidak ingin ada korban jiwa dikalangan siswa maupun guru-gurunya. Saya yakin dinding sekolah itu tidak akan sanggup menahan gelindingannya, jika sekiranya jatuh," ujar Sanjaya mengarahkan telunjuknya ke dinding ruangan yang paling dekat dengan batu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil ketua DPRD Kota Padang, Z Panji Alam yang hadir dalam rangka meninjau kegiatan manunggal di kelurahan itu, langsung meminta ketua komisi C/pembangunan DPRD Kota Padang, Afrizal yang juga hadir, untuk menindaklanjutinya. Dan membicarkan hal tersebut dengan dinas Kimpraswil kota Padang. Afrizal menyatakan komisi C akan berkoordinasi dengan Komisi D, dan memperjuangkan dana pemecahan batu besar ini. Pertengahan Juni, lanjut Afrizal, pihaknya akan mencoba mengadakan rapat kerja dengan Dinas Kimpraswil Kota Padang dan peninjuan lapangan meninjau SD No 26 ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan demikian, pihak Dinas Kimpraswil akan mengetahui kondisi riil SD ini," ucap Afrizal.(*) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-3316337733148977053?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/3316337733148977053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=3316337733148977053&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/3316337733148977053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/3316337733148977053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/sekolah.html' title='Keceriaan Terancam Batu Besar'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv4CMJfjaxI/AAAAAAAAAEE/RXiL0k2x9Do/s72-c/sekolah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-5707590780347559008</id><published>2007-04-22T22:58:00.000+07:00</published><updated>2007-10-06T20:51:05.638+07:00</updated><title type='text'>Genre Baru Penulisan Berita</title><content type='html'>Dalam beberapa tahun terakhir ini, metoda penulisan berita di berbagai media cetak nasional masih sebatas memaparkan masalah. Menyuguhkannya kepada masyarakat tanpa memberikan solusi dan pemecahannya. Padahal, diera digitalisasi seperti hari ini, pers dituntut sebagai pembimbing masyarakat (Guide Dog) bukan lagi sebatas anjing pengawas.&lt;div class="fullpost"&gt;Sebagai anjing pembimbing, pers berkwajiban menunjukajari masyarakat untuk kehidupan lebih baik. Pergeseran peranan pers tersebut secara otomatis juga menggeser tren penulisan berita. Berita ditulis tidak hanya sebatas peristiwa dangkal atau sebatas peristiwa. Namun berita ditulis dalam bentuk laporan mendalam yang dilengkapi dengan pemecahan masalah, data-data pendukung yang kongrit. Dengan demikian pertanyaan masyarakat akan sebuah peristiwa terjawab semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implementasi dari pers sebagai guide dog tercermin dalam pengembangan motede penulisan dalam bentuk jurnalisme presisi. Sebuah metoda yang memakai pendekatan ilmu sosial. Jurnalisme presisi diyakini sebagai genre baru jurnalistik. Dalam jurnalisme presisi sebuah masalah dianggap sebagai fenomene sosial yang butuh pemecahan secara komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dalam bentuk jurnalisme presisi, sesuai dengan perkembangan teknologi informasi, metoda penulisan berita juga mesti singkat. Dalam artian layaknya penulisan bahasa SMS. Padat, singkat namun memuat semua inti persolan. Jika media massa cetak, masih menampilkan berita panjang dan bertele-tele, jangan kaget jika media cetak hanya akan menjadi kenangan bagi generasi muda. Karena hari ini, generasi muda lebih suka melototi layar komputer untuk membaca berita daripada koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala lembaga pendidikan jurnalistik Antara (LPJA) Indiwan Seto Wahju Wibowo dan instruktur senior LPJA Dadan Ramdani, di gedung LPJA Pasar Baru Jakarta, Jumat (20/4), menyebutkan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instruktur senior LPJA, Dadan Ramdani menampik anggapan bahwa sebuah berita yang panjang akan dalam dalam reportnya. Kedalaman sebuha berita, tidak tergantung pada panjang atau pendeknya tulisan, namun pada kecermatan penulisnya dalam mencari dan meramu sebanyak-banyaknya fakta yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semakin pendek berita, semakin bagus. Asalkan semua unsur 5 W + 1 H nya sudah termaktub dalam berita itu," ungkap Dadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait peranan pers selama ini sebagai oposisi pemerintah, Dadan berpendapat sudah tidak zamannya lagi. Kendati dalam sejarahnya pers Indonesia selalu mengambil posisi yang diametral (berlawan) dengan pemerintah. Yang harus diperkuat, adalah fungsi pengawasan oleh pers, sebagaiamana peranan pers sebagai pilar keempat demokrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berfikir tidak saatnya lagi pers Indonesia sebagai oposisi pemerintah. Soalnya pemerintah Indonesia sudah begitu terbukannya. Kecuali peranan pengawasan. Itu yang penting dikembangkan," ungkap Dadan.(**)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-5707590780347559008?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/5707590780347559008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=5707590780347559008&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/5707590780347559008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/5707590780347559008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/pers-ii.html' title='Genre Baru Penulisan Berita'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-6477459123239006170</id><published>2007-04-22T22:56:00.000+07:00</published><updated>2007-10-06T20:20:41.193+07:00</updated><title type='text'>Pers dan Dunia Mafia</title><content type='html'>Sejak dilahirkan kembali pada 1998, kebebasan pers di Indonesia cenderung memunculkan sebuah ironi. Kebebasan pers yang diperjuangan insan pers sejak bertahun-tahun silam, ditanggapi dingin, bahkan dikecam dan dihujat masyarakat. Pers dianggap lebih banyak mengumbar kekerasan, pornografi, ketidakakuratan informasi dan konflik.&lt;div class="fullpost"&gt;Kenyataan menunjukan, era keterbukaan media saat ini tidak dibarengi peningkatan kompetensi wartawan--elemen terpenting media. Keadaan itu diperparah dengan fakta bahwa dari sekitar 20 ribu wartawan yang terdata di Indonesia, hanya 30 % yang bekerja di media yang sehat. Sedangkan sisanya 70 %, bekerja di media yang tinggal menunggu ajal. Maka tidak bisa disalahkan jika masyarakat, menganggap dunia wartawan seperti "dunia mafia", sulit dikontrol, tidak terkendali dan cenderung mengabaikan etika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi data itu dilapagan, mempersubur munculnya fenomena wartawan amplop, wartawan bodrex yang selalu sakit kepala begitu ketemu narasumber, wartawan mutaber (muncul tanpa berita), wartawan CNN (Cuma Nanya-Nanya) dan sederet istilah lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati pers Indonesia, telah memiliki kode etik Jurnalistik (KEJ), UU Pokok Pers dan Dewan Pers, namun fenomena wartawan seperti diatas masih jamak ditemui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Dewan pers, Abdullah Alamuddi dan Wikrama Aryana Abidin di gedung Dewan Pers Kebon Sirih Jakarta, Kamis (18/4), menyebutkan hal itu. "Wartawan-wartawan seperti itulah yang merusak citra korp kewartawanan di Indonesia. Tingkah laku mereka juga menyulitkan kinerja kehumasan di berbagai lembaga, baik swasta maupun lembaga pemerintahan. Humas dalam kondisi itu tidak ubahnya seperti Sandwich, digencet dari atas dan bawah," ujar Alamuddi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamuddi mengatakan keberadaan Dewan Pers, sebagaimana diamanatkan UU Pers No 40 Tahun 1999 tentang pers, sangat penting dalam mengawasi pelaksaan KEJ. Dalam pasal 15 ayat 2 UU Pokok Pers, Dewan Pers memiliki fungsi melindungi kebebasan pers dari campur tangan pihak lain, mengembangkan komunikasi antara pers, masyarakat dan pemerintah, melakukan pengkajian untuk pengembangan kehidupan pers. Selain itu dewan pers juga berfungsi memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan dan mendata perusahan pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap bulan, hampir 20 pengaduan dari masyarakat masuk ke dewan pers. Dan umumnya pengaduan itu berhubungan dengan KEJ. Kendati Dewan Pers tidak berhak memecat wartawan yang melanggar KEJ, namun Dewan Pers bisa merekomendasikan ke perusahaan pers untuk memberhentikannya," imbuh anggota dewan pers lainnya, Wikrama Aryana Abidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman kebebasan pers, kata Wikrama, bukan saja dari pejabat seperti marak di era orde baru, namun juga datang pemilik modal di media, organisas, oknum wartawan dan organisasi masyarakat. Sebuah berita bisa saja "menghilang" ketika ada intervensi dari kelompok di atas. Padahal, semestinya urusan redaksi tidak bisa dicampuri oleh orang-orang diluar redaksi, termasuk pemilik modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarahnya, pers tidak pernah mau di atur oleh pihak manapun. Pers berusaha mengatur dirinya sendiri (self regulation) dalam bentuk UU Pokok Pers dan KEJ. Lalu siapa yang mengontrol pers?. Jawabanya adalah masyarakat. Seleksi alam membuktikan, selang beberapa tahun pasca reformasi, ribuan perusahan pers yang tumbuh hanya tinggal tidak lebih dari setengahnya. Di tahun 1999, jumlah perusahan pers di Indonesia sebanyak 1800 perusahan dan menyusut kemudian menjadi 800 perusahan di tahun 2007.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-6477459123239006170?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/6477459123239006170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=6477459123239006170&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/6477459123239006170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/6477459123239006170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/pers-i.html' title='Pers dan Dunia Mafia'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-4615940825967365605</id><published>2007-04-21T22:59:00.000+07:00</published><updated>2007-10-06T21:50:38.496+07:00</updated><title type='text'>Pers dan Pabrik Tahu</title><content type='html'>Sebagai lembaga publik terbesar di Indonesia, DPR RI memiliki daya tarik tersendiri bagi para wartawan. Di gedung itu nasib bangsa ditentukan. Di sana kebijakan strategis dirumuskan. Tercatat sebanyak 429 wartawan baik cetak maupun elektronik, dalam dan luar negeri, bermarkas di gedung rakyat di Senayan Jakarta itu.&lt;div class="fullpost"&gt;Melihat begitu banyaknya wartawan disana, pastinya strategi kehumasan mutlak diperlukan, agar para kuli tinta itu tidak kesulitan memperoleh berita. Mengingat setiap hari di DPR RI, dilangsungkan 17 kali rapat. Baik rapat komisi, rapat paripurna ataupun rapat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar semua persidangan itu tercover oleh wartawan, humas DPR RI harus wara-wiri dalam semua sidang. Tenaga humas mesti masuk kesetiap sidang yang dilangsungkan dan kemudian membuatkan realesenya. Realese itulah yang digunakanan para wartawan sebagai salah satu sumber berita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian untuk aktivitas wartawan, setiap Jumat sore, kordinatoriat wartawan DPR RI menggelar dialog antara anggota dewan bersama akademisi dan pengamat sosial. Acara yang dinamakan dengan dialektika demokrasi ini dilakukan di ruangan humas DPR RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut adalah poin penting dialog bersama deputi Bidang persidangan dan kerjasama antara parlemen DPR RI, Nining Endang Sari. Di bawah deputi inilah ujung tombak pencitraan DPR RI yakni bagian Humas dan pemberitaan bernaung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melayani wartawan, humas DPR RI juga mesti melayanai surat masuk dari masyarakat, ribuan demonstran, dan beberapa kali darmawisata. Selama tahun 2006, kata Nining sebanyak 3000 surat masuk de DPR RI. Surat itu bisa berupa pelaporan, kritikan dan masukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga ketertiban hearing para demonstran dengan anggota dewan, Setjed DPR RI memiliki kebijakan, hanya mengizinkan 50 perwakilan yang bisa ikut. Itu dilakukan untuk menciptakan suasana kondusif di gedung rakyat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas kehumasanan DPR RI semakin lengkap, selain wartawan, bagian humas dan pemberitaan juga juga melayani 550 anggota DPR RI dari 10 fraksi. Melayani 550 orang dengan pemikiran yang berbeda bukan perkara gampang. Bukan cuma pemikiran, ke 550 oarang anggota dewan itu juga memiliki kepentingan politik yang beragam. Namun itu bukan sebuah persoalan, karena dalam protapnya setjend DPR RI dan jajarannya tidak bisa masuk ke dalam ranah politik anggota dewan. Tetapi setjend bisa memberikan masukan lewat 200 tenaga ahli yang disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah masukan kita lewat staf ahli diterima atau tidak, itu hak mereka masing-masing. Kita hanya memberi masukan," ungkap Nining.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya kepentingan politik di DPR atau Parlemen, agaknya sesuai dengan analogi yang dituliskan Goenawan Moehammad dalam bukunya, catatan pinggir V. Parlemen kata Goenawan, tidak ubahnya seperti pabrik tahu. Berbau bacin. Disana kedelai diinjak-injak sampai kental entah dengan kaki yang bagaimana, dicampur air sampai akhirnya berbentuk seperti lendir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kesan menjijikan dalam prosesnya, namun siapa nyana dari pabrik yang bau busuk itu, keluar beratus-ratus tahu bentuk kubus. Yang tentu saja semua orang suka. Parlemen, kata Gunawan juga tidak jauh berbeda, disana beratus kepentingan diaduk, perdebatan diwarnai sikut menyikut. Tapi apa hasil akhirnya? sebuah produk hukum yang mengatur kehidupan yang lebih baik. Layaknya sepotong tahu. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Goenawan Mohammad dalam  catatan pinggir 5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-4615940825967365605?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/4615940825967365605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=4615940825967365605&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/4615940825967365605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/4615940825967365605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/pers-iii.html' title='Pers dan Pabrik Tahu'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-791165798576306978</id><published>2007-04-07T22:32:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:40.227+07:00</updated><title type='text'>Impian itu Juga Punya Kami...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv4Id5fjazI/AAAAAAAAAEU/UwhRvndUuw4/s1600-h/SMPMB.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv4Id5fjazI/AAAAAAAAAEU/UwhRvndUuw4/s320/SMPMB.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115535536481856306" /&gt;&lt;/a&gt;Impian melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), milik semua siswa. Tidak terkecuali 4 calon mahasiswa baru tunanetra yang ikut ujian Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2007, Rabu (4/7), di Universitas Negeri Padang (UNP) ini. Kendati kurang sempurna, mereka bertekad menjadi manusia yang berguna.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ruang ujian SPMB kelompok IPS tahun 2007 khusus Tunanetra"&lt;/span&gt;. Kertas putih bertuliskan kalimat itu, tertempel di pintu masuk ruangan ujian SPMB empat calon mahasiswa baru tunanetra di lantai 2 rektorat UNP Air Tawar Padang. Saat itu pukul 7.30 pagi, dua pasang calon mahasiswa asal payakumbuh ini, (Maia Ulfa, Sasta Budiman, Dilla rahmayeni, Mulyadi-red), tampak asyik menyebutkan data diri masing-masing. Mereka disertai seorang pendamping untuk masing-masing calon mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pendamping juga berfungsi sebagai pengawas. Selain membulatkan lembar jawaban, tugas kami juga membacakan soal kepada mereka. Dan selanjutnya mereka menjawab dengan kode jari," tutur dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Kependidikan (FIK) UNP, Mindawati ini. Disebutkannya setiap tahun selalu ada calon mahasiswa baru tunanetra, yang ikut ujian di UNP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang calon mahasiswa baru, Mulyadi mengungkapkan, keinginannya untuk ikut SPMB semata-mata untuk menjadi manusia yang berguna. Siswa dari SMA N 2 Payakumbuh ini tidak ingin menyusahkan orang lain dengan keadaan fisiknya. Siswa yang kedua bola matanya ada bercak putih ini menyebutkan, saat naik kelas 3, gurunya menuliskan dia masuk lokal IPA. Padahal fisiknya tidak memungkinkan untuk itu. Kesalahan itu bisa terjadi, karena siswa ini termasuk cerdas dilokal terutama untuk mata pelajaran matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingin sekali menjadi orang berhasil. Tidak memberatkan orang lain. Saya ingin menjadi dosen seperti bapak dan ibuk. Minimal sekali guru," ujar calon mahasiswa Pendidikan Luas Biasa ini (PLB).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menempuh SPMB tahun 2007 ini, bukan beban berarti baginya. Dia yakin akan pertolongan yang Tuhan Yang Maha Esa dan insan lainnya. Termasuk untuk ujian kali ini dirinya ditemani pengawas dosen PLB. "Daripada pake huruf Braille, saya lebih suka dibacakan. Kalau pakai Braille menghabiskan banyuak waktu," imbuh Mulyadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan untuk menjadi manusia berhasil juga diukemukankan calon mahaiswa tunanetra lainnya, Sastra Budiman (22). Siswa dari Payakumbuh ini berharap, menjadi guru jika sekiranya lolos SPMB. Kendati kekurangan, Sastra tidak pernah merasa minder. Apalagi selama sekolah di SMK 1 Payakumbuh, dirinya selalu dibantu teman-temannya. Dan dia pun yakin, jika lolos kuliah nantinya, pasti akan banyak yang akan menolongnya dalam beraktifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaksempurnannya fisik mereka secara otomatis memang memanggu proses belajar. Mereka agak lambat mengikuti pelajaran daripada siswa normal. Seperti yang diungkapkan Dilla Rahmayeni (22), calon mahasiswa baru tunanetra dari MAN 2 Payakumbuh ini. "Agak susah ngikuti pelajaran. Tapi berkat bimbingan guru, orang tua dan bantuan teman-teman saya akhirnya lulus juga," ungkap Dilla yang juga mengambil Jurusan PLB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana prestasi mereka selama menempuh perkuliahan?. Seperti diungkapkan Mindawati, umumnya IPK mahasiswanya ini selau diatas 3,0. Kecerdasan mereka tidak kalah dengan siswa lainnya. Bahkan ada beberapa diantaranya lebih cerdas daripada mahasiswa normal. Tidak jarang sebelumnya mereka juga juara kelas di lokalnya masing-masing.(**)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-791165798576306978?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/791165798576306978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=791165798576306978&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/791165798576306978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/791165798576306978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/spirit.html' title='Impian itu Juga Punya Kami...'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv4Id5fjazI/AAAAAAAAAEU/UwhRvndUuw4/s72-c/SMPMB.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-5503585679067145562</id><published>2007-04-01T22:40:00.000+07:00</published><updated>2007-10-06T21:44:33.085+07:00</updated><title type='text'>Pahlawan Lingkungan</title><content type='html'>Ditengah gencarnya pembalakan liar, upaya mempertahankan hutan tidak ubahnya seperti oasis di tengah gurun. Itulah yang dilakukan Wali Bagari Paru Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, Iskandar (40). Lewat perjungannya selama 10 tahun bersama kelompok petani peduli hutan (KPPH) yang dibentuknya, berbuah penghargaan kalpataru yang akan diserahkan Presiden RI, hari ini Rabu (6/6) di Istana Negara Jakarta.&lt;div class="fullpost"&gt;Tokoh lingkungan yang peduli alam ini menerima penghargaan di bidang peyelamat lingkungan. Dengan kelompoknya, sedikitnya 4500 Ha lahan hutan di Kecamatan Sijunjung, terbebas dari aksi pembalakan liar para pemburu kayu hutan. Di lahan tersebut, ekosistem alam terjaga dihabitatnya. Kambing hutan, Tapir, rusa, kijang, Kancil, Siamang dan binatang lainnya menemakan ketenangan disana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjaganya ekosistem hutan juga dibuktikan dengan ditemukannya batang kayu yang berusia ratusan tahun, dengan diameter mencapai 25 m dan ketinggian 60-70 meter. Konon jika kayu itu ditebang, bisa dimanfaatkan untuk membangun 5 unit rumah tipe 36 (dua kamar) untuk setiap batangnya. Demikian juga dengan pohon langka masih ditemukan di lahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saban hari selama 2-3 jam, pria yang juga berprofesi sebagai pedagang ini menghabiskan waktu dihutan. Tak peduli dia harus menempuh jarak 1-3 Km dari kediamannya. Hidupnya seakan menyatu dengan alam. Bersama KPPH yang dibentuknya, Iskandar memiliki lahan seluas 3 ribu Ha di Bukik Mandiangin, seribu Ha di Hutan Sungai Durian dan 500 Ha di Sungai Sirah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama KPPH, Iskandar bukan hanya melestarikan fauna dan flora, namun ikut melindungi sumber mata air, memberikan penyuluhan, pencegahan kerusakan hutan dengan membuat Peraturan Nagari (Perna) tentang Rimbo Larangan, termasuk juga mempersiapkan Nagari Paru sebagai daerah wisata Alam. Upaya pelestarian hutan yang dilakukan pria lulusan SMA ini, bukan saja melindungi hewan namun juga pohon. Di lahan KPPH, sedikitnya 20 jenis kayu tumbuh tanpa gangguan. Diantaranya, Kawang, Meranti, Marsawa, Banio, Kulim, Siminai, Timbalan, madang, Pulai, Balam dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Iskandar melestarikan hutan memiliki multiplier efect. Bukan saja terjaganya ekosistem hutan seperti tumbuhan dan hewan, tetapi secara tidak langsung, Iskandar dan KPPH, juga telah ikut melestarikan sumber mata air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penyadaran membutuhkan media. Awalnya, hanya Iskandar seorang. Namun keberhasilan sosialisasi yang dilakukannya, KPPH terbentuk. Warga sadar, saat musim kemarau melanda, mata air yang menjadi sumber pengairan persawahan mereka nyaris kering.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kegiatan pelestarian sumber air yang didukung para tetua adat, Iskandar dan kelompoknya mengajak warga mengelola air secara merata. Usaha ini menyebar di Nagari Aie Angek, Nagari Solok Ambah dan dusun-dusun kecil lainnya. Dalam kegiatan itu, dia dan kelompoknya menjadikan usaha pemerataan air dilandasi moral dan kebersamaan. Pendekatan persuasif yang dilakukannya, meningkatkan komunikasi antar warga, sehingga menguntungkan secara sosial kemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya 14 sungai terlestarikan dengan aktifitas kelompoknya. Diantaranya Sungai Tambangan, Sungai Kopi, Sungai Sopan Kecil dan Besar, Sungai Tuhu, Sungai Batung dan lainnya. Selain itu, sumbangan tertinggi sehingga Iskandar berhasil meraih Kalpataru berasal dari keberhasilannya merangsang ide untuk lebih mengembangkan peran serta masyarakat dalam menjaga hutan. Melalui rapat dan kesepakatan bersama penduduk, di Nagari Paru terbentuk Hutan lindung atau dalam istilah warga Rimbo Larangan Nagari Pagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan pembentukan Rimbo Larangan itu, bermula dari banyaknya pengusaha kayu yang merambah hutan di wilayah itu. Padahal hutan tersebut menyimpan kekayaan alam yang tak terhingga. Di hutan Nagari Pagu masih didapati pohon dengan diametr mencapai 2 meter. Begitu juga dengan binantang langka, warga masih bisa menemukan Kambing Hutan, Tapir, Rusa, Kijang, Harimau kumbang, anjing Hutan, berjenis-jenis Monyet dan beberapa jenis Ular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibidang kebijakan, Walinagari Pagu ini berhasil mempelopori terbentuknya Peraturan Nagari (Perna) tentang pelestarian hutan Nagari Pagu. Perlindungan hutan yang diatur dalam Perna tersebut antara lain menyangkut penebangan hutan untuk komersil, kebakaran hutan, dan menjaga hutan. Warga Pagu diberikan kesempatan memanfatkan hutan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari tanpa merusknya. Dan siapapun yang melanggar, akan dijatuhi sanksi berupa satu ekor sapi dan denda dengan uang tunai dengan jumlah tertentu. Bila sanksi itu tidak dipenuhi, yang bersangkutan akan diajukan ke pihak berwajib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangannya yang tanpa kenal lelah, akhirnya mengantarkan Iskandar sebagai salah seorang peraih penghargaan Kalpataru. Pengharagaan yang harus ditunggu Sumbar selama 7 tahun lebih. Walinagari Paru ini, menjadi bukti bahwa mencintai lingkungan bukan dominasi milik orang-orang tertentu saja.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan pria yang hanya tamat SMA ini, bukan hanya dari segi waktu dan tenaga tetapi juga uang. Tanpa bantuan modal dari pihak manapun, Iskandar menghabiskan Rp 100 ribu biaya setiap bulannya, untuk melakukan kegiatan pelestarian hutan. Perjuangannya bukan perjuangan biasa. Dia harus menghadapi tekanan dan ancaman dari para pembalak liar dan pengusaha kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarnya Perna tentang rimbo larangan di Nagari Paru, agaknya menjadi entri poin pelstarian hutan lebih lanjut. Dengan perna itu, warga Nagari Paru akhirnya memiliki hutan sebagai penyangga sumber mata air seluas 4.500 Ha yang terletak di Jorong Batu Ranjau (4000 Ha) dan di Sungai Sirah Jorong Bukik Buar (500 ha).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pria kelahiran 40 tahun silam ini, bisa bernapas lega. Hutan telah terjaga, sumber mata air mulai mengalir lagi, mengairi persawahan. Panen menjadi 3 x setahun dan sawah warga tidak lagi tergantung langit (tadah hujab-red). Dengan upayanya bersama KPPH, warga Paru terhindar dari bencana alam, terbebas dari longsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan bukan untuk perkara Kalpataru an sich. Penghargaan yang diterimanya saat ini, hanya faktor ikutan dari kerja keras dan dedikasinya pada lingkungan. Bahkan Nagari Paru akan diproyeksikan menjadi kawasan ekowisata. Mudah-mudahan dengan keberhasilannya, akan lahir Iskandar-Iskandar lainnya yang mau mendedikasikan separuh usianya untuk terus mencintai lingkungan. Semoga !!!.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-5503585679067145562?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/5503585679067145562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=5503585679067145562&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/5503585679067145562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/5503585679067145562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/kalpataru.html' title='Pahlawan Lingkungan'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-117527627672685091</id><published>2007-03-31T01:34:00.000+07:00</published><updated>2007-10-06T21:46:24.915+07:00</updated><title type='text'>"Singsingkan Baju Jika Hujan Turun"</title><content type='html'>Pendidikan sangat tergantung pada sarana dan prasarananya. Namun bukan rahasia umum, jika banyak bangunan fisik sekolah terutama sekolah dasar (SD), yang kondisinya memiriskan. Salah satunya adalah SDN 32 Kuranji di Guo, Kelurahan Kuranji. Setiap kali hujan turun, SD yang berada di kaki bukit itu selalu digenangi air.&lt;div class="fullpost"&gt;“Kami buka sepatu, singsingkan celana untuk gotong royong bersama,” kalimat itu terloncat dari mulut mungil Romi (10), ketika saya ini berkunjung ke sekolahnya Jumat (30/3).Siswa kelas IV SDN 32 Kuranji ini sambil malu-malu menceritakan, sekolahnya itu sudah menjadi langganan banjir begitu hujan turun. Namun, katanya, itulah saat-saat yang paling disukai anak keluarga petani ini. Karena dia bersama kawan-kawannya bisa bermain-main. Tidak belajar. Ketika hujan cukup deras mengguyur daerah itu, guru mereka terpaksa mengambil kebijakan mengizinkan siswa untuk pulang lebih awal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eda Rosehan, guru kelas II mengungkapkan, kebijakan itu terpaksa diambil untuk mengantisipasi “terkurung”-nya para siswa di sekolah. Pasalnya, para muridnya kebanyakan tinggal di atas bukit yang tepat berada di belakang sekolah itu. Untuk menuju sekolah ini, Eda Rosehan dan kawan-kawan harus menempuh jarak 1-2 km dari jalan raya. Kendati telah diaspal kasar, namun di sisi kanan dan kiri jalan, dihiasi lubang. Satu-satunya alat transportasi sewa yang masuk ke lokasi sekolah itu, hanyalah ojek dan becak motor. Terkadang, akibat banyaknya lubang yang “menghiasi” badan jalan itu, para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, harus berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Capek, kalau harus naik becak motor tiap hari. Jalannya yang penuh lubang, membuat badan pegal-pegal.  Untuk mengakalinya kami terpaksa harus jalan kaki,” ungkap Eda. Sekolah dengan siswa sebanyak 294 orang tersebut, hanya memiliki 6 ruangan kelas. Padahal siswa yang menempuh pendidikan di sana sebanyak 11 rombongan. Sehingga untuk mengatasi itu, kepala sekolah dan majelis gurunya mengambil kebijakan sistem 2 shift. Sebagian siswa masuk pagi dan sisanya sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SDN 32 Kuranji, Yuliarti tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya, ketika ditanyakan perasaannya mendapatkan dana rehab sebesar Rp 250 juta yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Dikatakannya, dana itu akan diperuntukkan bagi rehab atap sekolah, perbaikan WC dan peremajaan 3 ruangan kelas. Untuk rumah dinas guru yang rusak parah, Yuliarti akan merehabnya dan mengubahnya menjadi ruangan perpustakaan. Karena selama ini, pembelajaran anak didiknya hanya dibantu pustaka mini, yang terdapat di samping ruangan guru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau hujan turun ruang pustaka kamipun bocor. Air telah melapukkan buku-buku dan raknya. Wajar Bukan karena sejak SD ini dibangun tahun 1977, belum pernah satu kalipun direhab,” jelas Yuliarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun walau dalam kondisi kekurangan, dari beberapa sekolah dasar yang telah dikunjungi koran ini, sekolah tersebut termasuk salah satu sekolah terbersih. “Kami memang selalu menanamkan kepada para murid untuk hidup bersih. Bisa bapak lihat sendiri, bisa dikatakan tidak ada sampah yang berserakan,” ungkap guru kelas V, Yeni. (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-117527627672685091?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/117527627672685091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=117527627672685091&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/117527627672685091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/117527627672685091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/03/rubuhnya-sekolah-kami.html' title='&quot;Singsingkan Baju Jika Hujan Turun&quot;'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-7489101518685448506</id><published>2007-03-11T22:54:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:40.601+07:00</updated><title type='text'>Ada Gairah Pada Kedewasaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtleXfhxTyI/AAAAAAAAACk/gUvcG6I01y0/s1600-h/2324.thumbnail.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtleXfhxTyI/AAAAAAAAACk/gUvcG6I01y0/s320/2324.thumbnail.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105215410294312738" /&gt;&lt;/a&gt;Dulu sewaktu aq kanak-kanak, besar keinginan untuk segera menjadi dewasa. Orang dewasa memiliki kebebasan dalam menentukan sikap, bebas keluar rumah tanpa dimarahi, bebas berbuat apa saja, seperti manjat pohon, mandi di sungai dan lainnya.&lt;div class="fullpost"&gt;Namun ternyata setelah puluhan tahun berselang, tiba-tiba saja ingatan masa kecil berkelebat mengisi rongga otakku. Hari ini kita sudah dewasa, sudah diizinkan manjat pohon, mandi di sungai, keluar malam dan tidak pernah lagi dikontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata menjadi dewasa itu sangat menyakitkan. Setiap pilihan dan keputusan yang kita ambil memiliki konsekuensi yang harus kita tanggung sendiri. Ternyata dewasa itu tidaklah nikmat. Dewasa butuh tanggung jawab besar. Menjadi dewasa berarti menjadi pemimpin bagi orang-orang di sekitar kita. Dan menjadi pemimpin, harus ada pertanggungjawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa berati harus siap dengan banyak persoalan datang mendera. Banyak masalah yang harus dihandle segera. Banyak persoalan yang menuntut tanggung jawab kita. Awalnya menyakitkan, dulu kita hanya tinggal tadahkan tangan. Tapi sekarang semuanya telah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sadar, menjadi dewasa itu adalah sebuah pilihan. Seperti iklan sebuah produk rokok, "TUA PASTI TAPI DEWASA PILIHAN". Dan kita berada dalam pilihan ini skarang. Dewasa memang menyakitkan, tapi ada kegairahan didalamnya.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-7489101518685448506?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/7489101518685448506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=7489101518685448506&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/7489101518685448506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/7489101518685448506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/05/sakitnya-melahirkan-kedewasaan.html' title='Ada Gairah Pada Kedewasaan'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtleXfhxTyI/AAAAAAAAACk/gUvcG6I01y0/s72-c/2324.thumbnail.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-6686943569758523159</id><published>2007-03-09T03:05:00.000+07:00</published><updated>2007-10-06T21:31:18.104+07:00</updated><title type='text'>Coretan 2</title><content type='html'>Dalam beberapa hari ini kita publik negeri ini terkejut, kok bisa ya? adegan panas salah seorang "pemimpin" kita menjadi konsumsi publik. Pertanyaanya kok bisa? karena fenomena ini bukan fenomena baru dalam jejeran arus informasi di negara ini.&lt;div class="fullpost"&gt;Mungkin karena tidak mau kalah dengan generasi mudanya, yang udah duluan. Kita ribut, apakah karena prihatin dengan kerusakan moral yang menelanjangi kita, kaum bermoral (mudah-mudahan saja), atau kita sengaja marah untuk menutupi kebobrokan moral kita sendiri? entahlah, hanya kalbu yang bicara benar. Seperti AA Gym yang secara gentle melakukan poligami.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-6686943569758523159?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/6686943569758523159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=6686943569758523159&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/6686943569758523159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/6686943569758523159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/05/ruang-kosong.html' title='Coretan 2'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-2485683156393912260</id><published>2007-02-14T22:27:00.000+07:00</published><updated>2007-10-06T21:26:39.453+07:00</updated><title type='text'>Sejarah Mati Tiba-Tiba</title><content type='html'>Sejarah baru saja selesai mandi. Wangi merk sabun terkenal masih tercium dari tubuhnya, rambut ikal mirip Josh Gorobannya masih basah. Tetes-tetes air masih mengalir di pipinya. Masih terlalu pagi waktu itu. Matahari baru saja muncul, embun yang bercinta dengan dedaunan masih belum mau beranjak. Kisah manis memang tidak harus cepat berlalu.&lt;div class="fullpost"&gt;Seorang laki-laki entah siapa, tiba-tiba saja melemparkan batu ke arah sejarah yang baru saja sampai di depan pintu. Plak.... kepalanya bocor dan berdarah. Laki-laki menyengir dan kemudian berlalu. Dalam perjalanan ke rumah sakit, sejarah menghembuskan nafasnya yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu juga sejarah berakhir. Dia mati mengenaskan dan tragis. Dilempar batu....&lt;br /&gt;Hari itu juga diketahui pembunuhnya, Francis Fukayama. Dia mentakrifkan The End of History, sejarah telah berakhir dengan kemenangan kredo politik-ekonomi dan sosial Liberalisme yang mengusung paham ekonomi Pasar. Sebuah mantel ternbaru kapitalisme yang telah dibibitkan sejak lama oleh Adam Smith, kemudian disemai Hayek dan ikut dirawat Milton Friedman. Keynas seketika mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Invisible Hand (tangan tak terlihatnya) Adam Smith segera direvolusi habis-habisan. Semua regulasi yang menghalangi penumpukan modal dihancurkan. Negara sebagai pemegang utama kedaulan rakyat, diubah hanya sekedar penonton. Negara tidak bereaksi saat kapitalisme mencabik-cabik daging rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mantel baru, dia memang gila-gilaan. Berbagai instrumen penting dunia segera dikuasai. Mulai dari WTO, IMF, Worl Bank dan kemudian ditenggarai juga PBB. Lembaga-lembaga ini kemudian dijadikan kaki tangan untuk memuluskan ekonomi pasar atau dalam bahasa yang lebih ideologis dikenal dengan Neoliberalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam The End History, pertentangan ideologi dan ekonomi yang mewarnai dunia lebih dari 40 tahun, segera ditentang tidak relevan lagi. Dunia memasuki  konflik puak, ras, agama dan suku bangsa. Konflik horizontal kemudian merajai konflik peradaban. Bagi  yang percaya , pembunuhan pendeta, pemb akaran gereja dan mesjid, penyerangan Afganistan, Irak dan sebagainya berada dalam mind frame Fukayamaisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau hal itu akan ditolak mentah-mentah oleh kaum sosialis. Sosializm melihat konflik masih dalam bentuk pertentangan klas, antara yang berpunya dengan yang tidak. Antara borjuis denga proletar. Mereka masih mengatakan, bahwa lokomotif sejarah adalah pertentangan klas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir sejarah, diawali dengan runtuhnya modernisme. Paham yang telah menguasai dunia bertahun-tahun ini, tiba-tiba saja dianggap rontok dan tidak sesuai dengan semangat jaman. Anti religius dan pengagungan rasio dan logika yang menjadi ciri khas modernitas, segera ditinggalkan. Manusia kembali ke fitrahnya. Religiusme menemukan tempatnya kembali, meski dalam bentuk yang berbeda.  Di Amerika dan Eropa, orang ramai-ramai mencarinya, namun mereka tidak lari ke agama-agama besar (minus Islam mungkin). Eropa memasuki relijius yang berbeda. Mereka menemukan kearifan pada aliran-aliran sempalan agama-agama dunia. Mereka menganut kepercayaan yang bukan dalam mainstream agama. Tapi lebih bisa dikatakan, mereka percaya pada yang gaib. Tapi bukan Tuhan, mungkin. Bisa roh, bisa dukun, dan bisa yang lainnya. Intinya, disatu sisi, religius tapi bukan "beragama"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;TIDAK SEMUA KEBENARANA MESTI DIJELMAKAN&lt;br /&gt;BIARLAH IA MENDENGUP LIRIH SEBAGAI SUKMA&lt;br /&gt;SEPERTI SUARA BEL YANG MENGAMBANG..&lt;br /&gt;YANG SUARANYA HANYA TERDENGAR SEKEDAR LAMAT-LAMAT&lt;br /&gt;MENYENTUH SUKMA DENGAN SEJUTA TANDA&lt;br /&gt;HANYA KETERBUKAAN MENYIBAKNYA DENGAN RENDAH HATI YANG SUMELEH..&lt;br /&gt;DALAM THE END OF MODERNITY... (the End Modernity : George Vatimo)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-2485683156393912260?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/2485683156393912260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=2485683156393912260&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2485683156393912260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/2485683156393912260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/05/akhir-sejarah.html' title='Sejarah Mati Tiba-Tiba'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-9139289572438639225</id><published>2007-01-23T22:50:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:40.791+07:00</updated><title type='text'>Pada Pernah Ada Masa Lalu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rtlh3_hxT0I/AAAAAAAAAC0/TkEMc5rp2iE/s1600-h/Faces-of-time-past.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rtlh3_hxT0I/AAAAAAAAAC0/TkEMc5rp2iE/s320/Faces-of-time-past.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105219267174944578" /&gt;&lt;/a&gt;Dahulu taman ini pernah menjadi tempat kami bersama. Dulu kita pernah saling mengenal. Dalam PERNAH memang tersimpan masa lalu. Terdapat kenangan dan mengantung kisah. Manusia adalah makluk yang menggampangkan. Dengan simbol-simbol, dia bicarakan perasaannya.&lt;div class="fullpost"&gt;Sebuah skill. Ya bisa dikatakan seprti itu. Yang paling besar dan paling dasyat dalam diri manusia adalah kemampuan berbahasa. Bahasa adalah sebuah simbol yang "menggampangkan". Rasa sakit yang menyayat hanya bisa diutarakan dengan kata ADUH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pernyataan Aduh tersebut memang mewakili rasa sakit yang sebenarnya. Demikian juga dengan rasa sayang, cukupkah dikatakan dengan tiga kata "Aku Sayang Kamu". Tidak pastinya. Karena setiap rasa, merupakan chemistry yang komplek. Maka ketika seseorang menikmati sebuah karya estitika, lukisan, foto, gadis cantik misalnya. kata wow.. sering terucapkan. Namun apakah wow.. bisa menggambarkan secara komprehensif tentang perasaan objek yang sebenarnya. Tidak, karena kata hanya simbol. Kita adalah makluk penanda simbol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan kata pernah. Pernah menyiratkan masa lalu, yang hari ini pastinya sudah berakhir. Pernah adalah sebuah kenangan. Mungkin menyenangkan dan mungkin juga pahit. Tapi yang pasti, PERNAH adalah rasa yang tertahankan, kisah yang terputus ditengah jalan. Pertanyaannya apakah Pernah bisa untuk terulang lagi. Tidak. Karena dalam kata ini, terjaring waktu yang singkat dan sebuah kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja jika jaring waktu tersebut terputus, oleh sesuatu atau apa. Pernah melompat menjadi kembali lagi. Namun sebagian ujungnya tetap terikat jejaring masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus pahami tidak ada kisah yang selesai. Semuanya terulang kembali, meski dalam bentuk dan ditempat yang agak berbeda. Jalan seperti sarung, semakin jauh kita melangkah, semakin dekat kita bertemu lagi. Jangan pernah katakan PERNAH, karena sejarah pasti berulang. Namun dengan lakon dan cerita yang berbeda.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-9139289572438639225?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/9139289572438639225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=9139289572438639225&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/9139289572438639225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/9139289572438639225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/05/pada-pernah-tersimpan-masa-lalu.html' title='Pada Pernah Ada Masa Lalu'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rtlh3_hxT0I/AAAAAAAAAC0/TkEMc5rp2iE/s72-c/Faces-of-time-past.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-4718415263808670642</id><published>2007-01-12T23:35:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:40.907+07:00</updated><title type='text'>Tak Putus di Rundung Macet</title><content type='html'>&lt;a&lt;br /&gt;href="http://3.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv5Ub5fja1I/AAAAAAAAAEo/CgcgbtLxlaA/s1600-h/macet+pasar+raya.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv5Ub5fja1I/AAAAAAAAAEo/CgcgbtLxlaA/s320/macet+pasar+raya.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115619065005828946" /&gt;&lt;/a&gt;Suhu udara di Kota Padang lagi panas-panas. Jam waktu itu menujukan pukul 12.00 Wib. Matahari memang sedang di ubun-ubun. Hari itu, Jumat (27/4), beberapa menit lagi azan Jumat akan segera berkumandang. Di beberapa ruas jalan utama jantung ekonomi Kota Padang sedang macet-macetnya.&lt;div class="fullpost"&gt;Di Jalan Pasar Baru depan Pasar Raya Padang, kendaraan merangkak perlahan. Di jalan yang panjangnya tidak mencapai 1 km itu, angkutan kota (angkot) dan kendaraan umum mesti menempuhnya dalam 20 menit. Dibelakang salah satu angkot jurusan Pasar Raya-Jati, rentetan klakson mobil saling sahut-bersahutan. Beberapa sepeda motor saling salib menyalib, agaknya sedang mengejar sesuatu. Kota Padang, sedang bergegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kondisi seperti ini hampir terjadi tiap hari. Apalagi pada jam-jam segini, jam disaat anak sekolah pulang. Para pekerja kantoran istirahat, ibu-ibu yang belanja kembali ke rumahnya," ungkap Riki, sopir angkut jurusan Pasar Raya-Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ini sengaja naik angkot, pada jam-jam sibuk tersebut, untuk merasakan secara langsung bagaimana sistem tranportasi di Kota Padang. Sambil terus merangkak, warga Pampangan ini menyatakan kemacetan parah di ruas Jalan Pasar Baru itu, sudah menjadi makanan sehari-harinya sebagai supir angkot. Sejak terminal angkot di Goan Hoat disulap menjadi areal pertokoan modern, macet sudah pasti terjadi di kawasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak adanya terminal mengakibatkan kami harus ngetem disini dahulu, kalau tidak, tidak akan dapat penumpang. Mungkin demikian juga yang dilakukan teman-teman saya. Saya pernah menghabiskan waktu 30 menit untuk sampai ke ujung (jalan permindo)," jelas Riki. Sementara di belakangnya antrian panjang makin terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngetem di pasar raya, saat kemacetan menjadi, bukan sesuatu yang mengenakan bagi pria 24 tahun ini. Kemacetan membuat dia harus menghabiskan banyak bensin dan membuat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bete&lt;/span&gt; penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemacetan bukan saja terjadi di Jalan Pasar Baru. Di sepanjang Jalan M Yamin sampai ke depan mesjid Taqwa dan air mancur kondisi yang sama juga terlihat. Ratusan kendaraan berjejer. Di depan air mancur, klakson mobil saling sahutan berbarengan dengan terikan para &lt;span style="font-style:italic;"&gt;agen&lt;/span&gt; yang mencari penumpang. Alunan ayat-ayat suci Alquran mulai terdengar dari pengeras suara salah satu mesjid bersar di Sumbar, yakni masjid Taqwa yang hanya berjarak 15 meter dari area macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan rahasia umum lagi, sejak tidak adanya terminal, kemacetan makin  menjadi-jadi di kawasan ini. Dulu memang agak macet, namun cuma sebentar. Angkot langsung &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cabut&lt;/span&gt; setelah mangkal di terminal, sekarang mereka harus ngetem disini dulu," ungkap Armen, salah seorang penjual minumam dingin di sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Armen mengatakan, sembrawutnya lalu lintas terjadi setiap hari. "Jadwalnya, kalau pagi terjadi sekitar pukul 7. Kalau siang pukul 12-13.30 dan kalau sore sekitar pukul 4 sore. Seusai Sholat Ashar biasanya sudah macet," lanjut warga Lubuk Buaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterkejutan pemuda 28 tahun ini tidak bisa disembunyikannya, ketika saya  menyatakan kota Padang baru saja mendapatkan plakat Wahana Tata Nugraha bidang lalu lintas. Penghargaan tersebut merupakan supremasi ketertiban lalu lintas di Kota Padang. "Kok bisa" ungkap Armen. Dia tidak habis pikir, apa yang menjadi kriteria penilaian. Pasalnya selama dia berjualan di depan Masjid Taqwa tidak satu kalipun dia melihat ketertiban lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan yang sama diungkapkan Barli (50). Penjual Martabak Padang ini, menyatakan apa kriteria tertib lalu lintas. Setiap hari pria beralamat di Belakang Tangsi ini menyaksikan kesembrawutan. Angkot berhenti seenaknya, ojek dan motor yang saling salib. Klakson mobil yang memekakkan telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga lainnya yang ditemui, Andi (29) juga menyatakan hal yang tidak berbeda. Dikatakan Andi, sembrawutnya lalu lintas di Kota padang, tidak hanya didominasi  angkot yang ngetem. Namun juga banyaknya kendaraan yang parkir di sembarangan tempat. Dia mencontohkan, diareal Pasar Pagi. Bisa dipastikan, hampir setiap hari terutama Jumat, banyak warga yang parkir sembarangan di mesjid sekitar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin tim penilai Tata Nugraha, hanya melihat kawasan Khatib yang tertib saja. Namun tidak memperhatikan kawasan Pasar Raya, Air Mancur dan Pasar Pagi," ungkapnya mengomentari plakat WTN yang baru saja diterima Kota Padang.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-4718415263808670642?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/4718415263808670642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=4718415263808670642&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/4718415263808670642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/4718415263808670642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/09/macet.html' title='Tak Putus di Rundung Macet'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv5Ub5fja1I/AAAAAAAAAEo/CgcgbtLxlaA/s72-c/macet+pasar+raya.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-7880769866093017968</id><published>2007-01-11T22:52:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:41.085+07:00</updated><title type='text'>Waktu, Garis Yang Melengkung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtlfZ_hxTzI/AAAAAAAAACs/l7QUgAwMj0E/s1600-h/26.jpeg.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtlfZ_hxTzI/AAAAAAAAACs/l7QUgAwMj0E/s320/26.jpeg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105216552755613490" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak ada garis datar, yang ada hanya sebuah lengkungan. Penghubung dua titik yang selama ini kita anggap sebuah garis datar, ternyata kemudian terbukti bukan demikian halnya. Penghubung dua titik tersebut adalah garis lengkung laiknya bumi yang berbentuk elips seperti telur. Bukan hanya garis yang melengkung, menurut ahli fisika modern, ternyata waktu juga melengkung.&lt;div class="fullpost"&gt;Tetapi apakah itu waktu? Tahun 2006 baru saja kita lewati dan kita pun tidak tahu apa perbedaannya sekarang dengan tahun lalu. Kita tidak akan sadar telah terjadi pergantian tahun, kalau saja tidak ada yang membunyikan terompet dimalam pergantian tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon menurut teori big bang, jauh sebelum alam semesta ini ada. Belum ada sebuah materi pun yang mengisi jagat raya, Saat itu meteri dan waktu belumlah lahir. Yang ada adalah sebuah titik asal yang disebut singularitas. Atau mungkin saat ini yang ada hanya tuhan, yang kemudain bersabda dengan 7 perintah. Singularitas tiba-tiba saja meledak, memancarkan materi ke alam raya yang tiada. Dan waktupun terbentuk...alampun menghambur dan kemudian mengembang. Materi ada dari ketiadaan. Saat itulah waktu bergerak dari nol menuju sebuah titik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari ledakan singularitas, waktu ada. Namun apakah waktu, adalah materi yang bisa kita raba. Sesuatu yang bisa kita rasakan seperti kita meraba lembutnya rambut kekasih yang basah, sehabis mandi siang? Tidak waktu tak berasa, terlalu sangat abstrak untuk  digambarkan. Gerakannyapun tak terdeteksi, kecuali dalam detak-detakan jarum jam yang mengisi ruang kosong-ruang kehidupan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu, sebuah garis yang melengkung. Seperti halnya garis lengkung, suatu saat kedua ujungnya akan saling bertemuan. Itulah mungkin yang dikatakan lahir dan kemudian tiada. Waktu baru kita pahami, ketika mungkin kita dimarahi guru saat telat datang ke sekolah. Waktu tak akan pernah bisa kita pahami, terlalu absurd, penuh teka-teki namun menyimpan rahasia kehidupan kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada masa depan, karena waktu ternyata bergerak mundur. Yang ada adalah jalan menuju ketiadaan. Hari ini tahun 2007. Lebih dari dua melinium kita lewatkan tahun masehi ini. Bayangkan jutaan tahun yang sudah terlewat dalam masa pra masehi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sudah berada di ujung, di bibir jurang tempat ia akan membawa kita semua jatuh. Dan kitapun belum tahu apa yang ada didasarnya. Ular dengan kepala 7 atau bidadari dengan pandangan seindah mata merpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap tahun yang terlewati, makin mendekatkan kita menuju ke the big cruch (sebuah remukan besar alam semesta). Bumi akan kembali ketitik singualritas. Waktu dan materi akan menghilang. Saat itu, ujung garis lengkung sudah saling bertemu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam big bang, bumi mengembang dan kemudian remuk -ini menurut teori yang ada-.&lt;br /&gt;Masa depan memang belumlah jelas. Semuanya masih kabur. Namun ada kegairahan saat kita tidak mengetahui masa depan. Mungkin seperti malam pertama yang membuat jantung berdebar lebih kencang, menciptkan sebuah sensasi. Semakin kita tidak mengetahui masa depan, semakin besar kegairahan yang ditimbulkannya. Bukah kita kita lebih tertarik pada apa yang belum kita ketahui pasti. Seperti waktu yang hari ini mengantarkan kita ketahun 2007. Sudah 24 tahun umurku sekarang dan entah sampai kapan akan bertahan... berkompromi dengan waktu yang terus bergegas. (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-7880769866093017968?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/7880769866093017968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=7880769866093017968&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/7880769866093017968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/7880769866093017968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/05/sebuah-garis-yang-melengkung.html' title='Waktu, Garis Yang Melengkung'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtlfZ_hxTzI/AAAAAAAAACs/l7QUgAwMj0E/s72-c/26.jpeg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-6558555723702880647</id><published>2006-09-10T22:56:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:41.302+07:00</updated><title type='text'>Descrates Vs Enstein</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtldpPhxTxI/AAAAAAAAACc/1sv6SeD7ou4/s1600-h/img23.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtldpPhxTxI/AAAAAAAAACc/1sv6SeD7ou4/s320/img23.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105214615725362962" /&gt;&lt;/a&gt;sejarah perkembangan ilmu alam adalah pergulatan panjang para filsuf. Dengan nalar, mereka menjelaskan hakikat materi. Berbagai teori di zaman kuno itu, bertebaran disana-sini. Mulai teori Aristoteles, yang menyatakan bahwa materi adalah zat yang bisa dibagi-bagi secara terus menerus. Sampai "musuhnya"--Demokritus-- mengeluarkan teori yang menyatakan materi adalah sebuah atomos. Sesuatu yang bukan tanpa batas. Ada limit di ujungnya. Ada batas maksimal ketika materi tidak bisa diuraikan lagi.&lt;div class="fullpost"&gt;Politik mayoritas mencoba membungkamnya. Namun kebuntuan sejarah itu didobrak Dalton. Ahli Kimia Inggris yang buta warna ini, membuktikan kebenaran Demokritus. Sejarah menyaksikan teori Demokritus itu di daulat Dalton. Lalu memicu gelombang munculnya ilmu pengetahuan baru, fisika dan kimia. Sebuah pembagian ilmu yang nyata dan rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja dalam perdebatan ilmu-ilmu alam. Teori itu juga mengguncang ranah sosial. Tentu saja kemudian ikut diperkuat dengan munculnya Descrates, Newton dan Pascal. Dunia memasuki alaf baru, modernisme. Diktumnya, hanya yang rasional dan dapat diindrai yang yang benar. Keuntungannya adalah dimulainya era empirisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan jaman sebelumnya, dimana kebenaran hanya berada dalam ranah ide. Belum bukti eksperimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Newton dan Descrates, keduanya bisa di daulat sebagai pelopor modernisme yang terkemuka dijamannya. Teori mereka berdua mempengaruhi mainstream pemikiran Eropa awal. Bahkan sampai awal abad ke 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam perkembangan selanjutnya, kedua ilmu alam ini memasuki alam metafisika. Makin susah dimengerti. Penyusun materi dasar yakni elektron, proton, meson dan  sampai inti atom, makin tidak terdefenisikan lagi. Ia memiliki dualisme dalam sifat,yakni sebagai materi dan gelombang. Teori dualisme cahaya ini sangat matematis dan susah dijelaskan secara eksperimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori relativitas Einstein, agaknya pelopor utama munculnya fisika atau kimia kuantum (ranah terbesar metafisika). Perkembangan ilmu alam terbaru ini, juga mengguncang dunia. Bukan saja ilmu alam, atau sosial, tetapi juga relijius. Teori penciptaan alam semesta mendapatkan sokongan kuat dari Fisika Kuantum. Pengamatan terbaru menyatakan, alam semesta ini mengembang. Ini dilihat dari sejumlah variabel, seperti terdeteksinya keberadaan gelombang cahaya purba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya, kalau alam mengembang otomatis ada titik awal sebelumnya. Ada perpaduan, ada penyatuan bumi dan langit. Ada proses kreasi, ada &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kun Fa Yakun&lt;/span&gt;. Jadi maka terjadilah.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-6558555723702880647?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/6558555723702880647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=6558555723702880647&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/6558555723702880647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/6558555723702880647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/05/sebuah-paradoks.html' title='Descrates Vs Enstein'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtldpPhxTxI/AAAAAAAAACc/1sv6SeD7ou4/s72-c/img23.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-115158062471720409</id><published>2006-08-29T18:27:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:41.537+07:00</updated><title type='text'>Yang Tak Tersentuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwTA55fja6I/AAAAAAAAAFQ/R9ocvFAhLVw/s1600-h/abstrak_zine_4+copy.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwTA55fja6I/AAAAAAAAAFQ/R9ocvFAhLVw/s320/abstrak_zine_4+copy.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117427177517968290" /&gt;&lt;/a&gt;Malam makin larut. Kira-kira pukul dua-an (kukatakan kira-kira karena disini tidak ada jam). Kamu tahu sendiri aku dimana, jadi tidak perlu aku kasih tahu lagi. Tanggal?, aku juga tidak tahu, seperti halnya jam, disini juga tidak ada almanak. Tapi aku yakin, sekarang lagi pertengahan bulan, lihat saja purnama menggantung di awan. Sinarnya lewat diantara besi-besi itu, menembus kegelapan menampilkan seberkas bayangan di dinding yang menghitam.&lt;div class="fullpost"&gt;Bulan purnama?, ya dalam ingatanku, aku telah melewati seratus delapanpuluh bulan purnama di sini. Bulan purnama yang selalu mengingatkanku akan sesuatu. Ingatan masa lalu yang coba kukumpulkan, kurangkai, kubingkai dan akan kuhadirkan untukmu seperti pigura atau lukisan, sehingga kamu bisa mengamati jalanku. Jalan seorang lelaki yang bertarung dengan waktu, entah sampai kapan, mungkin sampai aku dikalahkan selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat. Pamali kata orang-orang tua dikampung. Jangan pernah berkata apalagi bertanya tentangnya. Jangan pernah menyebut namanya. Ia adalah yang tak tersentuh, seperti waktu, ia abadi. Tidak pernah tua, datang dan pergi sesuka hatinya.&lt;br /&gt;Dalam musyawarah agung tetua kampung di bulan purnama itu, semua keputusan ini diambil. Keputusan untuk mengubur ingatan tentang tak tersentuh dipikiran kami anak-anak kampung, selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun ia dilupakan, bertahun-tahun pula ia menghilang dan tak kembali. Sampai hari itu ia terbangun dalam ingatan ku, setelah duapuluh empat tahun sejak rapat agung tetua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam bulan sebelum rapat agung itu, kampung kami geger dengan penemuan misterius sesosok mayat laki-laki tua. Ia dibunuh dengan luka yang mengenaskan. Dadanya dibuka, beberapa organ dalam tubuh dan jari manis kirinya hilang. Jantung dan hatinya ditemukan ber-uraian tidak jauh dari tubuhnya, agaknya jantung dan hati itu dimakan sipembunuh, sedang jari manis kirinya tidak pernah ditemukan dan tidak diketahui ada di mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum reda keheranan, belum terjawab tanya dibenak orang-orang kampung kami. Enam hari setelah itu kami kembali menemukan sesosok mayat laki-laki berumur lebih muda dari yang pertama dengan ciri-ciri luka yang sama, jantung dan hatinya hilang dan ditemukan ber-uraian tidak jauh dari tubuhnya, sedangkan jari manisnya (sekarang yang kanan) hilang tak tahu kemana. Sepertinya, ia dibunuh oleh pembunuh yang sama, dan yang pasti bukan oleh binatang buas, karena binatang buas tidak akan mengambil bagian-bagian tertentu saja. Binatang buas akan memakan semua bagian tubuh korbannya.&lt;br /&gt;Penemuan mayat kedua ini mulai meresahkan orang-orang, kampung bersiaga. Setiap laki-laki dewasa diwajibkan ikut ronda secara bergantian. Walaupun sampai saat itu, korbannya bukan warga kampung kami, tapi siapa tahu ia akan beralih, menyerang orang-orang kampung. Ronda ternyata tidak menghalanginya untuk membunuh, beberapa minggu kemudian kembali ditemukan mayat, sekarang bukan laki-laki tapi seorang wanita muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada bekas perkosaan padanya seperti pada kematian wanita muda lainnya. Ia dibunuh sama dengan yang lainnya, dengan satu tujuan, yang sampai saat ini tidak bisa aku pahami. Ciri lukanya lagi-lagi sama dengan yang sudah-sudah. Kecuali jarinya, yang ini bukan kehilangan jari manis kiri atau kanannya, tapi kehilangan kelingking kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sipembunuh telah menjadi momok yang menakutkan bagi kami, ia seperti hantu. Berbagai upaya telah dilaklukan, termasuk mengirimkan algojo untuk membunuhnya, tapi hasilnya nihil dan sia-sia. Korban demi korban terus berjatuhan. Ia telah membuat anak-anak takut untuk ngaji kelanggar, membuat kampung sepi senyap. Kampung nyaris mati sejak pukul 7 malam. Semuanya mengunci diri dalam rumah sambil berharap ia tak mendatangi, menambah daftar korbannya yang kesekian orang. Sejak itu ia dijulukinya Yang Tak Tersentuh. Aku tidak tahu dari mana asal julukan itu, tapi semua orang mengatakan demikian, mungkin takut menyebut namanya atau mungkin juga tidak tahu siapa dia.&lt;br /&gt;Yang Tak Tersentuh begitu misterius, semisterius motif dan untuk apa ia melakukan pembunuhan itu. Para tetua kampung yakin Ia adalah iblis yang sedang menjelma untuk menyempurnakan ilmunya dengan tumbal orang-orang yang berbeda. Ia butuh semua bagian tubuh manusia, mulai dari jantung, hati telinga semuanya. Kecuali mungkin kelamin, kepala atau payudara, karena dari semua korbanya kami tidak temukan ketiga bagian itu yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peristiwa ini telah menghantui kita selama enam bulan, berbagai upaya telah kita lakukan termasuk mengirim algojo untuk memburunya. Tapi hasilnya sia-sia. Apakah kita ingin peristiwa ini tertanam dalam benak anak-anak kita sehingga mereka takut dan tidak mau kelanggar ?”. Kata ketua Abas dengan suara beratnya memulai rapat agung tetua kampung pada malam purnama, bulan keenam sejak peristiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, kejadian ini tidak bisa kita biarkan begitu saja, ia harus dilenyapkan dari pikiran penduduk dan anak-anak kita” Mbah Risat menimpali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak dilarang untuk mendengar pembicaraan itu. Ini adalah rapat agung, jangankan anak-anak, perempuanpun dilarang hadir, mereka tak berhak. Tapi aku bisa mendengarkan semuanya dengan jelas, karena rapat dilangsungkan dirumahku, sebenarnya bukan rumahku tapi rumah kampung. Ya, rapat memang dilakukan dibalairung kampung tempat aku dan ketua Abas, kakekku, tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat berlangsung berjam-jam, dengan perdebatan. Kadang dengan suara tinggi, kadang dengan emosi, kadang dengan berbisik-bisik. Tapi tidak ada seorangpun yang aku dengar menyebutnya iblis, semuanya memanggil dengan yang tak tersentuh. Semua pembicaraan itu terdengar jelas olehku, meskipun tidak semuanya bisa kutangkap maknanya, karena waktu itu aku masih lima tahunan.&lt;br /&gt;“Kita harus mengubur masalah ini selamanya, kita semua tidak ingin batin generasi penerus kita terganggu dengan peristiwa ini” mbah Diro berapi-api, seperti biasanya disetiap rapat agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi bagaimana caranya, semua ini terjadi dijaman anak-anak kita dan mereka semua sudah mengetahuinya” kata yang lainnya, aku tidak tahu siapa dia, aku tidak kenal suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita menguburnya dengan tidak membicarakannya, mengingatnya Pamali” Akhirnya ketua Abas menutup rapat dengan kesimpulan memupus yang tak tersentuh dari ingatan kami. Membuangnya jauh didalam alam bawah sadar kami. Sejarahnya dihapus. Titik.&lt;br /&gt;Semuannya memilih diam, ketika aku coba bertanya. Mungkin takut dengan Yang tak tersentuh atau takut dengan hukuman para tetua, aku tidak tahu. Tapi kadang aku menyaksikan sesekali ibu-ibu berbicara sambil berbisik-bisik, mungkin membicarakannya atau bergunjing tentang anak gadis siapa lagi yang hamil tanpa nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langgar ramai kembali. Aktifitas kampung berjalan normal. Tanpa terjadi apa-apa. Yang tak tersentuh juga tidak menambah korban lagi. Mungkin telah sempurna ilmunya atau mungkin ia membuang korbannya kekampung lain.&lt;br /&gt;Semuanya lancar. Waktu berjalan, kampung kami tersentuh sedikit modernisasi. Dikampung sudah ada listrik, televisi. Para tetua sudah banyak yang meninggal. Ketua Abas meninggal beberapa tahun kemudian. Aku tidak lagi menempati balairung. Balairung tidak pernah digunakan lagi, sebagian atapnya sudah roboh dan lapuk. Para tetua tidak pernah rapat agung lagi, katanya semua keputusan sudah ditentukan dari atas, sudah diatur dan pasti. Sidang-sidang di balai desa tidak pernah disertai dengan perdebatan seperti rapat para tetua, hanya ada satu koor, keteraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya terkendali dan damai, sampai peristiwa menggemparkan terjadi. Hari itu ditemukan lagi (kubilang lagi, karena peristiwa ini pernah terjadi dupuluh empat tahun yang lalu) mayat tanpa jantung, hati dan jari manis kiri. Ingatan duapuluh empat tahun yang lalu yang nyaris aku lupakan, melompat dari alam bawah sadarku dan menari-nari dikepala ini. Ingatan yang terpaksa dikubur oleh rapat agung tetua menemukan energi pendorong muncul kepermukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang pernah hidup dijaman itu, tahu betul bahwa peristiwa ini akan beruntun. Dan benar saja penemuan mayat pertama, segera disusul dengan penemuan kedua, ketiga dan seterusnya dengan ciri korban seperti dulu, berurutan. Semua ingatan kami tertuju pada Yang tak tersentuh, apalagi yang ini lebih kuat dari pada yang dulu. Mungkin ia semakin sakti, sehingga tidak butuh sepuluh orang seperti dulu, tapi lebih. Karena sampai beberapa hari, korbanya telah mencapai puluhan orang. Sekarang bukan hanya jantung, hati, jari manis, kelingking dan lainnya yang diambil, tapi juga kepala, kelamin dan payudara, bagian yang dulu tak pernah diambil Yang tak tersentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dahulu, kami juga tidak berani membicarakannya, bertanya tentangnya. Bedanya, duapuluh empat tahun lalu kami takut karena rapat agung tetua melarangnya. Hari itu, kami tidak membicarakannya bukan takut pada tetua, tapi kami takut pada para algojo yang memburunya. Membicarakannya berarti menyiapkan diri jadi saksi keberadaannya dan akhirnya bisa-bisa menjadi Dia. Para algojo hari itu bukan suruhan tetua seperti dulu, yang bertindak demi keamanan kampung dan berbuat setelah ada keputusan para tetua di rapat agung balairung. Para algojo hari itu bertindak untuk mencari pangkat, pujian, hadiah atau promosi jabatan. Mereka bertindak bukan setelah musyawarah tapi perintah dari atas. Mudah saja bagi mereka menetapkan siapa Yang tak tersentuh. Karena menangkapnya berarti hadiah, pangkat dan promosi jabatan, mungkin menjadi kepala algojo, terlepas apakah yang tertangkap memang Yang tak tersentuh atau bukan. Ia bisa dibuat dan ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tak pernah dibicarakan bukan karena pamali. Ia tidak dibicarakan, karena mungkin saja telinga para algojo menempel ditembok-tembok jalan, sekolah atau perkarangan rumah kami. Atau mata mereka terselib dimana-mana, ya, dijembatan, di langgar bahkan di Wc. Membicarakan yang tak tersentuh pagi hari, berarti menyiapkan diri untuk dijemput para algojo dimalam harinya.&lt;br /&gt;Tapi aku tidak mampu menguburnya lagi, membuang sejarahnya. Ia adalah bagian dari kehidupan kami, apapun ia, apapun motifnya. Aku tidak ingin peristiwa ini terkubur lagi, hilang ditelan waktu, kemudian kita gagap menghadapainya ketika ia muncul kembali. Kita bingung apa yang akan dilakukan karena kita tidak terbiasa menghadapinya. Sejarahnya harus kita ungkap, agar kita tahu siapa dia, darimana ia, supaya suatu saat kita tidak meraba-meraba keberadaannya atau salah mengenalinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya anakku, aku tulis surat ini, untukmu dalam keheningan malam di penjara tua, tempat ratusan tahanan berkelahi dengan waktu.&lt;br /&gt;Para algojo itu telah menangkapku, bapakmu ini. Ketika dengan kesadaran aku bicara tentang ia, aku beberkan siapa dia dan bagaimana sejarahnya dulu. Aku dipanggil, anakku, awalnya jadi saksi kemudian entah kenapa menjadi dia. Dipenjara disini, entah sampai kapan. Kamu pasti tidak ingat bagaimana tangisan ibumu waktu itu, bagaimana sorot mata para algojo itu, karena kamu masih anak-anak, masih ingusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku kisah ini kuceritakan supaya kamu tahu, aku, bapakmu ini bukan yang tak tersentuh. Supaya kamu tahu aku pernah mengubur ingatan itu dalam-dalam, seperti mereka hari ini mencoba mengubur ingatanmu, tentang aku, kampungmu, bangsamu, sejarahmu, semuanya anakku. Aku yakin dengan membaca surat ini, kau kan coba bongkar kembali ingatan masa silammu. Sejarah hari ini milikmu, kenalilah semuanya karena bisa saja apa yang kamu lihat hari ini hanya ilusi. Dan kebenaran yang sesungguhnya terkubur dalam. Bertanyalah, karena hakikat manusia adalah bertanya.&lt;br /&gt;Sekian dulu anakku, mudah-mudahan aku mampu mengalahkan waktu dan kita bertemu kembali. Suatu waktu. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disuatu tempat, pada purnama&lt;br /&gt;Salama ayahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarippudin&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-115158062471720409?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/115158062471720409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=115158062471720409&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/115158062471720409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/115158062471720409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2006/06/my-story.html' title='Yang Tak Tersentuh'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwTA55fja6I/AAAAAAAAAFQ/R9ocvFAhLVw/s72-c/abstrak_zine_4+copy.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-116135551750872020</id><published>2006-08-22T21:43:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:41.650+07:00</updated><title type='text'>"Penggusuran itu, Hampir Renggut Nyawa Anakku"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwS955fja4I/AAAAAAAAAFA/0iZ7Qrmbnx4/s1600-h/gusur.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwS955fja4I/AAAAAAAAAFA/0iZ7Qrmbnx4/s320/gusur.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117423878983084930" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap perlakuan tidak adil  kepada kaum miskin, pastinya meninggal kisah sedih.  Seperti yang dialami ibu muda satu ini. Pembongkaran lapak tempat dia berjualan oleh satuan pol pp, hampir saja merenggut nyawa anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan masih tergurat jelas di kening wanita muda ini.Tatapannya kosong, peristiwa penggusuran "lapau"nya di pasar pagi Jl. juanda, Senin (14/8) masih tetap menghantuinya.Kenapa tidak, peristiwa itu hampir saja merenggut nyawa anak bungsunya, Fitri (10 bulan). Akunya, Fitri sedang lelap tertidur  di dalam "lapau" ketika seorang Satpol Pamong Praja naik keatas atap dan menghancurkan atap "lapaunya". Akibatnya wajah Fitri tergores kayu yang jatuh dari atap "lapau".&lt;div class="fullpost"&gt;Elimarni (31 tahun) begitu wanita muda ini biasanya di sapa, terlihat letih  di lapak sederhana yang dia bangun kembali di bekas "lapau"nya yang hancur.Sambil "memangku" Fitri yang tertidur lelap,Kepada POSMETRO ia bercerita bahwa penggusuran "lapau"nya telah menghancurkan harapan terakhir yang dimilikinya. Dengan "lapau" itu ia selama ini menafkahi empat orang anaknya dan menyekolahkan tiga diantaranya. Selasa (22/8), ketika menanyakan perihal suaminya, mata wanita yang sehari-hari tinggal di rumah kontrakan di Jl. Rasak No 3 Rt IV Lolong ini berkaca-kaca. Dari pengakuannya,sudah enam bulan ini suaminya pergi meninggalkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "jan kan ka mangirim pitih untuk anak-anaknyo,mangagiah kaba inyo dima kini pun indak adoh" katanya sambil menyeka air mata yang mulai menetes di pipinya. Dibekas puing-puing "lapau"nya, ia membangun lapak sederhana. Dengan bermodalkan payung besar dan meja bekas, ia berusaha membangun kehidupannya kembali, menguntai asa yang mulai memudar. Nyaris sejak kepergian suaminya ia sendiri yang harus bergelut dengan waktu untuk dapat bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"uni manggaleh karano ndak adoh yang bisa uni lakukan untuk hiduik,kini kanai gusur pulo"ucapnya. Dia bukannya tidak menuntut ganti rugi atas "lapau" yang di belinya tiga tahun silam. Bersama 9 orang pedagang pasar pagi lainnya ia mendatangi kantor DPRD padang, selasa 15/08/2006). Tapi sampai tulisan ini dibuat belum ada tindak lanjut dari dewan. Dia mengaku tidak habis fikir kenapa Pemko menggusurnya dan untuk apa ?. Menurutnya dia bisa menerima penggusuran ini,asalkan ada ganti rugi yang layak atau tempat jualan yang setara dengan yang di pasar pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari telah beranjak tinggi,Fitri anaknya terlelap berkeringat di lapak sederhana itu. Bocah malang itu telah mengalami begitu banyak kesedihan yang harus di tanggung di usianya yang sangat belia.Dia telah kehilangan kasih sayang bapaknya, dan hari ini kekejaman dunia juga telah merenggut satu-satunya harapan ibu. (***)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-116135551750872020?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/116135551750872020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=116135551750872020&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/116135551750872020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/116135551750872020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2006/08/derita-kaum-kecil.html' title='&quot;Penggusuran itu, Hampir Renggut Nyawa Anakku&quot;'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwS955fja4I/AAAAAAAAAFA/0iZ7Qrmbnx4/s72-c/gusur.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-115157727463312260</id><published>2006-07-29T17:29:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:41.743+07:00</updated><title type='text'>Ibu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwS_n5fja5I/AAAAAAAAAFI/BbGGfU7aqZk/s1600-h/petani.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwS_n5fja5I/AAAAAAAAAFI/BbGGfU7aqZk/s320/petani.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117425768768695186" /&gt;&lt;/a&gt;di balik baju lusuh&lt;br /&gt;badan penuh lumpur&lt;br /&gt;caping menempel kuat di kepala&lt;br /&gt;lindungi wajah tua&lt;br /&gt;tergurat waktu&lt;br /&gt;bau lumpur kuku hitam&lt;br /&gt;hiasi keseharianmu&lt;br /&gt;turun kesawah saban pagi&lt;br /&gt;bawa pencul&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tunggu nasi dari anak ketika siang menjelang&lt;br /&gt;makan dengan lahap dan habiskan lelah&lt;br /&gt;pulang sore tertidur sampai malam&lt;br /&gt;tangisi nasib...&lt;br /&gt;ibuku kecapek-an&lt;br /&gt;hidup berkelahi zaman&lt;br /&gt;tanpa suami&lt;br /&gt;hanya anak-anak yang mulai beranjak dewasa&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-115157727463312260?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/115157727463312260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=115157727463312260&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/115157727463312260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/115157727463312260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2006/06/life.html' title='Ibu'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RwS_n5fja5I/AAAAAAAAAFI/BbGGfU7aqZk/s72-c/petani.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-7180057993953880769</id><published>2006-07-12T00:48:00.000+07:00</published><updated>2007-10-06T21:38:42.411+07:00</updated><title type='text'>Bung, Kita Perlu Revolusi</title><content type='html'>Sebuah jarum baru saja jatuh ke dalam tumpukan jerami. Seorang laki-laki berkeinginan segera menikah. Sebuah pesawat baru saja hilang. Seorang kepala negara paling bebal sedunia, baru saja berkunjung. Sebuah permusuhan harus segera di khiri. Seorang anak baru saja dilahirkan. Seorang wanita baru saja kabur dari rumah. Masa depan seseorang baru saja dimulai. Itu sederet persoalan yang sering menjadi perbincangan kita. Sekilas tidak ada yang khusus dan tidak ada jaring penghubung yang bisa teramati. Namun jika kita telisik lebih dalam , akan terlihat benang merah jaring-jaring penghubung masalah tersebut.&lt;div class="fullpost"&gt;Penghubung mereka, hanya satu. Yakni, semua masalah di negara ini bisa selesai dalam ranah IRRASIONALISME. Sebuah paham yang bernabikan para dukun dan berideologikan sabda serta bertuhankan para syetan. Bangsa ini telah menjadi bangsa yang semakin jauh dari rasionalisme. Kemajuan teknologi ternyata tidak mendukung proses rasionalisasi. Apakah ini terjadi karena kita tidak pernah menempuh sebuah revolusi pemikiran yang menyingkirkan tahayul, seperti yang terjadi di Eropa abad ke 18? bisa jadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah irasionalisme memang sengaja di pelihara penjajah Belanda, sebagai legitimasi keberadaan mereka. Karena konon kabarnya, mereka mengajarkan bahwa raja adalah pemegang sabda tuhan yang mesti dituruti. Tempat keramat menjadi wilayah sakti, yang dialrang dimasuki tanpa prosesi.Kita harus akui  tahayul memang menjadi keseharian bangsa kita. Jauh sebelum Indonesa lahir, Tan malaka dalam madilog, telah mengajak bangsa ini untuk berfikir secara logika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati  diakui, tidak semua bisa di logikakan. Elektron misalnya, sebagai elemen dasar materi, dia tidak bisa disaksikan secara kasat mata. Apakah ia tidak ada?. Pertanyaannya adalah apakah yang masuk akal hanya yang teramati panca indra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya pasti tidak, karena jika itu yang kita anut. Kita telah menafikan keberadaan Tuhan. Memakai dukun dan paranormal sebagai sandaran dalam hidup, terlalu mensimplikasi. Beralih ke dukun terjadi ketika Tuhan tidak lagi ajaib. Ada kekosongan relijius dalam diri kita. Yang kemudian kita isi dengan irasionalisme.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-7180057993953880769?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/7180057993953880769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=7180057993953880769&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/7180057993953880769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/7180057993953880769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/04/irasionality.html' title='Bung, Kita Perlu Revolusi'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-115158089574963509</id><published>2006-06-29T18:33:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:41.852+07:00</updated><title type='text'>Nasionalisme Is Dead?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rkrui989PGI/AAAAAAAAABk/WbrEWvDJjVY/s1600-h/the_markets_invisible_hand.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rkrui989PGI/AAAAAAAAABk/WbrEWvDJjVY/s320/the_markets_invisible_hand.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5065123015444741218" /&gt;&lt;/a&gt;Berbicara mengenai ideologi hari ini --minus kapitalisme--, kita berisiko menjadi bahan olok-olokan (kuno, udik, pendukung modernitas), baik itu yang datang dari spektrum “kanan”, maupun dari “kiri”. Karena zaman ideologi telah berakhir dengan kemenangan kapitalisme seperti yang ditaksrifkan oleh Francis Fukyama lewat the end of history and the last man.&lt;div class="fullpost"&gt;Ideologi selain kapitalisme telah masuk tong sampah sejarah, sebagai fosil modernitas yang gagal membawa manusia menggapai puncak nirwana. Hanya kapitalisme yang berjaya karena ialah yang paling mampu memberikan pengakuan akan hak-hak individu, hanya kapitalisme yang bisa memakmurkan dan membahagiakan manusia. Yang lainnya tidak. Fasisme telah memerosokkan Eropa dalam kecamuk perang dunia ke II dan menghancurkan seluruh peradaban yang telah dibangun selama berabad-abad. Sosialisme khususnya varian Marxisme-Leninisme terbukti hanya --seperti dalam minifesto komunisme-- hantu yang meneror Eropa dengan perang saudara dan penindasan jutaan buruh dan petani Soviet demi ambisi pembangunan berjangkanya. Semua instrumennya tidak kita butuhkan lagi dan sudah seharusnya masuk museum sejarah. Tidak perlu lagi ada barisan rapi dibelakang bendera merahnya komunisme, tidak perlu lagi ada langkah-langkah panjang dalam parade Fasisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepalan tangan keatas, derap kaki yang rapi dan teriakan patriotik tidak penting lagi. Sekarang zamannya kita menyinsingkan baju dan melangkahkan kaki memeras keringat demi pertumbuhan ekonomi kapitalisme. Percuma sikap sosial, percuma rasa simpati dan tidak perlu resah melihat kemiskinan. Yang penting kita bekerja, hidup dan menikmati sekaleng Coca-Cola atau sepotong hamburger di sela waktu luang kita yang tersisa. Sudah saatnya kita menikmati kemewahan dan hidup nyaman seperti tawaran kapitalisme. Tidak ada gunanya menjadi fasisme atau komunisme. Karena fasisme atau komunisme telah mati sebagai gerakan praksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan kapitalisme menemukan mantel terbarunya, yakni globalisasi yang berintikan Neoliberalisme telah menggusur beragam ideologi besar yang pernah dianut dunia. Komunisme dan fasisme hanya tinggal puing dan takdirnya di akhiri mengendap dalam kepala para intelektual dan mengisi buku-buku berdebu di deretan pojok pustaka universitas. Sedang nasionalisme yang merupakan inti dari nation-state harus terengah-engah menghadapi gempuran Neoliberalisme dan mulai di singkirkan dengan hati-hati oleh para punggawanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Margaret Theacer Perdana Menteri Inggris dan Ronald Reagen Presiden Amerika Serikat yang pertama kali mengadopsi pandangan Neoliberalisme ini. Pandangan yang dikemukakan Milton Friedman dan Frederick Von Hayek ini merupakan anti tesis kegagalan negara kesejahteraan (welfare state) konsep John Maynard Keynes dalam menghadapi inflansi akibat kenaikan harga minyak dunia hasil kebijakan kartel minyak OPEC tahun 1970-an. Sebagai kredo politik, Neoliberalisme bertolak belakang dengan welfare state atau Keynesian dalam mengatur negara. Jika menurut Keynesian negara harus berperan aktif dalam pengaturan ekonomi dan pemerataan kekayaan maka dalam Neoliberalisme tidak. Negara tidak di bolehkan melakukan campur tangan atau intervensi dalam kebijakan ekonomi karena akan mengganggu kerja dari invisible hand pasar. Negara harus keluar dari semua kebijakan ekonomi termasuk kebijakan untuk kesejahteran rakyat – nasionalismekah landasan dalam kebijakan ini ? - seperti subsidi untuk rakyat miskin, karena program ini akan menimbulkan defisit anggaran. Keluarnya negara dari program ini akan menghasilkan penghematan anggaran, sehingga negara bisa melakukan insentif untuk investasi, berupa penurunan pajak perorangan ataupun perusahan yang otomatis akan merangsang pertumbuhan investasi dan memperlancar bergulirnya roda ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Neoliberalisme, negara bukan saja harus melepaskan kontrolnya terhadap ekonomi, tapi juga wajib bertindak sebagai tuan rumah yang baik dalam menarik investor. Jika negara ingin makmur maka ia harus bisa menggaet investor dengan berbagai kemudahan, berupa pajak yang rendah, birokrasi yang sederhana, serikat buruh yang lemah dan deregulasi aturan yang menghambat akumulasi modal. Intinya negara hanya di jadikan sebagai penonton dalam pusaran perekonomian dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung mulusnya laju globalisasi, diciptakanlah berbagai instrumen global, yang bisa bertindak sebagai polisi yang akan menghukum negara bangsa yang melanggar aturan yang “disepakati”. Tiga yang paling penting dan paling aktif adalah IMF (international monetary fund), World Bank (WB), dan WTO (world trade organization). Ketiga lembaga ini memiliki kekuasaan yang besar, bahkan melebihi kekuasaan yang di miliki sebuah negara. IMF contohnya mampu memaksakan kebijakan neoliberalisme kepada sejumlah negara seperti yang terjadi di Indonesia lewat apa yang disebut structural adjusment program (SAPs) atau yang lebih dikenal dengan Letter of Intent (LoI). Yang salah satu isinya adalah privatisasi BUMN, dan pencabutan subsidi pada sektor publik seperti bidang pendidikan, kesehatan dan BBM – nasionalismekah landasan dalam kebijakan ini ? -. Sedangkan World Bank tiap tahunnya mengeluarkan Country Strategy Report (CSP) yang harus dilaksanakan oleh negara debitor seperti Indonesia jika tidak ingin diisolasi oleh negara donor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat isi dari LoI dan CSP tersebut maka tak heran jika Kwik Kian Gie –waktu itu menteri negara untuk badan perencanaan nasional—menyatakan bahwa yang memerintah Indonesia bukan negara Indonesia sendiri sebagai negara bangsa, tapi lembaga-lembaga internasional. Kita memang telah puluhan tahun merdeka secara politik, tapi sudah kehilangan kedaulatan dalam mengatur diri sendiri, lanjutnya. (Neoliberalisme, 2003. Kwik Kian Gie : membangun kekuatan nasional untuk kemandirian bangsa) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika hari ini terjadi pemaksaan kebijakan dan pengambilalihan kekuasan negara oleh berbagai instrumen globalisasi dan di pinggirkannya negara sebagai lembaga yang mengemban kedaulatan rakyat, tidakkah Nasionalisme yang merupakan inti ideologi pembentukan negara bangsa mengalami krisis ?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, nasionalisme sedang sekarat dan ini di perparah dengan terjadinya revolusi telekomunikasi – pendorong utama globalisasi -- yang telah menggerus semua ikon-ikon Nasionalisme. Mulai dari ras, budaya, batas negara sampai pada keyakinan ekonomi. Semua negara mengalami homogenisasi, semuanya distandarisasi. Kita tidak bisa lagi membedakan mana “Barat”, mana “Timur”, mana Orietal, mana Oksident dalam hal budaya, semuanya sama. Dimana-mana berdiri megah CFC dengan bentuk yang sama, renyah, gurih dan bersaus merah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ancaman globalisasi, Nasionalisme menjelma menjadi berbagai ideologi-ideologi sempalan. Kita mengenal ultra-nasionalis kanan yang anti imigran asing, kita juga mengenal kelompok-kelompok teroris yang jengah melihat globalisasi, tetapi tidak melihat nasionalisme sebagai ideologi perlawanan. Nasionalisme hanya bergigi pada saat kolonialisme masih bersemangatkan Glory, Gospel, Gold, dan gagal menghadapi imperatif politik, ekonomi, kultural dan ekologis globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis Nasionalisme telah menyuburkan berbagai bentuk tribalisme yang kembali menguatkan puak, suku, ras dan agama sebagai benteng menghadapi petaka globalisasi. Jika globalisasi kita ibaratkan sebagai sebuah lubang hitam sentripetal yang mengisap semuanya, memerosokkan manusia dalam homogenitas, maka tribalisme menjadi antitesis yang destruktif bukan hanya akan menghancurkan demokrasi tapi juga nasionalisme. Oleh globalisasi, krisis Nasionalisme akan bertransformasi menjadi seperti yang dikatakan Mingue “ berawal dari dongeng putri tidur dan berakhir dengan kisah monster Frankestein” atau seperti Dr.Jekil yang cerdas di satu sisi dan Mrs Hyde yang mengindap sosiopatologis pada sisi lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-115158089574963509?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/115158089574963509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=115158089574963509&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/115158089574963509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/115158089574963509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2006/06/globalisasi-dan-krisis-nasionalisme.html' title='Nasionalisme Is Dead?'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/Rkrui989PGI/AAAAAAAAABk/WbrEWvDJjVY/s72-c/the_markets_invisible_hand.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-115157742368098644</id><published>2006-06-29T17:36:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:42.096+07:00</updated><title type='text'>Tak Berjejak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RkjD-H93VCI/AAAAAAAAAA8/D2ZxToRy4iQ/s1600-h/butterfly.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RkjD-H93VCI/AAAAAAAAAA8/D2ZxToRy4iQ/s320/butterfly.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5064513253035955234" /&gt;&lt;/a&gt;telah kuhapus semua jejak-jejakmu&lt;br /&gt;dikuncup mawar yang mulai mekar&lt;br /&gt;membusuk tertepa panasnya pagi&lt;br /&gt;malam yang berembun telah lenyap&lt;br /&gt;matahari keemasan taklagi mempesonaku&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tidak ada lagi hari ini&lt;br /&gt;sebab esok telah datang&lt;br /&gt;kita masih berjalan&lt;br /&gt;malam gelap tanpa pondok berteduh&lt;br /&gt;mengembara dan hilang&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-115157742368098644?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/115157742368098644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=115157742368098644&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/115157742368098644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/115157742368098644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2006/06/butterfly.html' title='Tak Berjejak'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RkjD-H93VCI/AAAAAAAAAA8/D2ZxToRy4iQ/s72-c/butterfly.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-5411668707353719569</id><published>2006-06-12T03:04:00.000+07:00</published><updated>2007-10-06T21:33:22.590+07:00</updated><title type='text'>Titik</title><content type='html'>hidup hanya sebuah titik di  dasar lembah luas kehidupan manusia. apakah takdir yang menyebabkan kita ada, ataukah sebuah keinginan bebas yang menjadi penyebab utama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-5411668707353719569?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/5411668707353719569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=5411668707353719569&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/5411668707353719569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/5411668707353719569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/05/sebuah-titik.html' title='Titik'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30432757.post-8669032389742417351</id><published>2006-05-12T03:06:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T06:51:42.339+07:00</updated><title type='text'>Coretan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtlkMvhxT2I/AAAAAAAAADE/qBda3HZER74/s1600-h/boxes.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtlkMvhxT2I/AAAAAAAAADE/qBda3HZER74/s320/boxes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105221822680485730" /&gt;&lt;/a&gt;Ada kisah menarik ketika presiden AS masih dijabat Bill Clinton. Di tengah kerusakan moral bangsa AS, disaat free sex, perselingkuhan, lesbian, homoseksual menggerogoti mental generasi muda dan warganya. Ternyata jauh didalam kalbu mereka yang paling dalam, masih bersemayam setitik moralitas.&lt;div class="fullpost"&gt;Ketika pemimpin mereka Bill Clinton, melakukan perselingkuhan dengan Monica Lewinsky, kontan semua rakyat AS jengah. Mereka protes sana-sini. Hubungan pribadi itu kemudian menjadi bahasan politik dan dikonsumsi publik negara paling liberal sedunia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menjadi pertanyaan kita. Ternyata warga AS adalah orang yang paling munafik. Meski mereka bobrok, tapi tetap tidak menginginkan pemimpinnya bobrok.&lt;br /&gt;bagaimana dengan kita? kita semua tahu jawabanya.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30432757-8669032389742417351?l=harfianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harfianto.blogspot.com/feeds/8669032389742417351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30432757&amp;postID=8669032389742417351&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/8669032389742417351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30432757/posts/default/8669032389742417351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harfianto.blogspot.com/2007/05/ruang-kosong-ii.html' title='Coretan'/><author><name>Harfianto Afgani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07903410490048227645</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_S6cC7r0s-Bs/RtlkMvhxT2I/AAAAAAAAADE/qBda3HZER74/s72-c/boxes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
